Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Aib


__ADS_3

"Bu hanin, Alhamdulillah Ibu sudah pulang." salah seorang art yang bekerja di rumah Hanin nampak berteriak kaget ketika Hanin pulang ke rumah siang itu.


"Apa kabar Bik."


"Baik Bu, mana Ali? Kok nggak sama den Ali?" tanya sang art.


"Sebenarnya aku ke sini untuk mengambil sesuatu Bik. Aku belum berniat untuk pulang. Aku ke sini karena mau ambil berkas penting." jelas Hanin.


"Oh begitu. Baik Bu."


"Aku ke kamar dulu ya Bik."


Hanin kemudian menaiki anak tangga dan pergi ke lantai dua ke kamarnya. Hanin sengaja ke rumah siang siang karena ia tidak ingin bertemu dengan Prasetya.


Saat Hanin membuka pintu kamarnya. Hanin nampak syok. Karena kamarnya terlihat sangat berantakan dan tidak rapi.


"Bik, Bibik." seru Hanin memangil art-nya. Dari lantai bawah, sang art nya langsung naik dan menemui Hanin.


"Iya Bu Hanin. Ada apa?"


"Kok kamar nya berantakan sekali Bik. Apa tidak di bersihkan?" tanya Hanin yang kala itu masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Pak Prasetya melarang kami untuk merapikan kamar Bu. Kami tidak di izinkan Pak Pras untuk membereskan kamar." jawab sang art.


"Oh, memangnya kenapa tidak di bereskan?"

__ADS_1


"Kata Pak Prasetya, biar Bu Hanin yang bereskan. Kami sama sekali tidak di izinkan masuk untuk sekedar membersihkan kamar." imbuh sang art. Dan Hanin mengerti.


"Ya udah Bik, Bibik boleh pergi." perintah Hanin.


Hanin kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar.


Kamar itu benar-benar sangat berantakan. Sprei nya pun belum juga tidak diganti sejak ia pergi meninggalkan rumah. Kamarnya sungguh tidak terurus.


"Astaghfirullah Mas. Apa-apaan ini, kamu jorok sekali." ucap Hanin yang melihat handuk bekas pakai tergeletak di sisi tempat tidur dengan keadaan handuk yang setengah basah.


Hanin kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya mandi.


Dan ia semakin dibuat menggelengkan kepala saat mendapati tumpukan kemeja-kemeja dan baju-baju bekas pakai sang suami menumpuk begitu saja di sebuah keranjang baju kotor.


"Astagfirullah Mas." Hanin semakin syok melihat itu.


Hanin mengambil semua baju kotor dari kamar mandi dan menyerahkan baju kotor suaminya itu pada art nya untuk di cuci.


Hanin juga mengganti sprei tempat tidurnya. Membuka korden jendela kamar agar udara bisa masuk. Hanin merapikan seisi ruangan kamarnya.


"Cuma kesini untuk ambil berkas. Malah sibuk bereskan kamar." gerutu Hanin.


Setelah kamarnya kini sudah rapi dan bersih. Barulah Hanin mengambil beberapa berkas penting yang ia sedang cari.


Setelah mendapatkan berkas itu. Hanin kemudian pamitan pada sang art.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Mbak Kinanti ya, apa kabar. Sekarang sudah hamil? Kapan nikahnya?" tanya salah seorang tetangga yang kebetulan pada saat itu bertemu dengan Kinanti yang sedang berbelanja di warung dekat rumah.


"Hemmm." Kinanti nampak bingung harus menjawab apa.


"Suaminya sedang tugas, dia tidak ada di sini." seloroh ibunya Kinanti yang baru datang dan langsung membela anaknya.


"Oh, tapi kok nggak ngundang ngundang pas nikahan." tanya lagi sang tetangga itu.


"Mereka nikahnya sederhana. Nanti pasti akan di rayakan biar sekampung tau." Imbuh Ibu nya Kinanti. Yang merasa jengah karena sang anak kini menjadi target gosip orang orang di kampung.


Gosip yang beredar memberitakan jika Kinan telah hamil duluan.


Tidak hanya sekedar hamil duluan. Tapi mereka juga tau jika Kinanti hamil tanpa punya pasangan yang jelas. Meskipun ibunya Kinanti selalu bilang Kinan sudah menikah siri dengan seorang anggota polisi. Dan yang di maksud ibunya Kinanti adalah Bagas.


"Nduk, kamu nurut saja sama Ibu dan Bapak. Kamu terima saja lamaran nak Bagas. Dia kurang baik apa sama kamu. Dia mau nerima kamu apa adanya. Kamu mikir apa lagi." Omel Bu Inah pada sang anak Kinanti. Yang sepertinya Kinan menolak untuk di nikahin Bagas.


"Kinan bukannya nolak bagaimana Bu. Tapi Kinan kasian sama Bagas. Kinanti tau dia baik. Justru karena dia baik Bu. Kinan ngak mau manfaatkan dia untuk menutupi aib Kinan."


"Dia itu tulus sama kamu Kinan. Dia tidak merasa di jadikan penutup aib. Bagas itu suka sama kamu sudah lama. Kamu mau anak itu lahir tanpa Bapak. Bapak nya saja sekarang sudah tidak peduli lagi dengan nasib anak nya sendiri."


Kinanti hanya bisa menunduk sambil menahan air mata jika ia sudah teringat dengan Prasetya. Yang telah memutuskan komunikasi dengan nya secara sepihak.


"Bagas katanya besok mau ke Solo. Dia sedang cuti. Ibu mau, saat dia bertanya sama kamu soal keinginannya yang mau nikahi kamu. Kamu harus bersedia. Semua ini ibu lakukan demi kamu dan anak itu Kinan. Ibu sudah habis kesabaran untuk si Prasetya itu. Awalnya ibu menerima keputusannya untuk tidak menikahi mu. Tapi di saat dia memutuskan komunikasi dengan mu dan tidak mau tau dengan anaknya sendiri ibu jadi sakit hati."

__ADS_1


Ibu tidak tau apa yang sudah terjadi antara aku, pak Pras dan Bu Hanin. Jika ibu tau, mungkin ibu akan memaki aku. ucap Kinan dalam hati.


__ADS_2