Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Cerita sama Ibu (Bu Lastri)


__ADS_3

Begitu Jam istirahat telah tiba, Kinanti langsung meninggal ruang kerjanya dan langsung bergegas untuk menuju ke sebuah kantin.


Saat Kinanti baru saja berlalu dari ruang kerjanya. Prasetya yang saat itu punya niat untuk bicara pada Kinanti langsung mengikuti Kinanti dari belakang.


Tapi, di tengah perjalanan menuju kantin. Kinanti tiba tiba belok ke arah lift. Dan ia masuk ke dalam lift dan sepertinya ia sedang menuju suatu tempat. Prasetya pun kemudian mengikutinya.


Sesampainya Kinanti di rooftop gedung perkantoran. Kinanti memastikan terlebih dahulu jika saat ini tempat itu sepi.


Setelah memastikan tempat itu sepi. Kinanti langsung mengambil ponselnya dan ia terlihat menghubungi seseorang.


"Halo Bu, apa kabar?" Tanya Kinanti pada Ibunya, saat ia melakukan panggilan telepon pada sang Ibu yang saat ini berada di kampung halaman.


"Kinan, Alhamdulillah. Kabar Ibu baik Nduk. Tumben kamu telpon Ibu siang siang. Biasanya kamu telpon Ibu malam malam." Ujar Bu Lastri, Ibu dari Kinanti.


"Kinanti kangen saja sama Ibu. Oya Bu, Kinanti mau bicara sesuatu yang penting sama Ibu." Tutur Kinanti dengan serius.


"Tapi Ibu janji ya, Ibu jangan marah sama Kinanti." imbuh Kinanti dengan nada suara parau.


"Ada apa Nduk?Jangan buat Ibu takut. Ia Ibu janji, Ibu ngak akan marah." Jawab Bu Lastri dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu memangnya mau ngomong apa sama Ibu. Jangan bikin ibu deg-degkan."


(Hening)


"Bu Kinanti hamil." Ucap Kinanti sambil terisak.


"Astagfirullah, Kok bisa Nduk!" seru Bu Lastri dari sebrang telepon nampak kaget dengan kabar yang baru saja Kinanti sampaikan.


"Kamu hamil sama siapa? Siapa yang menghamili mu? Kamu kan belum menikah, kalau kamu hamil, bagaimana nanti kedepannya? Siapa yang mau tanggung jawab! Apa laki-laki itu mau tanggung jawab?" Dan, berbagai macam pertanyaan langsung Bu Lastri lontarkan pada anak perempuannya itu.


"Maka dari itu Bu, Kinan bercerita sama Ibu. Kinanti bingung Bu." Jelas Kinanti dengan nada suara lemah.


"Ibu dengerin cerita Kinanti baik baik ya Bu. Kinanti akan ceritakan semua kejadiannya. Dan demi Allah Bu. Kinanti bercerita yang sebenarnya." Tutur Kinanti, mencoba untuk meyakinkan sang Ibu agar percaya dengan semua ceritanya.


Dan Kinanti pun akhirnya menceritakan semua peristiwa dan kejadian yang menimpanya dari awal sampai pada akhirnya dia hamil.


Kinanti bercerita pada sang Ibu dengan sejujur jujurnya.


Ia menceritakan bagaimana saat malam naas itu terjadi. Semua diceritakannya dengan jelas kepada sang Ibu.

__ADS_1


"Pak Pras itu sangat mencintai istrinya Bu. Keluarganya juga sangat harmonis. Kami waktu itu melakukannya dengan tidak sadar. Kinanti bingung Bu. Harus bagaimana bersikap pada Pak Pras. Ingin rasanya Kinan nuntut beliau untuk mau bertanggung jawab. Tapi di lain sisi, Kinanti juga tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang. Kinanti kenal dengan istri Pak Pras. Namanya Bu Hanin. Dia itu wanita baik dan solehah Bu. Sebagai sesama wanita, rasanya Kinanti tidak tega membuat wanita itu sakit hati Bu. Apalagi sakit hati karena perbuatan khilaf aku dan Pak Pras." Tutur Kinanti pada sang Ibu.


"Tapi bos mu itu telah membuat kamu hamil Kinanti. Tidak hanya itu, dia juga mengambil kesucian mu." Tegas Bu Lastri.


"Makanya Bu, Kinan bingung harus berbuat apa. Kinanti tidak mungkin pulang ke kampung dari Jakarta dengan keadaan hamil. Terus bagaimana nanti pandangan orang-orang di kampung. Pasti akan bilang Kinanti wanita nakal dan macam macam. Kinanti tidak mau membuat nama baik Bapak dan Ibu tercemar." tandas Kinanti.


"Ya sudah Nduk, nanti akan Ibu bicarakan sama bapakmu. Bagaimanapun, Bapakmu juga harus tahu tentang masalah ini. Ibu tidak bisa memendamnya."


"Jangan Bu, jangan bilang sama Bapak. Kinanti takut Bapak marah Bu." Ucap Kinanti yang takut jika nanti Bapaknya akan marah dan malah akan mengusir nya. Karena sebagian anak, telah membuat malu keluarga.


"Ibu akan bicara baik baik sama Bapak mu. Bapak tidak akan marah." Ucap Bu Lastri meyakinkan Kinanti.


"Terimakasih banyak Bu, untuk semua pengertian nya. Sekali lagi, Kinan minta maaf ya Bu. Kinan telah mengecewakan Bapak dan Ibu. Tidak mungkin Kinanti mengarbosi anak ini Bu. Anak ini tidak salah, aku dan Pak Pras yang salah, kamu sudah melakukan dosa zina. Tidak mungkin Kinanti melakukan dosa yang kedua kalinya Bu." tandas Kinanti, kembali terisak-isak.


"Sudah sudah jangan sedih Nduk. Semua sudah terjadi. Jaga baik-baik kandungan mu. Ibu rembukan dulu sama Bapak. Kalau Bapak mu sudah ada keputusan. Nanti Ibu akan telepon kamu."


"Iya Bu, terimakasih."


Dan di tempatnya saat ini Prasetya sedang berdiri. Prasetya mendengar semua cerita yang sudah Kinanti sampaikan pada Ibunya.

__ADS_1


__ADS_2