Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Hanin Pras vs Kinan Bagas


__ADS_3

Setelah pekerjaannya selesai. Sore itu Kinan bergegas mengambil sweater rajut panjang miliknya dan mengenakannya. Ia berniat untuk pergi berbelanja.


"Halo, Kin." sapa Nita saat ia di hubungi oleh Kinanti lewat sambungan telepon.


"Halo Nit, aku berencana untuk berbelanja ke super market. Jika kamu sudah pulang dan aku tidak ada di apartemen berarti aku belum pulang belanja. Aku hanya beri tau kamu kalau kau mau belanja." ucap Kinanti yang saat itu sudah duduk di kursi penumpang bagian belakang di sebuah taksi.


"Oke, hati hati belanjanya. Kenapa tidak tunggu aku saja sih. Aku kan bisa bantu kamu. Aku masih di kantor, sebentar lagi pulang." ucap Nita di sebrang telepon sana.


"Tidak apa apa aku bisa sendiri." Jawab Kinanti.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dengan mendorong sebuah troli. Kinanti menyusui lorong demi lorong yang berada di supermarket tersebut.


Ia menaruh beberapa aneka buah-buahan di dalam trolinya.


Saat ini buah-buahan dan makan makanan bergizi adalah makanan yang sangat diperlukan untuk kebutuhan janin dan dirinya. Karena ia ingin selalu sehat dan anak yang ia kandung juga mendapatkan nutrisi yang cukup.


Ketika Kinanti sedang memilih milih sebuah olahan makanan jadi di sebuah counter. Seseorang memanggilnya dari belakang.


"Kinan!" Sebuah suara terdengar lembut itu terdengar tidak asing di telinga Kinan.


"Bagas."


Dengan mengenakan seragam dinas polisinya. Bagas Pramudya, sahabat karibnya nampak sudah berdiri tegap di belakangnya. Dengan menenteng sebuah keranjang. Bagas pun tersenyum saat ia tak sengaja bertemu kembali dengan Kinanti di supermarket.


"Sedang apa kau di sini?" Tanya Bagas basa basi.


"Jangan membuat sebuah pertanyaannya jika kamu sudah tau jawabannya. Tentu saja aku berbelanja." jawab Kinan.

__ADS_1


"Kenapa belanja sendirian, seharusnya ajak temen mu. Lihatlah, keranjang mu sangat penuh. Pasti sangat berat ini jika di dorong." ujar Bagas.


"Kamu tau aku tidak suka merepotkan seseorang jika aku mampu Bagas."


"Iya aku tau, tapi kamu kan sedang hamil." Dan perkataan Bagas membuat Kinanti menghela nafas panjang.


"Kamu dari dulu tidak berubah ya. Tetap care, dan bawel." ujar Kinanti sambil tersenyum tipis pada Bagas.


"Perhatian ku sama kamu tidak akan pernah berubah Kinan."


Sejenak mereka saling pandang. Kinan kemudian buru buru membuang mukanya.


"Kamu sendiri ngapain?"


"Belanja lah. Ngapain lagi." jawab Bagas sambil bercanda.


"Aku tidak mau merepotkan kamu Gas,"


"Nggak, aku nggak repot. Sudah, mau keliling di mana lagi." ucap Bagas.


"Makasih sebelumnya."


Tenang saja, lain kali ajak temen mu. Memang kamu tidak takut kelelahan, kamu kan sedang hamil."


"Temen ku masih bekerja. Belum pulang, sekarang aku pindah tempat tinggal."


"Kenapa tidak pulang kampung saja Kin."


"Aku masih ingin melakukan sesuatu. Kalau di kampung pasti aku tidak ada kegiatan."

__ADS_1


Dengan ditemani Bagas, Kinanti melanjutkan belanjanya.


"Serius kamu sudah selesai tugas?" Tanya lagi kinanti yang merasa tidak enak pada Bagas.


"Sudah tenang saja, aku sudah selesai tugas kok. Aku juga mau kembali ke basecamp. Ada beberapa barang yang ingin aku beli dulu. Makanya aku mampir ke supermarket tadi."


Saat Kinanti dan Bagas sedang mendorong troli menyusuri lorong demi lorong yang ada di supermarket tersebut.


Tanpa sengaja, mereka berpapasan dengan Hanin dan juga Prasetya. Yang kebetulan pada saat itu Pras juga sedang mendorong troli dan Hanin ada di samping Prasetya.


Sejenak mereka saling membeku. Pras bersama Hanin dan Bagas bersama Kinanti.


Prasetya



Haningrum




Bagas



Kinanti


__ADS_1


__ADS_2