Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Menerima kenyataan


__ADS_3

"Lalu, bagaimana dengan anak yang ada di kandungan Kinanti. Apa itu adalah benih mu Mas." Tanya Hanin penasaran.


"Iya, janin yang ada di rahim Kinanti itu adalah anak ku." Jawab Pras jujur.


Lagi lagi hantaman rasa sesak di dada dan nyeri pada hati Hanin seolah kembali berdarah. Karena suami yang ia cintai telah membuat seorang wanita hamil karena benihnya.


Dan Hanin pun kembali menangis tersedu-sedu.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah mendengar semua pengakuan Prasetya. Hanin kini merasa lebih lega.


Tapi dalam kelegaan itu. Tidak semerta-merta membuat Hanin bisa tenang.


Justru sebaliknya. Saat ini dirinya dihadapkan pada situasi yang sulit untuk hubungannya dengan Prasetya.


Sebuah hubungan yang selama ini terjalin dengan baik selama 4 tahun. Sekarang mungkin akan menjadi berubah. Di saat skandal yang baru saja menerpa kehidupan rumah tangga Pras dan Haningrum terbongkar.


Apakah perbuatan zina yang dilakukan oleh Prasetya akan termaafkan dengan mudah oleh Hanin?


Ataukah hal itu justru akan mengubah perasaan dan persepsi Hanin terhadap Prasetya?


Yang pasti, setelah semua kejadian itu terjadi. Hubungan Pras dan Hanin pasti akan berubah. Dan tidak akan seperti sedia dulu.


"Lalu bagaimana tanggapan Kinanti Mas. Di saat dia tahu bahwa dirinya hamil. Apakah dia menuntut tanggung jawab Mas Prasetya?" Tanya Hanin ingin tau.


"Aku dan Kinanti sudah membicarakan ini baik-baik. Anak itu kini sedang tumbuh di rahim Kinanti. Sebagai manusia yang beradab. Aku dan Kinanti tidak mungkin menyakiti janin itu. Dia sudah ada. Dan itu sudah menjadi kehendak Tuhan juga. Jadi, dia akan tetap lahir di dunia."

__ADS_1


"Pernyataan ku bukan itu Mas. Pertanyaan ku adalah. Apakah Kinanti menutut mu untuk bertanggung jawab?" Ucap Hanin penuh penekanan.


"Dia menanyakan itu pada ku. Tentang tanggapan diri ku terhadap janin yang ada di kandungannya. Dan aku menjawab. Aku akan bertanggung jawab. Dan aku mengakui janin itu adalah bayi ku. Aku tidak mengelak dan tidak mendustainya. Tapi, bentuk tangung jawab yang aku maksudkan adalah. Aku hanya bisa mengakui anak itu dan juga hanya bisa bertanggung jawab dengan menafkahinya." Jawab Prasetya.


"Apa Kinan tidak menuntut mu untuk menikahinya?" Tanya Hanin lagi.


"Jelas aku tidak bisa menikahinya Han. Aku sudah punya istri yaitu kamu. Mana mungkin aku menikahi Kinanti."


"Entahlah Mas, aku tidak bisa berfikir positif saat ini. Tapi jika dia meminta mu untuk menikahinya. Menikah saja dengannya. Dan kamu bisa lepaskan aku. Bukankah dia sekarang juga hamil anak mu!" Cicit Hanin dengan nada tegas.


"Han!" Seru Prasetya.


Prasetya kemudian menitikan air matanya. Ia langsung merasa sedih saat Hanin berucap kata kata perpisahan.


Pras kemudian berinsut dari tempat duduknya. Kemudian ia bersimpuh di kaki Hanin.


Karena hal itu tidak sepantasnya Prasetya lakukan. Apalagi dia adalah seorang laki-laki. Dan seorang suami tidak pantas bersimpuh di kaki istrinya.


Haningrum pun kemudian berusaha untuk menghindar dari belitan yang Pras lakukan pada kakinya.


Namun Prasetya justru sengaja mengeratkan belitannya.


"Mas, jangan seperti ini. Mas Pras tidak pantas bersimpuh pada kaki Hanin. Tolong Mas, lepaskan." Pinta Hanin memohon. Karena Hanin juga tidak mau di perlakukan seperti itu.


Ia tidak ingin menjadi istri yang berdosa. Karena membiarkan suaminya justru bersimpuh di kaki nya.


"Berjanjilah dulu sama Mas Hanin. Jika kamu tidak akan pernah meninggalkan Mas. Mas tidak bisa kehilangan kamu. Dan Mas tidak mau berpisah sama kamu Han. Mas berjanji akan menembus semua kesalahan Mas. Asalkan kamu tetap di sisi ku." ucap Pras yang masih tidak bergeming dan tetap bersimpuh di kaki istrinya.

__ADS_1


Hanin yang sejak tadi sudah berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan lilitan tangan suaminya tidak bisa bergeser sedikit pun.


Dan akhirnya, Hanin ikut bersimpuh bersamaan dengan Prasetya.


"Tolong Mas jangan seperti ini. Lepaskan dulu. Mas tidak pantas melakukan hal seperti Mas. Mas Pras!" Seru Hanin, dengan berurai air mata. Sambil mendorong tubuh Prasetya.


"Mas tidak akan melepaskannya. Sebelum kamu berjanji sama Mas. Untuk tidak akan meningalkan Mas dalam masalah sebesar apapun." Ucap Prasetya yang juga berurai air mata.


Hanin yang sudah merasa lemas. Kemudian memeluk tubuh Prasetya dengan erat.


"Maafkan Hanin Mas." Ucap Hanin yang justru meminta maaf.


"Kamu tidak pantas berucap maaf sama Mas. Mas lah yang harus minta maaf sama kamu. Maafkanlah aku istriku." Ucap Prasetya dengan penuh rasa penyesalan.


Kini, kedua pasangan suami-istri itu saling berhadap-hadapan.


Hanin kemudian meletakkan kedua tangannya ke wajah Prasetya.


Dengan sama sama berurai air mata. Hanin kemudian mendekatkan wajahnya dan ia memberi satu kecupan manis ke bibir Pras.


"InsyaaAllah Mas, Hanin akan selalu berada di sisi Mas Prasetya. Kita hadapi sama sama masalah ini." Ucap Hanin nampak pasrah.


"Terimakasih Hanin. Mas berjanji, akan meluruskan semua masalah ini. Dan Mas kedepannya akan lebih hati-hati dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Cukuplah ini menjadi masalah terbesar dan terberat yang Mas hadapi." Timpal Prasetya, kemudian ia meraih tubuh Hanin dan memeluknya dengan erat.


Jangan lupa, mampir di novel ku yang lain yang juga on going..ngk kalah seru dari Mas Pras dan Mbak Hanin. Ada kisah Miranda yang luar biasa dalam (Suami pengganti untuk Miranda)


__ADS_1


__ADS_2