
Di rumah Hanin
"Assalamualaikum Ma." Sapa Hanin pada Mama mertuanya yang pagi itu datang berkunjunglah ke rumah Hanin.
"Walaikumsalam Han. Apa kabar, dimana cucu ku?" Tanya Bu Damayanti, ibu mertua Hanin.
"Ali di ruang tengah Ma, sedang bermain."
Hanin kemudian memberikan pelukan hangat untuk Sang Mama mertua.
Hanin kemudian mengajak Mama mertuanya untuk ke ruang tengah. Di sana, Bu Damayanti nampak bahagia bertemu cucunya.
Sejenak, Bu Dama ikut melarutkan diri untuk bermain main dengan cucu kesayangan.
Karena Prasetya adalah anak tunggal, Ali pun jadi cucu pertama dan juga menjadi cucu kesayangan dari orang tua Prasetya.
__ADS_1
Hanin pun nampak terkesan dengan kasih sayang yang mertuanya berikan untuk Ali, putranya.
Tidak hanya menyayangi Ali, Bu Dama juga sayang dengan Hanin. Dan sudah menganggap Hanin layaknya anak perempuannya sendiri. Bukan sebagai menantu.
Bahkan, Bu Dama justru lebih terkesan sayang dengan Hanin dari pada dengan sang putera Prasetya.
Jika ada masalah, Prasetya lah yang selalu mendapatkan omelan dari Bu Damayanti.
"Ali, kamu main dulu sama Mbak ya. Eyang mau bicara sama Bunda dulu." Ucap Bu Dama dengan lembut pada Ali.
"Iya Eyang." Jawab Ali menutut. Ali pun kemudian berlalu dan memangil salah satu art di rumah untuk menemaninya bermain.
"Iya Ma, Hanin sudah tahu semuanya."
"Lalu bagaimana tanggapan mu, tentang masalah itu?" Tanya Bu Damayanti penasaran.
__ADS_1
"Ya, Hanin awalnya sangat terpukul dan sangat kaget saat menerima kenyataan bahwa, mas Pras pernah tidur dengan wanita lain Ma. Bahkan sekarang Mas Pras juga punya anak dari wanita itu. Tapi setelah Hanin pahami semua masalahnya. Sepertinya Mas Pras telah dijebak Ma. Jadi kejadian itu bukanlah keinginan dan tindakan yang di lakukan oleh Mas Pras dengan sengaja dan sadar."
"Bagaimana kamu tau jika Pras di jebak. Siapa yang tega menjebaknya?"
"Hanin dan Mas Pras saat ini sedang berusaha untuk mencari tahu siapa yang telah tega menjebak Mas Pras. Hanin belum bisa beritahu Mama siapa pelakunya. Tindakan itu sangat kejam dan tidak bermoral. Dia sudah jahat sama Mas Pras. Sampai sampai Mas Prasetya melakukan hubungan intim bersama wanita itu. Sepertinya, motifnya karena ia iri dengan Mas Prasetya. Yang di serang itu kehidupan pribadi Mas Pras. Bukan ke soal perusahaan."
"Kurang ajar, jangan di biarkan Han. Kalian harus bisa mengetahui siapa yang ingin menghancurkan keharmonisan rumah tangga kalian. Ini sudah masuk dalam kejahatan luar biasa. Mama juga tidak terima anak Mama menjadi korban ke egois orang itu. Hanya karena dia iri, dia sudah melakukan hal yang kejam. Sampai sampai membuat Pras menghamili wanita lain.." Tandas Bu Damayanti merasa geram.
"Mama mendukung langkah kamu sama Pras. Cari tahu siapa yang sudah berbuat keji melakukan hal itu. Dia tidak hanya sekedar ingin menghancurkan keharmonisan rumah tangga kalian. Tapi karena dia, kejadian yang di lakukan Prasetya dengan tidak sadar itu juga telah menimbulkan aib yang sangat luar biasa kejamnya." Imbuh Bu Damayanti.
"Oleh sebab itu, Hanin juga tidak bisa egois untuk langsung menghakimi mas Pras. Karena semua yang telah ia lakukan bersama wanita itu di luar kendalinya." Papar Hanin.
Bu Damayanti kemudian menghela nafas panjang.
"Han, Mama cuman bisa bilang sama kamu. Kamu yang sabar ya. Mungkin ini adalah ujian bagi rumah tangga kalian. Kita semua tidak bisa tau apa apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Karena semua kejadian ini sudah terjadi. Kita juga tidak boleh terlalu merasa tidak terima dengan segala apa yang sudah di digariskan dari Tuhan untuk kita bisa lalui ujian itu. Yang jelas, Pras kan tidak berniat untuk mengkhianati kamu dengan sengaja. Mungkin, ujian ini di berikan pada kalian. Karena mungkin juga Allah tau, kamu adalah wanita kuat Haningrum. Semoga kedepannya. Kalian akan lebih solid dan harmonis."
__ADS_1
"Aamiin ya Allah Ma. Terimakasih untuk dukungan Mama untuk kami." Ucap Hanin pada Mama mertuanya sambil tersenyum manis.
"Mama akan selalu mendukung kalian. Mama berkata seperti ini bukannya Mama membela anak Mama Hanin. Tapi Mama ingin kalian jangan sampe kalah dengan sebuah ujian yang bahwasanya itu bukanlah sebuah kesalahan yang di lakukan Pras dengan sengaja. Beda halnya jika Pras selingkuh dengan sadar dan punya anak dengan wanita lain dengan sengaja. Itu baru, Mama tidak akan berkata seperti ini untuk membuat mu tetap bertahan dengan anak Mama Prasetya. Yang kuat Hanin, dan satu lagi, hati hati juga dengan wanita itu. Kamu harus punya mental yang kuat. Yang berdiri sebagai seorang istri yang kuat untuk suami mu. Tujukan kamu kuat, dan tidak terpengaruh." Ujar Bu Damayanti, yang tidak ingin pernikahan anak dan menantunya itu goyah.