
Dengan pelan dan pasti. Prasetya kembali memberikan sensasi milik nya yang sudah bersarang sempurna di milik Hanin.
Sebuah penyatuan sempurna yang begitu dahsyat mereka rasakan sensasi nya.
Penyatuan kedua yang panas. Sepanas hasrat dan gairah mereka menggebu di ruangan yang benar-benar membuat mereka di banjiri keringat.
Sesuatu itu begitu panas di rasakan oleh Hanin di miliknya. Sehingga, sebuah cairan demi cairan juga membanjiri miliknya.
Ingin rasanya pada saat itu Hanin memprotes. Karena Prasetya tidak memakai pengaman.Tapi sepertinya itu sudah terlambat.
Prasetya nampak sengaja menyemburkan cairan miliknya ke organ kewanitaan Hanin. Padahal saat itu Hanin juga mengeluarkan banyak cairan yang sama.
Tapi, apa boleh buat. Hanin tidak mungkin menghentikan kegiatan mereka yang masih berlangsung.
Selama melakukan penyatuan, Prasetya tidak berhenti menghujani Hanin dengan ciuman-ciuman di sekitar leher, bibir dan juga keningnya.
Tetesan demi tetesan keringat dari dahi Prasetya. Berjatuhan ke wajah Hanin. Mereka benar-benar panas saat itu. Dan mereka sudah melakukannya hampir satu jam lamanya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Tepat pukul setengah lima pagi. Prasetya mengerjabkan kedua matanya.
Saat ia terbangun, tersenyum manis Prasetya seketika mengembang sempurna. Ketika ia melihat Hanin masih tidur meringkuk di sisinya dengan masih tanpa mengenakan pakaian.
Prasetya kemudian mencondongkan tubuhnya dan memberikan satu kecupan dalam dan juga penuh cinta ke kening Hanin. Wanita yang sudah ia buat melayang dua kali malam tadi.
Dan sepertinya ia sangat kelelahan. Karena Pras memang memberikan pelayanan terbaik untuk sang istri.
Prasetya kemudian beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Ia dengan segera melakukan bersih-bersih sekalian bersuci.
Dari kamar mandi, Prasetya yang kala itu hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang. Langsung bergegas menuju ruang ganti baju.
Karena ia pagi itu juga hendak pergi ke kantor. Maka Pras langsung bersiap mengenakan pakaian kantornya.
__ADS_1
Setelah ia selesai bersiap. Prasetya kemudian menunaikan ibadah sholat subuh.
Setelah selesai melakukan sholat subuh. Barulah Pras membangunkan sang istri Hanin yang nampak masih tertidur pulas itu di ranjang.
"Han, bangun sayang. Waktunya shalat subuh." bisik Prasetya pada sang istri yang masih terlelap itu.
"Haningrum, bangun." pangil Prasetya lagi sambil menggosok gosok pundak Hanin yang terbuka.
Mendengar namanya di panggil. Hanin pun kemudian mengerjabkan matanya.
Hanin terlihat sedikit kaget saat menyadari ia kini tidak ada di kamarnya di rumah sang Mama. Melainkan sekarang ia di rumahnya sendiri.
Hanin langsung terperanjat dan kemudian ia langsung duduk di ranjang.
"Astaghfirullahaladzim." ucap Hanin beristighfar, saat ia mendapati dirinya tidak mengenakan selembar benang pun dan hanya selimut sebagai penutup tubuhnya yang polos.
"Jam berapa sekarang Mas?" tanya Hanin panik.
"Jam 05.15 menit Han." jawab Prasetya tenang.
Kemudian Hanin segera berinsut dari tempat tidur. Menyadari dirinya saat ini tidak memakai pakaian apapun. Hanin kemudian menyuruh Prasetya untuk meninggalkan kamar. Karena ia malu jika harus pergi ke kamar mandi dengan tidak memakai baju.
Karena tidak ingin berdebat pagi-pagi dengan sangat istri. Pras pun mengalah.
Pras kemudian keluar dari kamar dan langsung turun ke lantai bawah.
Saat itu listriknya sudah dalam keadaan menyala.
Memburu waktu untuk bisa melakukan salat subuh. Hanin yang saat itu sudah berada di kamar mandi langsung mengguyuri tubuhnya dengan air shower untuk melakukan bersih-bersih sekalian bersuci.
Pergumulan panas semalaman membuat sekujur tubuhnya lengket karena keringat dirinya bercampur dengan keringat sang suami.
Selesai dari kamar mandi, Hanin langsung bergegas menuju ruang ganti baju.
__ADS_1
Tidak mau membuang waktu. Hanin mengambil satu setel baju dan langsung mengenakannya. Tidak lupa ia juga mengenakan hijabnya.
Selesai dari ruang ganti baju. Hanin langsung bergegas untuk menunaikan ibadah sholat subuh.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya. Hanin bergabung dengan peserta yang saat itu sudah berada di dapur.
"Aku hampir saja kesiangan shalat subuh. Kenapa Mas tidak membangunkan aku tadi." tanya Hanin yang saat itu sudah duduk di salah satu kursi di kursi makan.
"Kamu terlihat kelelahan sayang. Jadi aku tak tega membangun mu terlalu pagi. Tidur mu juga sangat nyenyak sekali."
"Karena bibi tidak ada di rumah. Dan di rumah juga kebetulan tidak ada makanan. Aku hanya bisa menyediakan mie instan goreng untuk sarapan kita berdua. Ini untukmu, aku sudah membuatnya." Ucap Prasetya sambil menyodorkan satu piring mie goreng instan untuk Hanin lengkap dengan telor ceploknya.
"Sejak kapan Mas Prasetya bisa masak mie instan?" tanya Hanin.
"Sejak kamu meninggalkan rumah. Jika aku sedang tidak nafsu makan. Aku hanya mengkonsumsi mie instan ini."
"Terimakasih Mas." Hanin kemudian mengambil garpu nya dan mulai memasukkan mie goreng instan yang sudah di buatkan Pras ke mulutnya.
Kemudian mereka pun menikmati sarapan mie instan berduaan di meja makan.
Pergumulan panas yang mereka lakukan semalaman ternyata membuat mereka berdua lapar.
"Aku akan sekalian mengantar mu pulang, sekalian nanti aku berangkat ke kantor."
"Iya Mas."
"Mas, kamu sengaja ya. Semalam tidak memakai pengaman saat kita berhubungan?"
"Aku lupa, tapi kan memang biasa aku tidak pake kan."
"Masalahnya aku tidak meminum pil KB ku Mas. Kalau terjadi apa-apa denganku bagaimana?"
"Maksudmu, jika kamu hamil? Ya bagus kalau kamu bisa hamil lagi. Sudah waktunya Ali mempunyai adik kan." jawab Prasetya enteng.
__ADS_1
"Kita kan sedang proses perceraian Mas."
"Tidak akan ada perceraian diantara kita. Kamu harus membatalkan gugatan cerai itu."