Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Datang berkunjung


__ADS_3

"Han besok aku harus pergi ke Solo. Aku ke sana untuk urusan bisnis. Kebetulan besok kan hari Sabtu minggu. Jadi sambil melakukan perjalanan bisnis. Aku mau ngajak kamu sama Ali. Jadi tolong siapkan untuk kebutuhan kita berangkat ke Solo. Aku akan mengajak kalian." Ujar Prasetya sebelum ia berangkat ke kantor pagi itu.


"Oh, iya Mas. Nanti akan aku siapkan. Memangnya tidak apa-apa jika aku dan Ali ikut ke Solo. Apa tidak mengganggu pekerjaan Mas Pras?" Tanya Hanin sambil merapikan dasi sang Suami.


"Tentu saja tidak mengganggu. Kalian kan nanti bisa menunggu di hotel. Sekalian kita bisa jalan-jalan."


"Ya sudah kalau Mas mau ajak aku sama Ali ke Solo. Nanti aku siapkan barang barang nya."


"Ya, kalau begitu aku berangkat dulu ya. Jangan lupa siapkan keperluan kita untuk pergi. Hari ini aku akan pulang cepat." tutur Prasetya yang kemudian ia mencium kening Hanin seperti biasa sebelum berangkat bekerja.


"Hati hati sayang." seru Hanin dengan tersenyum manis pada sang suami.


"Iya sayang ku." jawab Prasetya, kemudian ia langsung bergegas masuk ke dalam mobil nya dan berangkat bekerja.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Mas sepertinya aku sama Ali nggak bisa ikut ke Solo deh. Ali tiba-tiba badannya panas dari siang. Maaf ya Mas, nggak bisa menemani Mas Pras pergi ke Solo. Lagian juga perginya hanya dua hari. Jika untuk bolak-balik, nanti Ali capek. Mending Hanin dan Ali nggak usah ikut." lapor Hanin pada Prasetya yang saat itu baru saja masuk ke kamar setelah pulang dari kantor.


"Ya sudah kalau gitu. Pasti kamu capek seharian jaga Ali. Bagaimana sekarang keadaannya?"


"Sudah tidak demam. Sekarang sudah tidur." ucap Hanin.


"Aku mandi dulu ya Mas. Bandan ku lengket." ujar Haningrum. Yang kemudian ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ketika Hanin sudah berada dibawah guyuran air shower di kamar mandi. Tiba-tiba saja seseorang mendekapnya dari belakang.


Sontak saja hal itu membuat Hanin kaget.


"Mas!" seru Hanin, yang langsung menoleh dan menghadap ke arah Prasetya yang ternyata menyusulnya mandi.


"Maaf membuat mu kaget. Sudah lama kita tidak mandi bersama. Kita mandi sama-sama ya." ujar Prasetya yang kini badannya juga sudah basah kuyup oleh siraman air shower.


Haningrum hanya bisa mengangguk pasrah. Mereka kemudian melanjutkan ritual mandi bersama nya dengan melakukan ritual berhubungan badan.


Di bawah guyuran air shower, Hanin dan Prasetya sama sama saling memberikan apa yang mereka butuhkan.


"Terimakasih untuk energi nya malam ini sayang." Ucap Prasetya sesuai mereka selesai dengan aktivitas mandi bersamanya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Mas sarapan dulu." pangil Hanin pada Prasetya, yang pagi itu pamitan pada Ali putranya jika ia hendak pergi ke luar kota.


"Ayah gedong ya. Kita sarapan bersama di bawah." Prasetya kemudian mengendong Ali untuk di ajak turun ke bawah ke meja makan.


"Ayah jangan lama lama pergi nya." celoteh Ali yang kini sudah duduk manis di kursinya.


"Ayah hanya pergi dia hari sayang. Tidak lama. Karena Aku tidak begitu sehat, Bunda di rumah jaga Ali." Tutur Prasetya pada sang putera.

__ADS_1


"Iya ayah." Jawab Ali patuh.


Kemudian, mereka melanjutkan acara sarapannya.


Sebenarnya Pras ingin bilang kepada Hanin jika kepergiannya ke solo ia ingin sekalian menjenguk Kinanti.


Tapi mulut Pras rasanya kelu untuk mengatakan hal itu.


Prasetya rasanya tidak mampu untuk berkata jujur pada Hanin perihal rencananya untuk mengunjungi Kinanti. Pras takut jika Hanin nanti malah salah paham dan tersinggung.


Oleh sebab itu Pras harus mengurungkannya saja niatannya untuk berbicara minta izin kepada Hanin untuk bertemu Kinan.


Lagi pula, pikir Pras. Selepas kegiatan bisnisnya di Solo. Ia hanya akan pergi ke rumah Kinanti untuk melihat keadaan Kinan saja.


