Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Minta Bantuan Mama


__ADS_3

Flashback on


Setelah mendengar penjelasan sang dokter. Prasetya kemudian berpikir keras.


Jika Kinanti harus istirahat total dan juga harus badrest.


Siapa yang akan menemani Kinanti. Karena yang Pras tau, Kinanti tinggal sendirian di rumah kostnya.


Sedangkan Kinan sendiri tidak boleh melakukan apapun.


Hal itu lah yang kini sedang di pikir kan oleh Prasetya. Dirinya bukannya perhatian pada Kinanti.


Tapi Pras hanya mengkhawatirkan anaknya yang saat ini ada dalam kandungan Kinanti.


Karena bagaimanapun, Prasetya juga tidak bisa egois untuk membiarkan Kinanti begitu saja.


"Aku harus bagaimana dan melakukan apa?" ucap Prasetya, yang kini justru malah bingung. Karena ia dalam posisi serba salah.

__ADS_1


"Mama, hanya Mama yang bisa bantu aku." Ucap Prasetya mendapat ide.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Kemudian Prasetya langsung menghubungi mamanya.


Begitu sambungan teleponnya tersambung dengan mamanya. Prasetya pun menjelaskan semua kronologi yang terjadi pada Kinanti.


Prasetya menjelaskan pada sang Mama jika perhatian yang ia lakukan saat membawa Kinanti ke rumah sakit bukanlah untuk Kinanti pribadi.


Tapi semata-mata hanya untuk anak yang dikandung oleh Kinanti.


Jika Pras membiarkan begitu saja Kinanti dalam keadaan pendarahan. Hal itu akan mengancam keselamatan keduanya.


Dan Pras tidak setega itu membiarkan hal itu terjadi.


Bu Damayanti pun paham dengan situasi yang sedang di hadapi anaknya.

__ADS_1


Lalu Bu Damayanti bilang kepada Prasetya, jika dialah nanti yang akan mengurusi Kinan.


"Soal Kinanti biar Mama saja yang urus. Setelah ini kamu jangan lagi pergi ke rumah sakit. Besok Mama yang akan datang ke sana." Ujar Bu Dama.


"Dan Mama yang akan memikirkan bagaimana soal Kinanti setelah kejadian ini. Mama hanya tidak ingin Hanin nanti cemburu sama kamu. Kamu harus bisa menjaga perasaan istrimu Pras." Tutur Bu Damayanti mengingatkan Prasetya.


"Iya Ma, Pras juga berfikir seperti itu."


"Kamu harus bersyukur Hanin bisa bertahan di sisimu saat kamu sudah melakukan kesalahan yang luar biasa fatal. Bagi seorang istri, kesalahan yang kamu lakukan itu tidak mudah untuk di terima. Seorang istri bisa memaafkan kesalahan apapun yang di lakukan suaminya asalkan tidak berselingkuh dan main perempuan. Tapi kesalahan mu itu soal perempuan Pras. Tapi nyatanya Hanin bertahan di sisimu karena dia melihat kamu tidak sepenuhnya bersalah. Kamu melakukan itu karena di jebak. Meskipun begitu, sebagai seorang wanita pasti masih tertinggal rasa sakit hati di hati Hanin Pras. Makanya kamu kurang-kurangin berinteraksi dengan Kinanti. Dan tidak perlu kamu sibuk mengurusinya. Soal apa apa yang terjadi dengan Kinanti saat ini. Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Yang penting kamu tau kandungannya baik baik saja. Biar Mama yang handle masalah ini. Karena bagaimanapun sebagai seorang manusia yang punya hati nurani. Anak yang di kandung wanita itu juga cucu Mama. Mama tidak bisa menjadi manusia kejam dan jahat yang membiarkan anak itu mati tanpa pertolongan." Tutur Bu Damayanti panjang lebar.


"Terima kasih Ma, untuk semua pengertiannya. Maaf jika sudah repotin Mama. Pras akan transfer uang ke Mama untuk biaya rumah sakit Kinanti."


"Itu soal gampang Nak. Kamu pulang saja sekarang. Suruh saja temannya Kinanti untuk menemani dia di rumah sakit untuk malam ini. Atau kamu bayar saja seorang perawat untuk membantu wanita itu selama di rumah sakit. Suruh siapa sajalah, yang penting jangan kamu yang jaga."


Dan setelah itu, Prasetya pamit pada Kinanti untuk pulang ke rumah. Karena waktu juga telah menunjukkan tengah malam.


"Terimakasih sebelumnya telah membawa saya ke rumah sakit Pak." Ucap Kinan pada Pras sebelum Prasetya berlalu dari kamar inap yang di tempati Kinanti.

__ADS_1


"Sama sama, saya lakukan ini demi anak yang kamu kandung." Jawab Pras. Setelah itu ia keluar dari kamar.


__ADS_2