Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Hati yang kau sakiti


__ADS_3

Dan, sebuah pesan masuk berisikan sebuah video rekaman semakin membuat Hanin penasaran.


"Video apa ini?" Sergah Hanin.


Kemudian ia membuka kiriman video tersebut.


Begitu Hanin memutar video yang di kirim oleh nomor misterius itu.


Seketika langsung membuat Hanin terbelalak kaget.


Tubuh Hanin membeku, mulutnya ternganga tak percaya.


Seperti terhantam sesuatu yang berat. Jantungnya kini makin berdetak kencang, dan napasnya menjadi sesak.


"Astaghfirullahaladzim Mas!" Seru Hanin tak percaya dengan apa yang ia lihat dan saksikan saat itu.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Ucapkan kata-kata beristighfar terus Hanin lantunkan. Karena saat ini hatinya dipenuhi dengan kegundahan, rasa sakit, rasa perih, rasa terluka yang begitu mendadak.


Dan membuat Hanin tidak habis pikir. Jika suami yang ia banggakan, yang sangat ia cintai, dan yang sangat ia kagumi ternyata melakukan perselingkuhan di belakangnya.


Tidak hanya sekedar berselingkuh, bahkan mereka telah melakukan berhubungan badan dengan sangat jelas.


Seperti yang Hanin lihat dalam rekaman video tersebut. Dimana dalam rekaman video itu. Suaminya Prasetya dan Kinanti sama-sama tidak mengenakan sehelai benang pun dan mereka berada di atas tempat tidur.


Dan mereka terlihat begitu menikmati keintiman mereka saat itu.


Hanin tidak menyaksikan video tersebut sampai habis. Dia hanya memutar beberapa detik saja.


Karena ia sudah tidak sanggup lagi untuk menyaksikan adegan mesum yang dilakukan oleh suami tercintanya bersama dengan sekretarisnya.


Hanin sebenarnya juga telah kenal dengan Kinanti. Meskipun ia tidak mengenal Kinanti dengan akrab.


Bahkan belum lama ini, Kinanti juga sempat bertandang ke rumahnya untuk mengambil berkas pekerjaan.

__ADS_1


Yang membuat Hanin syok adalah. Ketika Kinanti bertandang ke rumahnya. Berarti pada saat itu mereka sudah terlibat affair.


Dan kini, pikiran Hanin tertuju pada sebuah surat rekam medis yang ia sudah temukan beberapa waktu lalu.


Yang menyatakan bahwa, saat ini Kinanti telah hamil.


Hanin kemudian mengambil kembali amplop tersebut yang tersimpan di laci meja kerja Pras.Lalu ia membacanya dengan teliti.


Hanin memperhatikan tanggal yang tertera pada surat itu. Dan surat itu diterbitkan dari sebuah rumah sakit bersalin sekitar satu setengah bulan yang lalu.


Dan itu artinya, saat ini Kinanti telah hamil sekitar satu setengah bulan.


Lalu, apakah yang di dalam kandungan Kinanti itu adalah anak Prasetya.


Melihat bagaimanakah rekaman video tersebut juga telah di beri tau oleh nomor misterius tersebut. Jika kejadiannya di Bogor saat mereka sedang meeting bersama. Berarti memang kejadian itu sinkron dengan usia kehamilan Kinanti saat ini.


Dan, benih yang ada di perut Kinanti pasti adalah benihnya Prasetya Wijaya.


Mengetahui kebenaran tentang hal itu. Hati Hanin terasa hancur lebur luluh lantah dan berantakan.


Tidak hanya pecah atau retak, tetapi hancur lebur berserakan.


Iya tidak mempercayai jika suami yang diagung-agungkan, yang ia puja, yang iya anggap sempurna dan sangat tahu agama itu mengkhianatinya.


Itu sungguh sulit untuk Hanin percaya.


"Astaghfirullah Mas. Kamu dan Kinanti ternyata." Suara Hanin tercekat, ia tidak bisa meneruskan lagi kata-katanya.


Ia hanya sudah lemas terduduk di kursi yang ada di ruang kerja Prasetya.


Hanin nampak lemas ketika melihat video yang barusan saja ia putar.


Meski ia tidak menonton sampe habis video tersebut. Dalam video itu Prasetya dan juga Kinanti terlihat sama-sama menikmati.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Setelah menenangkan diri beberapa saat di ruang kerja Prasetya. Hanin yang saat ini sudah merasa sedikit tentang. Kemudian keluar dari ruang kerja Pras dengan mengusap air matanya.


Kemudian ia berpesan kepada asisten rumah tangga jika dirinya ingin keluar sebentar karena ada urusan.


Dengan menggunakan taksi, Hanin pergi menuju kantor Prasetya.


Karena Hanin tidak bisa lagi menunggu sampai Pras pulang untuk minta penjelasan tentang perselingkuhannya. Hanin ingin mengkonfirmasi langsung saat itu juga tentang masalah itu.


Sesampainya di kantor Prasetya. Hanin langsung menuju ruang kerja Kinanti.


Tapi ruangan Kinanti ternyata kosong


Kemudian Hanin pun bertanya kepada salah seorang karyawan yang lain.


"Dimana sekretaris suamiku?" Tanya Hanin dengan tanpa basa-basi.


"Selamat siang Bu Hanin. Mbak Kinanti sepertinya sedang ada rapat dengan Pak Pras di ruang rapat Bu." jawab salah seorang karyawati yang berada di sebelah meja kerja Kinanti.


"Di mana ruang rapatnya?" Tanya Hanin to the point.


"Ruangannya ada di lantai empat Bu. Saya bisa antarkan Bu Hanin untuk menuju ke ruang rapat." Tawar karyawati tersebut.


"Tidak perlu, saya bisa ke ruang rapat sendiri. Terima kasih sudah menunjukkan ruang rapat kerja suamiku."


Kemudian, Hanin dengan tubuh yang sudah gemetaran dan berkeringat dingin. Dia menuju lantai empat seperti yang karyawati itu beritahu.


Sesampainya dia di lantai empat. Ketika Hanin sudah berada di depan ruang rapat.


Hanin tanpa permisi langsung membuka pintu rapat tersebut.


Sehingga membuat semua orang yang ada di ruang rapat saat itu langsung melayangkan pandangannya ke arah Haningrum.


Begitu pintu ruang rapat kini sudah terbuka lebar-lebar. Kedua mata Haningrum kini mencari cari dua sosok yang telah membuat hatinya hancur.


Dua sosok itu adalah suaminya sendiri dan Kinanti.

__ADS_1


__ADS_2