Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Tentang Kinanti


__ADS_3

Kinanti adalah seorang gadis perantau yang berasal dari sebuah desa di daerah Jawa tengah.


Saat ini, keluarganya semua bermukim di kampung.


Setelah lulus kuliah dengan penuh perjuangan. Kinanti yang punya mimpi untuk bekerja di Ibukota melamar kerja di sebuah perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan.


Setelah melamar kerja ke beberapa perusahaan dan lamarannya di tolak. Barulah saat ia melamar pekerjaan di perusahaan Prasetya kontruksi group, lamarannya di terima.


Sudah tiga tahun berlalu, dan sampai sekarang Kinanti masih betah untuk bekerja di perusahaan Prasetya kontruksi group dengan nyaman.


Perusahaan Prasetya kontruksi group bergerak di bidang pembangunan.


Merasa nyaman bekerja di perusahaan yang sedang berkembang pesat itu, membuat Kinanti paham, bagaimana perusahaan itu berkembang.


Uang hasil bekerjanya sebagian Kinanti simpan dan sebagian lagi ia kirimkan ke kampung halaman untuk membantu perekonomian keluarganya.


Kinanti sendiri saat ini tingal di sebuah rumah kost yang tak jauh dari tempat ia bekerja.


Ia hanya perlu naik bus beberapa menit untuk bisa sampai di tempat kerjanya.


Setelah Kinanti selesai mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kantor. Terlebih dahulu ia sarapan dengan segelas susu hangat dan sebuah roti yang sudah ia beli kemarin sepulang kerja. Biasanya, sebelum kembali ke kamar kost. Sepulang kerja, Kinanti selalu membeli sesuatu untuk makan malamnya dan untuk bersarapan esok hari.


Hidup sendirian di ibukota Jakarta membuat Kinanti harus bisa berhemat.


Selain ia tidak mau boros dalam pengeluaran keuangan. Kinanti juga tipe orang yang tak suka bergaul dengan banyak orang.


Kinanti hanya punya beberapa teman selama ia berada di Jakarta.


Teman temannya itu pun adalah teman kerjanya yang juga bekerja di perusahaan Prasetya.


Setelah bersarapan, Kinanti yang tinggal di sebuah rumah kost-kostan sepetak itu merasa sangat betah tinggal di tempat kostnya.

__ADS_1


Jika ia tidak bekerja, biasanya Kinanti menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan di kostan.


Jika tidak, Ia lebih suka mengudang teman teman wanitanya untuk main ke tempat kostnya. Dan asik nonton film atau mengobrol saja sepanjang hari.


Soal pacaran, bukanya Kinanti tidak mau. Ia hanya tidak ingin buang waktu untuk berpacaran. Meski sudah ada beberapa Pria yang sudah mencoba untuk mendekatinya. Tapi Kinanti tidak ingin berpacaran dan fokus karir.


Setelah ia siap untuk berangkat, wanita berumur 23 tahun itu keluar dari kamar kost dan langsung berjalan menuju sebuah halte bus.


Ketika Kinanti sudah berada di sebuah halte bus. Ia teringat dengan perkataan Prasetya. Jika ia perlu membeli sebuah alat tes kehamilan.


Karena Kinanti pikir dirinya sudah kesiangan. Kinanti memutuskan untuk beli alat tersebut nanti saat ia makan siang.


Kebetulan di samping gedung perkantoran tempat Ia bekerja ada sebuah apotik.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Silahkan di tanda tangani Pak, sebelah sini." Ucap Kinanti pada Prasetya, saat ia sedang memberikan hasil laporan yang sudah ia pelajari.


Prasetya kemudian membubuhkan tanda tangannya pada sebuah file yang sudah Kinanti sodorkan untuknya.


"Sudah tidak ada lagi Pak." Jawab Kinanti, yang kemudian ia merapikan kembali semua file file yang ada di atas meja.


"Saya kembali ke ruangan saya dulu Pak." Ucap Kinanti sambil menundukkan kepalanya, seraya hendak berlalu.


Tapi Prasetya menahan langkah Kinanti.


"Tunggu Kinanti. Kamu sudah tes urine mu?" Tanya Prasetya, langsung menanyakan tentang hasil tes urine yang ia perintahkan pada Kinanti.


Kinanti yang terhenti langkahnya kemudian berbalik dan memandang wajah Prasetya.


"Saya belum beli Pak, tadi pagi saya lupa. Karena saya juga sudah telat untuk berangkat ke kantor." tutur Kinanti memberikan alasan.

__ADS_1


"Ya sudah, tapi jangan lupa nanti kamu tes urine kamu. Malam ini aku sudah harus mengetahui hasilnya."


"Baik Pak." Jawaban Kinanti yang selalu patuh pada setiap perintah sang atasan.


Setelah berlalu dari ruangan Prasetya dan kini Kinanti sudah kembali berada di ruangannya. Pikiran Kinanti jadi sedikit kacau.


Bagaimana jika nanti aku hamil. Padahal aku masih sangat bersemangat untuk bekerja.


Dan aku ingin meniti karirnya dengan panjang.


Aku ingin memujudkan cita-citaku untuk memiliki beberapa aset sebagai investasi. Untuk menunjang masa depanku agar tidak menyusahkan kedua orang tua di kemudian hari.


Ya Allah. Dosa apa yang sudah aku buat. Sampai aku terjebak dalam sebuah hubungan dengan bos ku sendiri yang tanpa status.


Bahkan aku sudah berzina dengannya. Meskipun semuanya masih menjadi misteri juga bagi ku.


Tapi aku yakin, aku pasti tidak hamil. Lagi pula pada saat itu. Aku tidak begitu paham harus seperti apa jika seseorang melakukan hubungan seksual. (dan ingatan Kinanti kembali pada saat ia dan Prasetya tertukar peluh dan ******* di atas ranjang di kamar hotel Prasetya)


Flashback on


Tangan Prasetya juga sudah tidak bisa diam. Ia menjamah setiap jengkal lekuk tubuh Kinanti yang dia pikir itu adalah Hanin.


Ketika keduanya kini sudah dalam puncak gairah. Mereka pun sama sama melepaskan pakaian mereka. Dan di atas tempat tidur, di kamar hotel milik Prasetya.


Kedua insan manusia yang tidak punya hubungan status sah sebagai suami istri itu melakukan hubungan badan yang seharusnya mereka tidak melakukannya.


Percintaan panas nan membara itu benar-benar mereka lakoni seperti keduanya melakukannya dengan suka sama suka.


Yang ada di pikiran mereka saat itu hanyalah. Bagaimana mereka berdua sama sama mendapatkan klimaksnya.


Setelah beberapa kali melakukan penyatuan, mereka berdua sama sama terhempas ke tempat tidur dengan napasnya yang masih memburu.

__ADS_1


"Terimakasih Hanin." ucap Prasetya kala itu. Yang masih meyakini jika wanita yang ia ajak bersenggama itu adalah sang istri.


flashback off.


__ADS_2