Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Dramatis


__ADS_3

Kau benar, aku suami bejat, aku suami yang tak pantas untuk mu. Jika kau mau membuang ku. Dengan begitu kamu akan bisa bahagia. Silahkan lakukan. Mungkin rasanya tidak adil untuk mu. Ketika aku khilaf dan aku memaksa mu untuk tetap bersama ku. Aku memang pantas untuk di tingalkan." Seusia berbicara seperti itu, Pras langsung pergi begitu saja meninggalkan kamar Hanin.


Dari jendela kamarnya. Hanin bisa bisa melihat Pras masuk ke dalam mobilnya dan kemudian ia melesat pergi meninggalkan depan rumah dengan langsung mengedarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Mas, jangan siksa diri mu. Jangan seperti itu." desis Hanin yang sebenarnya juga merasa kasian. Dan bisa merasakan. Jika sang suami kali ini benar-benar terlihat menyesal.


Tapi Hanin bisa apa. Hanin belum bisa memaafkan Pras dan belum bisa menerima kembali pria itu untuk berada di sisinya. Perasaan Hanin saat ini masih gamang.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Ma!" Panggil Prasetya pada mamanya saat ia datang berkunjung.


Ketika itu Bu Damayanti sedang menikmati makan malam di meja makan. Bu Dama langsung menoleh kearah sumber suara yang sudah tidak asing baginya.


"Pras." pangil Bu Damayanti pada anak laki laki satu satunya itu.


Ketika mendengar panggilan Pras. Ada sekelumit rasa aneh dari suara dan wajah yang Pras tujukan pada sang Mama.


Dan Bu Damayanti tau. Apa yang menyebabkan Prasetya menjadi tidak semangat seperti itu.


Sebagai seorang ibu, Bu Damayanti sangat sedih dan miris. Ia kasihan dan prihatin dengan keadaan sang anak.


Tapi, untuk kesalahan yang dilakukan oleh Prasetya saat ini. Bu Damayanti pun paham. Ia tidak bisa mengintervensi masalah rumah tangga Hanin dan Prasetya. Terlebih, anaknya lah yang bersalah.


Sudah hampir dua Minggu ini Pras terlihat berantakan dan tidak terurus.


Wajahnya kusut, tubuhnya nampak lesu dan badannya mengurus.


"Duduklah Nak, sini temani Mama makan." Ajak Bu Dama.


"Pras tidak lapar Ma. Aku kesini kangen sama Mama. Di rumah kan sekarang sepi. Tidak ada Hanin dan juga Ali." ucap Prasetya sambil memaksakan senyum tipis nya.


"Pras, jangan siksa dirimu. Jika sampai saat ini Hanin belum juga mau pulang ke rumah mu. Itu berarti dia belum bisa memaafkan mu. Jangan paksa dia untuk dan harus memaafkan mu. Itu namanya kamu egois. Jika kamu mau memperbaiki hubungan mu dengan Hanin. Tujukan diri mu yang lebih baik. Bukan seperti ini yang terpuruk. Pras, kamu harus siap dan menerima segala konsekwensinya. Maafkan Mama. Mama tidak bisa membantu mu untuk hal ini. Karena pada saat itu, Hanin yang menyaksikan sendiri kelakuan mu."


"Sudahlah Ma. Jangan lagi ungkit kesalahan Pras. Pras memang salah. Setiap kali kesalahan itu terlintas di benak ku. Rasanya aku ingin mengutuk diri Pras sendiri. Sekarang saja Pras sudah di hukum dengan perbuatan ku sendiri. Aku memang pantas menderita. Aku sedang merasakannya sekarang."


"Oya Ma. Pras minta tolong sama Mama untuk mengurusi uang tunjangan yang harus di berikan pada anak wanita itu. Setiap bulan aku akan memberikan Mama uang. Dan Pras minta tolong uang itu Mama kirim kan pada wanita itu. Aku sudah tidak mau berkomunikasi lagi dengan dia. Dan aku juga tidak peduli dengan anak itu. Yang penting aku memenuhi kebutuhannya."


"Iya, Mama bisa atur itu. Apa kamu sudah bertemu dengan Hanin. Apakah kalian sudah saling bicara?"

__ADS_1


"Sudah," jawab Pras datar.


"Bagaimana sikap Hanin?"


"Entahlah, sikapnya sudah berubah. Bukan dia yang berubah. Tapi aku yang membuat Hanin merubah sikapnya sama Pras. Seperti kata Mama. Aku tidak bisa memaksa nya untuk memaafkan aku. Jadi, saat ini aku hanya bisa pasrah Ma."


"Sabar Pras, perbaiki hidup mu, perbaiki sikap mu. InsyaaAllah, Hanin akan memaafkan mu."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sepulang dari rumah sang Mama. Pras masuk kedalam rumahnya sendiri dengan perasaan hampa.


Biasanya, Hanin yang selalu membukakan pintu di saat ia pulang dari bekerja. Tapi kini, penyambutan seperti itu sudah tidak ada lagi.


Berjalan menaiki anak tangga dengan lesu. Pras teringat dengan kata kata Hanin.


