Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Berusaha lebih baik


__ADS_3

Suara adzan subuh samar-samar terdengar di telinga Prasetya ketika ia masih tertidur lelap di kamarnya pada pagi itu.


Setiap pagi, biasanya Hanin selalu bangun terlebih dahulu. Kemudian ia dibangunkan oleh Hanin untuk melakukan salat subuh.


Seperti tadi malam yang sudah menjadi niatnya. Prasetya ingin menjalankan nasehat dari sang mama.


Jika tidak ada gunanya ia meratapi keterpurukan.


Tetapi ia harus bisa membuktikan pada Hanin jika dirinya memang serius ingin berubah dan mengubah semua yang ada di dalam dirinya.


Dan semua itu harus diawali dari dirinya sendiri.


Bangkit dari tempat tidur, Pras kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan kemudian ia melaksanakan salat subuh.


Seusai sholat, Pras menengadahkan kedua tangannya untuk berdoa. Ia nampak khusyuk dalam berdoa.


Selepas selesai menjalani ibadah shalat subuh. Pras teringat dengan kegiatan yang Hanin setiap pagi lakukan.


Jika mereka sudah beranjak dari tempat tidur. Maka Hanin dengan segera akan merapikan tempat tidur mereka.


Ketika melihat tempat tidur nya sedikit berantakan. Pras pun kemudian berinisiatif untuk membereskan tempat tidur. Membenarkan bantal dan melipat selimut.


Setelah itu, Pras mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar. Ia pun lantas membereskan apa apa yang terlihat berantakan.


Setelah semua terlihat rapi. Pras kembali ke kamar mandi dan melakukan ritual bersih-bersih. Karena ia harus berangkat ke kantor.


Sehabis mandi, Pras berjalan ke ruang ganti baju yang ada di sisi ruang kamar.

__ADS_1


Dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggang. Pras memilih milih kemeja yang akan ia pakai. Kemudian memadukannya dengan setelan celana serta dasi.


Biasanya, kegiatan memilih kemeja yang akan ia kenakan selalu di siapkan oleh Hanin.


Tapi sekarang, ia harus melakukan itu sendiri.


Setelah ia rapi, Pras kemudian menuruni anak tangga dan bergegas ke ruang makan.


Pras bersarapan sendiri di ruang makan tanpa protes.


Beberapa hari setelah Hanin pergi. Pras selalu protes dengan menu makanan yang sudah di siapkan art nya. Tapi untuk pagi ini ia tidak protes dan makan apa yang ada di atas meja.


Seusai sarapan, Pras kemudian mengambil ponselnya dan ia memandangi layar ponselnya yang berwallpaperkan gambar Hanin.



Lalu, terpikir oleh Pras untuk mengirim pesan untuk Hanin.


Assalamualaikum Hanin, aku hari ini ada meeting ke luar kota. Tidak jauh, hanya ke Bogor. Seusai meeting aku akan pulang. Aku hanya memberitahumu soal itu. Salam sayang dan cinta untuk kamu dan juga Ali. Aku sangat mencintai kalian berdua. Aku kerja dulu ya. Assalamualaikum.


Setelah menulis pesan untuk Hanin. Pras kemudian langsung bangkit dari kursi duduknya dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


Ritual-ritual seperti itulah yang sekarang yang akan di lakukan oleh Prasetya.


Benar apa kata Mamanya. Dia tidak perlu larut dalam kesedihan dan penyesalan. Tetapi ia harus bisa membuktikan jika dirinya sudah berubah dan bisa mengubah sikap dan juga perilakunya.


Siang itu, di saat Pras tengah fokus mengerjakan tugas-tugas pekerjaan. Ada suara notif pesan yang masuk ke ponselnya.

__ADS_1


Pras pun dengan segera mengecek pesan singkat tersebut.


Setiap ada telepon atau notif pesan yang masuk ke ponselnya. Pras selalu semangat untuk segera membukanya. Karena ia pikir, itu pesan dari Hanin.


Walau ia seringkali kecewa, karena pesan atau panggilan itu ternyata dari orang lain.


Sejak mereka perang dingin. Hanin tak pernah menelpon ataupun mengirimkan pesan.


Dan pada saat itu. Yang mengirimkan pesan ternyata adalah mamanya.


Bu Damayanti memberitahu pada Prasetya bahwa Kinanti sudah melahirkan.


Anaknya berjenis kelamin perempuan. Bu Damayanti juga menyertakan foto bayi itu pada Prasetya.


Pras, dia sudah melahirkan. Mama bigung harus ucapkan selamat atau bagaimana. Tapi bagi Mama. Bayi itu, anak itu tidak tau apa apa soal semua kejadian yang terjadi. Jadi tidak etis rasanya jika bayi itu juga ikut menjadi korban kebencian mu pada wanita itu sekarang ini.


Mama sengaja menunjukkan foto anak mu. Setidaknya, berikan doa yang baik untuk anak itu Prasetya. Do'akan dia kelak akan menjadi anak yang baik dan solehah.


Tulis pesan Bu Damayanti pada Prasetya.


Prasetya kemudian memperbesar foto yang ada di ponselnya.


Ia mengamati foto bayi tersebut. Foto bayi mungil yang bibir nya berwarna merah merona dan kedua pipi yang gembul.


Terlihat sangat mengemaskan. Mau sebenci apa dirinya kini dengan Kinanti. Bagaimanapun anak itu adalah anak kandungnya, darah dagingnya, anak biologisnya.


Dan pada saat itu pula, Prasetya meneteskan air mata. Ada sekelumit rasa pilu yang mendera hati.

__ADS_1


"Maafkan Ayah ya sayang, mungkin Ayah tidak akan pernah ada di hadapanmu, menyapamu dan memeluk mu. Tapi kamu akan selalu ada dalam setiap doa yang ayah panjatkan. Dari jauh Ayah akan sayang sama kamu. Baik baiklah sama ibumu." ucap Prasetya lirih.


__ADS_2