Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Merajut kembali rasa cinta


__ADS_3

"Terimakasih sudah tetap ada di sisi Mas, Hanin."


Kemudian Pras bangkit dari duduknya dan berjalan beberapa langkah ke hadapan sang istri.


Sambil duduk di sebelah Hanin, Prasetya meraih pundak Hanin dan menarik tubuh wanita cantik itu untuk bersandar di dadanya.


Hanin hanya bisa menurut. Ia kemudian bersandar pada dada kokoh suami yang sebenarnya sangat ia cintai dan sangat ia hormati itu.


Tapi entah kenapa, sejak sang suami terlibat affair dengan sekertaris nya sendiri. Hal itu merubah pandangan Hanin pada sang suami. Bahkan kini, Hanin dalam pergolakan batin.


Insyaallah Hanin bisa bertahan di sisimu Mas, ucap Hanin dalam hati.


Untuk beberapa menit, pasangan suami istri itu hanya saling terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Saat kepala Hanin menempel pada dada bidang Prasetya. Yang ia dengar dan rasakan saat itu hanyalah detak jantung sang suami dan hembusan napas hangat pria berbadan tinggi besar tersebut.


Hanin sejenak menenggelamkan dirinya dalam dekapan hangat sang suami.


Tangan kokoh itu mendekapnya, seolah takut kehilangan dirinya.


Dan detak jantung itu terdengar berirama sejalan dengan hembusan nafas hangat Pras.


Dan aroma tubuh maskulin Pria yang sudah memberi ia anak itu tercium begitu exsotis di panca penciuman Haningrum.


MasyaaAllah tabarakaallah Mas, aku masih secinta ini sama kamu sebenarnya.


Kamu adalah ladang pahala ku. Tepat dimana aku bisa bernaung mencari kebahagiaan dunia dan akhirat ku.


Bersama mu aku merasa sempurna Mas. Kamu juga memperlakukan aku seperti ratu.


Tapi setelah semua itu terjadi. Sanggupkah aku bisa mencintai mu seperti dulu Mas?


Dan saat ini Hanin sedang berperang dengan rasa ego di hati Hanin yang ingin pergi dari kehidupan Mas Prasetya. Ucap Hanin membatin.


"Sudah malam, ayo kita masuk ke dalam. Sekarang sudah jam 23.30 malam." Ucap Prasetya.

__ADS_1


Kemudian Pras berdiri dan tidak melepaskan tautan tantangannya yang menggegam tangan Hanin.


Hanin pun menurut. Sambil berjalan beriringan, pasangan suami-istri itu akhirnya kembali masuk ke dalam rumah.


Sesampainya mereka di dalam kamar. Hanin langsung bergegas menuju ruang ganti pakaian. Karena ia ingin melepaskan hijabnya dan berganti baju tidur.


"Han, bisa minta tolong bukakan kancing kemeja Mas!" seru Prasetya yang tiba-tiba sudah berada di belakang Hanin yang kala itu baru saja melepaskan hijabnya.


Tanpa banyak bicara, Hanin langsung memutar tubuhnya dan kini ia berdiri tepat di hadapan Pras.


Dengan mengunakan kedua tangannya, Hanin berusaha melepaskan satu persatu kancing baju di kemeja sang suami.


Saat kancing di kemeja baju sang suami sudah terlepas semua. Hanin pun membantu untuk melepaskan kemeja itu agar terlepas dari badan atletis Pras.


"Sudah sana, Mas mandi dulu. Bau keringat Mas." Keluh Hanin.


Tapi bukannya mandi, Pras justru meraih tubuh Hanin dan menghentakkan tubuh sang istri untuk kembali menempel pada dirinya.


"Mas." pekik Hanin.


"Mas sangat merindukan Haningrum nya Mas yang dulu. Tapi bukannya Mas tidak suka dengan diri mu yang sekarang. Hanya saja, aku tidak suka dan tersiksa jika melihat wajah ayu ini terlihat sedih." Tutur Pras sambil menempelkan telapak tangannya ke satu sisi pipi Haningrum.


"Mas akan perbaiki semua Han." Ujar Prasetya lagi.


Yang kini ia dengan perlahan lahan mendekatkan wajahnya ke wajah Hanin.


Kemudian dengan pelan tapi pasti. Prasetya menempel bibirnya ke bibir Hanin.


Pras kala itu sengaja mendiamkan bibirnya di bibir Hanin. Pras ingin istrinya itu membalas ciumannya.


Tapi ternyata, Hanin hanya diam tidak membalas.


Menyadari Hanin tidak membalas ciumannya. Kini Pras lah yang berinisiatif untuk meneruskan apa yang ingin ia teruskan.


Bibir Pras kini bergerak ke bibir Hanin dan memaksa bibir itu untuk terbuka.

__ADS_1


"Han, kita sudah bermain, biarkan aku menyenangkan diri mu. Bukalah bibir mu dan izinkan aku masuk." Tutur Pras dengan suara berbisik.


Pras kemudian mengulangi lagi aksinya. Dan kini Hanin mau untuk membuka mulutnya.


Dan Pras pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


Bibir Pras langsung bekerja menyelami bibir Hanin dengan penuh kelembutan. Ia benar-benar ingin memberikan Hanin kebahagiaan lewat sentuhan ke keintiman yang ia ciptakan.


Dan, siasat Pras nampaknya berjalan lancar. Ketika Pras semakin memanjakan sang istri dengan penuh kelembutan saat mereka saling berbalas ciuman. Tensi gairah di antara keduanya juga semakin tinggi.


Prasetya kemudian meraih kedua tangan Hanin dan menaruh tangan itu ke pundaknya. Dengan gerakan cepat, Prasetya meraih tubuh Hanin dan mengendong nya seperti koala.


Tanpa mendengar lagi protestan sang istri. Pras langsung membawa sang istri ke kamar mandi.


"Tidak ada yang berendam di tengah malam Mas." ptotes Hanin.


"Kenapa tidak, kita bisa melakukan apa saja kan." jawab Pras, yang kemudian dia menyalakan air hangat yang ada di bathtub.


Hanin yang saat itu mengambil selembar handuk untuk menutupi tubuh polosnya terlihat pasrah.


"Ayolah Han, buat momen ini sempurna. Jangan rusak suasana. Kita sudah sempurna melakukannya tadi, kita hanya perlu membuat momen ini berjalan lebih sempurna lagi. Mari kita mulai dari awal kembalikan cinta dan kehangatan kita. Kita hangatkan kembali rumah tangga kita seperti dulu." Ucap Pras, yang kemudian ia mengulurkan tangannya kearah Hanin.


Dengan sedikit ragu, Hanin kemudian menjatuhkan handuk yang tadi ia gunakan untuk menutupi tubuhnya.


Setelah handuk meluncur ke lantai. Hanin kemudian berjalan dan menyusul sang suami yang sudah lebih dulu ada di bathtub.


Wajah Prasetya pun nampak tersenyum puas. Karena sang istri menurut.


"Aku akan membuat mu bahagia." Tutur Prasetya saat kini keduanya sudah berada di dalam bathtub yang sudah terisi penuh dengan air hangat itu.


Dan, biarkan mereka bersenang-senang ♥️


Setelah selesai dengan ritual dan kegiatan mereka di kamar mandi.


Prasetya dan juga Hanin sama sama membersihkan diri dan bersuci.

__ADS_1


Setelah mereka keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi. Keduanya kemudian melakukan sholat malam berjamaah.


Setelah melakukan sholat malam bersama sama. Pasangan suami-istri itu kemudian sama sama bergegas ke tempat tidur untuk beristirahat.


__ADS_2