"Seandainya kita tidak bisa lagi bisa bersatu. Mas bisa menikahi Kinanti. Siapa tahu kita memang tidak berjodoh Mas. Siapa tahu jodoh Mas sesungguhnya adalah Kinanti. Jika memang Mas mau nya seperti itu, tidak apa apa Mas. Aku rela mundur, bukan karena aku mengalah. Tapi karena Mas Pras mungkin lebih mencintai dia."


"Perkataan mu itu menusuk ku Han. Hati ku sakit saat kamu malah menyuruh ku menikahi wanita penggoda itu. Bagaimana aku akan menikah dengannya. Jika saat ini yang ada di hati ku hanya rasa benci dengannya. Yang aku cintai itu kamu Han. Aku hanya tergoda dengan rayuannya. Tapi semua itu juga tidak lepas dari lemah nya rasa iman ku." ucap Pras membatin.


Sesampainya di dalam kamar. Pras langsung melepas kemejanya dan ia langsung bergegas ke kamar mandi.


Dan, Pras pun juga teringat dengan perkataan sang Mama.


"Pras, jangan siksa dirimu. Jika sampai saat ini Hanin belum juga mau pulang ke rumah mu. Itu berarti dia belum bisa memaafkan mu. Jangan paksa dia untuk dan harus memaafkan mu. Itu namanya kamu egois. Jika kamu mau memperbaiki hubungan mu dengan Hanin. Tujukan diri mu yang lebih baik. Bukan seperti ini yang terpuruk. Pras, kamu harus siap dan menerima segala konsekwensinya. Maafkan Mama. Mama tidak bisa membantu mu untuk hal ini. Karena pada saat itu, Hanin yang menyaksikan sendiri kelakuan mu."


"Aku tidak akan menyerah dan tidak akan melepaskan mu Han."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Solo


"Ibu, ibu," teriak Kinanti dari bilik nya. Ketika ia merasakan ce la na dalamnya basah oleh sesuatu.


Karena itu adalah pengalaman pertamanya hamil. Maka Kinan pun tidak paham dengan tanda-tanda akan melahirkan.


Mendengar teriakan Kinanti dari bilik nya. Bu Inah kemudian langsung berjalan bergegas menuju kamar Kinanti.


"Ada apa Nduk."

__ADS_1


"Perut Kinan rasanya mules Bu. Dan sepertinya ****** ***** Kinan basah."


Bu Inah kemudian mengecek kondisi Kinanti.


Dan ternyata, yang membuat basah ce la na dalam Kinan adalah air ketuban. Tidak hanya air ketuban Kinan yang sudah pecah. Tapi juga ada noda darah di sana.


"Sepertinya kamu akan melahirkan Kinan. Tunggu, ibu bangunkan Bapak dulu." ucap Bu Inah dengan sedikit panik.


Bu Inah kemudian membangunkan suaminya.


Kepanikan pun kini menyelimuti Bu Inah dan suaminya. Karena Kinan nampaknya akan melahirkan.


Kebetulan pada saat itu Bagas sedang pulang ke Solo. Akhirnya, Bapak nya Kinanti minta tolong sama Bagas untuk membawa Kinanti ke rumah sakit.


Mendengar Kinanti hendak melahirkan. Dengan sigap, Bagas langsung membantu membawa Kinan ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Kinanti langsung ditempatkan pada ruang persalinan.


"Bu, ini air ketubannya sudah tidak mencukupi jika Bu Kinan akan melahirkan secara normal. Sepertinya Bu Kinanti harus melahirkan secara Cesar." Tutur sang dokter.


"Karena di rumah sakit ini tidak ada alat untuk melakukan tindakan operasi Cesar. Maka Bu Kinanti akan kami rujuk ke rumah sakit yang lain."


"Apa saja yang terbaik Bu dokter. Yang penting anak kami bisa melahirkan bayinya." tutur Bu Inah.


"Kami akan menyiapkan ambulans dan kami akan membuat surat rujukannya. Agar sesampainya di sana Bu Kinanti bisa langsung di tangani." Imbuh sang dokter.


Dan malam itu, Kinanti dibawa ke rumah sakit yang lebih besar untuk dilakukan tindakan operasi Cesar.


Tapi, belum sempat Kinanti sampai di lokasi rumah sakit yang akan mengoperasinya.


Kinanti sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit itu. Selamat dalam perjalanan, Kinan disiksa dengan rasa mulas yang begitu menyakitkan.


Dan, pada akhirnya. Kinanti yang sudah tidak tahan dan sudah tidak kuat itu mengejan dengan sangat kuat.


Sehingga membuat Kinanti pada akhirnya melahirkan anaknya di dalam ambulans.


Untungnya di sana kala itu ada seorang bidan yang menemani. Sehingga proses melahirkan secara dramatis itu bisa di tangani.


"Selamat Bu, anak nya sudah lahir dengan selamat. Berjenis kelamin perempuan. Tapi kita harus cepat sampai di rumah sakit. Agar Ibu dan bayinya mendapat penanganan."

__ADS_1


"Iya Bu, tapi, saya sudah kuat lagi Bu. Kepala saya pusing." sedetik berikutnya, Kinanti sudah tidak sadarkan diri.


__ADS_2