Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Curhat Sama Ibu


__ADS_3

"Pras!" Seru Bu Damayanti, ibunya Prasetya. Saat melihat sang anak siang itu mendatangi rumahnya.


"Assalamualaikum, Ma." Sapa Prasetya pada sang Mama.


"Walaikumsalam, ko datang sendirian. Mana cucu dan menantu ku." Tanya Bu Dama pada Prasetya yang saat itu datang sendirian.


"Mereka di rumah Ma, ngak ikut. Pras juga tadi habis meeting. Jadi Pras mampir." Tutur Prasetya pada Mamanya.


"Oh, kalau kamu ngak meeting deket sini kamu ngak mau mampir gitu maksud mu." ledek Bu Dama pada Prasetya.


"Nggak juga ko Ma. Sebenarnya, kedatangan Pras kesini juga karena Pras ingin berbagi cerita sama Mama." Tutur Prasetya dengan memasang wajah serius pada ibunya.


Ketika mendengar ucapan Prasetya yang ingin membicarakan hal yang serius. Membuat Bu Dama menjadi was was.


Bu Dama kemudian memicingkan matanya dengan tajam ke arah Prasetya. Ia nampak memindai wajah sang putra dan mengamati wajah anak laki laki satu satunya itu.


"Jangan katakan kamu sedang ada masalah besar Nak." Tebak Bu Dama terhadap putranya.


"Justru kedatangan Pras ke sini ingin minta nasehat dan juga pendapat Mama. Karena Pras sudah sangat bigung Ma. Harus memulai dari mana untuk berkata jujur pada Hanin."


"Hanin? Jadi masalah itu juga menyangkut menantu kesayangan Mama!" Seru Bu Damayanti terlihat syok.


"Iya Ma."

__ADS_1


"Kamu selingkuh?" Tebak Bu Dama to the point.


"Nggak Ma, bisa kita bicara di kamar saja. Pras tidak bisa membicarakan hal itu di sini."


"Ya sudah, ayo ke kamar." Ajak Bu Dama.


Setelah mereka kini berada di dalam kamar. Tiba-tiba saja Prasetya berlutut dan bersimpuh di kaki Bu Dama yang ketika itu ia sedang duduk di tepian ranjangnya.


Bu Dama pada mendapati sang putera bersimpuh pada diri menjadi sangat heran.


Tidak hanya bersimpuh, Prasetya juga terlihat menangis.


"Maafkan Prasetya ya Ma." Tutur Pras pada Mamanya.


Tangis Prasetya justru kian pecah.


Melihat sang putra menangis tersedu-sedu seperti itu semakin membuat Bu Damayanti bingung bercampur penasaran.


Setelah beberapa menit Prasetya bisa mengendalikan diri. Prasetya yang sudah tenang itu kemudian mulai bercerita.


"Ma, Pras menghamili seorang wanita Ma." Ucap Pras sambil menatap wajah sang Mama. Mendengar perkataan Pras, seketika langsung membuat Bu Damayanti kaget bukan kepalang.


Karena ia tau persis sang putra. Pras tidak akan mungkin melakukan hal hina seperti itu. Tapi saat ia mendengar langsung dari mulut Pras bila ia telah menghamili seseorang membuat Bu Damayanti tidak percaya.

__ADS_1


"Pras, jangan mengada-ada kamu. Jagan bercanda!" Seru Bu Damayanti pada anaknya.


"Tapi ini benar Ma. Pras telah menghamili seseorang."


"Siapa?" Tanya Bu Damayanti tegas.


"Kinanti Ma."


"Siapa Kinanti? Mama tidak kenal."


"Kinanti itu sekertaris Prasetya di kantor."


"Bagaimana bisa? Kamu selingkuhi Hanin. Tega kamu Pras!" Seru Bu Damayanti.


"Nggak Ma, Pras tidak selingkuh." Sanggah Prasetya.


"Kalau nggak selingkuh kenapa dia bisa hamil."


"Itu kecelakaan Ma, aku dan dia melakukan hubungan intim saat kami sama sama dalam pengaruh minuman keras."


"Kenapa bisa minum minuman keras. Bukankah kamu selama ini tidak pernah minum. Jelaskan sama Mama dengan detail, sedetail-detailnya Pras." Tegas lagi Bu Damayanti, yang kini sudah terlihat mulai emosi.


Akhirnya, Prasetya pun menceritakan semua peristiwa yang terjadi antara dirinya dan Kinanti pada pada sang Mama.

__ADS_1


Prasetya bercerita apa adanya dan tidak ada yang di tutup tutupi.


__ADS_2