
Di tengah-tengah aktivitas sibuk mengerjakan tugas-tugasnya di kantor. Saat Prasetya sedang berkonsentrasi di depan laptopnya. Sebuah bunyi notif pesan masuk di ponsel miliknya.
Karena di kira itu pesan dari Hanin, Pras buru buru membuka isi pesan tersebut.
Ketika Prasetya memeriksa kotak masuk di ponselnya. Ternyata pesan itu dari Kinanti.
Sejenak Prasetya berpikir, kemudian ia membuka isi pesan tersebut.
Apa kabar Pak Pras, maaf jika saya mengganggu. Saya hanya mau memberitahu jika prediksi lahir saya kurang lebih dua Minggu lagi. Ini saya berikan foto USG bayi kita. Bapak mau tahu apa jenis kelamin bayi kita?
Setelah membaca isi pesan yang Kinanti tulis, kini Prasetya menjadi sangat penasaran dengan jenis kelamin bayi yang ada di kandungan Kinanti. Kemudian Pras pun membalas.
Kabar ku baik Kinanti. Apa jenis kelaminnya? tanya Prasetya pada pesan singkatnya kepada Kinanti.
Dan tak perlu waktu yang lama. Kinanti mungkin yang di sana juga sudah siap untuk berbalas pesan dengan Prasetya dengan begitu cepat merespon.
Jenis kelaminnya perempuan, berat badannya sudah 3 kilo lebih, dia sangat sehat.
__ADS_1
Setelah mendengar jenis kelamin bayinya yang ada di kandungan Kinanti adalah perempuan. Hal itu membuat hati Pras menghangat. Meski itu adalah anak dari hasil zina nya dengan Kinanti.
Mempunyai anak perempuan memang sangat di inginkan oleh Prasetya setelah ia sudah dikaruniai seorang anak laki-laki.
Alhamdulillah jawab Pras singkat.
Apa Pak Pras tidak punya rencana untuk pergi ke Solo. Untuk melihat anak ini nanti jika sudah lahir.
Tulis lagi Kinanti pada pesan singkat yang ia tulis untuk Pras.
Pras kemudian berfikir sejenak. Sebelum ia membalas pesan yang ditulis Kinanti.
Semoga Pak Prasetya bisa meluangkan waktu untuk bisa menengok anak Pak Pras nanti, jika ia sudah lahir.
InsyaAllah, aku akan usahakan, tapi aku juga tidak bisa berjanji. jawab Prasetya lagi.
Sesuai berbalas pesan dengan Kinanti. Pras kemudian langsung menghapus semua isi chat yang ada di ponsel. Kecuali satu foto gambar USG bayinya.
__ADS_1
Pras kemudian melihat lihat lagi foto USG itu. Ia memperhatikan foto tersebut dengan seksama. Ada rasa bersalah yang hinggap di hati Prasetya.
Sebuah rasa bersalah terkhusus sangat ia rasakan pada darah dagingnya yang kini sedang tumbuh di rahim Kinanti.
Maafkan ayah sayang, jika selama ini ayah tidak pernah memperhatikanmu selama kamu ada di dalam kandungan ibumu.
Kamu harus tahu nak, bahwa keberadaan mu ini sesungguhnya tidak diinginkan.
Tetapi karena kamu sudah ada di dunia dan hidup di dalam rahim ibumu. Maka kamu pun harus tumbuh dan terlahir di dunia dengan selamat.
Dan aku sebagai ayah biologis mu, ayah sungguh minta maaf jika selama kau ada di dalam kandungan ibumu. Ayah tidak bisa memberikan kasih sayang ayah sama kamu.
Saat kamu sudah lahir nanti, dan saat kamu tumbuh besar. Ayah juga tidak bisa disisimu. Karena Ayah dan ibumu bukanlah seorang pasangan yang sah.
Suatu saat kamu pasti akan mengerti dan paham dengan keadaan kita. Semoga ibumu, mungkin nanti akan mendapatkan jodoh. Dan suaminya akan menjadi ayah sambung mu.
Meski begitu, sebagai ayah biologis mu. Ayah tidak akan pernah melupakan dirimu sayang. Dan akan selalu menyayangimu dan juga mencintai mu.
__ADS_1
Salam sayang dan cinta ayah dari jauh untuk mu putri ku. Ucap Prasetya membatin sambil terus memandangi gambar foto USG itu.