Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Keputusan Hanin (Tamat)


__ADS_3

Dan, hari itu pun tiba. Komunikasi yang terjalin dengan baik beberapa minggu ini ternyata tidak membuat Hanin mencabut gugatan cerainya terhadap sang suami Prasetya.


Dan Pras sendiri dibuat gusar dengan sikap Hanin yang seolah olah mengantungkan perasaan dan harapannya.


Dengan berbagai macam cara Prasetya sudah berusaha membuat Hanin untuk mencabut gugatan cerai.


Tetapi Hanin masih kekeh untuk tidak membatalkan gugatan cerai tersebut.


Bahkan beberapa hari menjelang putusan gugatan perceraian antara Hanin dan Prasetya. Hanin justru memilih untuk tidak berkomunikasi sama sekali dengan Pras.


Hanin sampai sampai mematikan ponsel milik nya serta lebih banyak mengurung diri.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Pada hari itu, Hanin dan Pras sama-sama pergi ke pengadilan agama untuk mendengarkan sidang putusan hakim.


Sebelum sidang putusan pada hari ini akan di lakukan.


Sebelumnya telah ada mediasi antara Hanin dan Prasetya untuk memberikan kesempatan untuk berdamai. Akan tetapi Hanin masih ngotot untuk berpisah. Hal itu sempat membuat Pras frustasi.


Kompak datang ke pengadilan agama untuk sidang putusan pada hari itu. Baik Hanin maupun Pras yang ketika bertemu mereka tidak banyak melakukan komunikasi.


Hanin lebih banyak diam dan menunduk. Sedangkan Pras sendiri terlihat sangat gugup.


Duduk dengan tegang di depan meja persidangan. Hanin dan Pras sama sama fokus dalam mendengarkan bacaan putusan sang hakim yang sebentar lagi akan di ketok palu.


Pras saat itu banyak melakukan protes dan keberatan akan semua putusan yang saat itu di bacakan hakim.


Selama duduk di kursi pengadilan. Pras menjadi sangat tidak tenang dan ingin rasanya ia mengobrak abrik seisi ruangan kala itu. Saking merasa dirinya tertekan dan tidak mau pisah dengan Hanin.


Hingga pada akhirnya, saat hakim kembali membacakan putusan. Pras yang sudah tidak kuat dan tidak kuasa untuk mendengarkan putusan. Kemudian ia langsung berdiri dan bergegas meninggalkan ruang sidang.


Hanin paham, Pria yang sampai detik ini masih sah menjadi suaminya itu tidak senang dengan keputusannya.


Meskipun Pras keluar dari ruang sidang. Sang pengacara yang di tunjuk Pras masih berada di sana untuk mengikuti jalannya sidang.

__ADS_1


"Bu Hanin, apakah anda siap dengan keputusan terakhir kali ini. Sebelum saya ketuk palu dan proses sidang perceraian anda dan saoudara Prasetya Wijaya telah sah untuk di sah kan?" tanya lagi Pak Hakim untuk yang terakhir kalinya.


Dan, pertanyaan itu olah olah sedang menguliti dirinya. Hanin di ambang kebimbangan yang hebat.


Wajah Ali berputar putar di benaknya. Wajah Pras dan segala memory kebahagiaan suka dan duka bersama dirinya seakan di perlihatkan satu persatu dalam benak Haningrum.


"Bu Hanin, apakah anda menyetujui putusan akhir ini?" ucap lagi sang hakim yang kemudian membangunkan Hanin dari lamunannya.


"Saya................"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Termenung berdiri di samping jendela kamarnya. Dengan keadaan ruangan yang gelap gulita. Prasetya sepertinya ingin menenangkan dirinya yang saat ini merasa sangat begitu hancur.


Prasetya yang siang itu tidak kuasa untuk pendengar putusan hakim yang akan yang menyidangkan proses perceraiannya. Meninggalkan ruang sidang begitu saja.


Ia tidak ingin mendengar sang hakim menyatakan bahwa dirinya saat itu telah resmi bercerai dengan istri tercintanya Haningrum.


Hanin ternyata tetap keras kepala dan bersikeras untuk tetap bercerai.


Di tengah-tengah kekalutan itu. Prasetya memilih untuk menyendiri di kamarnya, dengan keadaan ruangan yang sangat gelap gulita tanpa pencahayaan.


Tak lama kemudian, seseorang datang dan membuka pintu kamar. Seseorang itu lalu menyalakan lampu yang ada di kamar.


Ketika lampu di kamar di nyalakan oleh seseorang. Barulah Prasetya sadar dan menoleh ke arah seseorang yang datang saat itu.


Mata Pras terbelalak saat tau dan melihat siapa yang mendatanginya.


Yang datang ternyata adalah Hanin.


Dengan langkah pelan, Hanin mendekati Pras. Dan sejurus kemudian, Hanin langsung bergerak dan merangsek kan dirinya ke dada bidang Prasetya.


Hanin memeluk tubuh Pras dengan begitu sangat erat.


Dan, sejurus kemudian, Hanin menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Bingung dengan arti kedatangan Hanin pada saat itu. Pras kemudian mengudarkan pelukannya dan menatap wajah Hanin.


"Han, kenapa kamu menangis? Seharusnya kamu tidak memeluk ku kan. Bukankah kita sudah tidak lagi resmi menjadi suami istri. Bukankah kita saat ini sudah bercerai." ujar Prasetya.


"Maafkan Hanin Mas. Hanin sudah membatalkan gugatan cerai terhadap Mas Prasetya. Kita masih sah menjadi suami istri."


"Sungguh?" tanya Pras merasa tak percaya.


Hanin kemudian menganggukkan kepalanya.


"Aku memberikan satu kesempatan untuk Mas Pras. Dan ini adalah kesempatan terakhir. Buktikan bahwa Mas Prasetya adalah seorang suami yang baik. Buktikan Mas Pras akan memperbaiki rumah tangga kita." ucap Hanin.


Dan, tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Pras kemudian memeluk Hanin dengan begitu erat.


Pras sangat bersyukur, ternyata saat ini dirinya masih sah menjadi suami Hanin. Dan rumah tangga nya masih bisa selamat.


"Terimakasih sayang, sudah memberikan kesempatan untuk Mas. Untuk memperbaiki semuanya."


Pras tak kuasa menahan rasa bahagianya. Ia kemudian meraup wajah Hanin dan menghujani sang istri dengan ciuman yang tiada hentinya.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°





🍁🍁🍁🍁🍁TAMAT🍁🍁🍁🍁🍁


*Kisah Hanin dan Prasetya masih berlanjut di novel baru aku. Di sana memang akan lebih banyak membahas soal hidup Kinanti dan persoalan hidupnya. so, jangan lupa di favorit, like dan komentar πŸ™ πŸ₯°


Aku ucapkan banyak terima kasih untuk semua dukungan, like dan komentar nya, Terimakasih πŸ™πŸ₯°*


__ADS_1


__ADS_2