Dengan diantar oleh sopir, Pras pergi ke bandara pagi itu untuk terbang ke Solo sendirian.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sesampainya di Solo. Pras langsung menemui rekan-rekan bisnisnya yang sudah ada di sana sebelumnya.


Mereka melakukan pertemuan di sebuah restoran untuk membahas masalah pekerjaan.


Hari pertama di solo, Pras sudah di sibukkan dengan kegiatannya.


Sesampainya di hotel, Prasetya langsung melakukan panggilan video call dengan Hanin.


"Bagaimana keadaannya Ali? tanya Pras pada Hanin, menanyakan kabar anak mereka.


"Mas penginap di hotel tak jauh dari bandara. Lihatlah, Mas sendirian kok. Di sini nggak ada siapa-siapa selain Mas." ujar Prasetya, yang kemudian mengedarkan kamera ponselnya untuk menunjukkan seisi ruangan hotel nya.


"Tu kan, Mas sendirian. Coba ada kamu, pasti Mas tidak kesepian."


"Terus besok Mas ke mana lagi?" tanya Hanin ingin tau.


"Mas besok masih ada meeting dari pagi sampai siang. Setelah itu mungkin mas bisa langsung pulang. Tapi tiket pesawat emas berangkat jam 22.00 malam."


"Ya sudah kalau begitu. Mas hati-hati ya. Mas istirahat, pasti capek. Aassalamualaikum Mas."


"Waalikumsalam sayang." pungkas Prasetya mengakhiri percakapan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dan keesokan harinya. Prasetya kembali disibukan dengan kegiatan kunjungan kerjanya di Solo.


Seperti hari kemarin, dia juga menemui beberapa rekan bisnisnya di sana untuk membicarakan masalah kerjasama antar perusahaan.


Dan kebetulan, rapatnya pada hari itu berlangsung lebih cepat.

__ADS_1


Waktu pada saat itu menunjukkan pukul 11.00 siang. Prasetya nampak menimbang-nimang.


Apakah ia akan mengunjungi Kinanti atau tidak. Karena pada hari itu adalah hari terakhirnya ia berada di Solo.


Karena sudah berada di Solo. Kapan lagi dia bisa mengunjungi wanita yang kini telah mengandung anaknya.


Lagi pula dia hanya sekedar mengunjungi, tidak akan melakukan apa-apa, pikir Prasetya.


Dengan menaiki sebuah taksi. Akhirnya Pras memutuskan untuk pergi ke rumah Kinanti pada siang hari itu.


Sesampainya di depan rumah. Dengan menghela nafas berat. Prasetya melangkahkan kakinya untuk menuju rumah Kinanti.


Dengan masih mengenakan pakaian kemeja berwarna biru dan juga celana warna hitam yang terlihat rapi. Pras terlihat gagah dan sangat tampan mendatangi rumah Kinanti.


"Assalamualaikum." seru Prasetya yang kala itu mengetuk pintu rumah Kinanti.


Dari dalam rumah, Kinanti yang saat itu sedang tidur-tiduran di kamarnya merasa kaget mendengar sebuah suara yang tidak asing bagi dirinya.


Kinan pikir itu adalah mimpi. Tapi setelah ia benar-benar tersadar itu bukan mimpi. Kinanti langsung menjajakan kaki telanjangnya ke lantai.


Kemudian dia berjalan perlahan menuju pintu ruang tamu.


"Assalamualaikum." seru lagi Prasetya. Karena tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah.


Yakin dengan suara itu adalah suara Prasetya. Kinanti dengan hati berdebar-debar pembukaan pintu rumahnya.


Saat dia membuka pintu rumah. Benar saja, seseorang yang ia sangat cintai begitu dalam berdiri di hadapannya dengan mengenakan pakaian yang sangat rapi yang sangat membuat dia terkesan seperti dulu saat mereka masih menjadi atasan dan bawahan.


Sosok Prasetya yang terlihat tampan dengan mengenakan pakaian kantor selalu menjadi kesan untuk Kinanti.


Wajah putih itu tampan itu seketika langsung membuat darah Kinanti berdesir hangat.


"Pak Prasetya." pangil Kinanti dengan mulut ternganga tak percaya melihat Pria pujaannya berdiri di hadapannya.


Sedangkan Prasetya sendiri yang sudah lama tidak melihat mantan sekretaris itu pun menjadi sedikit kaget dengan perubahan tubuh Kinanti.


Mantan sekretarisnya itu kini perutnya sudah membuncit besar. Dan di dalam perut itu ada benihnya sedang tumbuh.


Untuk sejenak, baik Prasetya dan Kinanti hanya saling membeku.


Keduanya sama-sama merasakan kecanggungan, karena mereka sudah lama tidak berjumpa.


Prasetya sama Ali



__ADS_1




__ADS_2