Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Mengundurkan diri


__ADS_3

"Kenapa kamu mau mengundurkan diri dari perusahaan ini Kinanti?" Tanya Prasetya penasaran.


"Maaf, untuk alasannya. Saya tidak bisa membicarakan ini sama Bapak. Saya sudah memikirkan ini. Saya sudah membuat surat pengunduran diri. Saya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya untuk Pak Pras sekarang." Tutur Kinanti lembut.


Kemudian, Kinan memberikan sebuah surat pengunduran dirinya pada Pras dan meletakkannya di meja Prasetya.


Prasetya kemudian bangkit dari kursinya. Dan ia menyerukan kedua tangannya di kedua sisi kantong celananya.


Kemudian ia berjalan mendekati Kinanti. Dan menatap wajah Kinanti dengan tatapan canggung.


"Sejujurnya Kinanti, belakangan ini banyak proyek dan banyak pekerjaan yang harus sama-sama kita urus. Dan semua pekerjaan itu hanya aku dan kamu yang paham. Kamu sendiri tahu kan, perusahaan ku ini bukanlah perusahaan yang sudah besar. Perusahaan ku masih perusahaan yang sedang berjuang untuk menjadi besar. Dan itu semua kita bisa dapatkan karena usaha kita bersama. Aku, kamu dan semua staf yang sudah bersama membangun perusahaan ku dari nol. Aku tidak akan memaksamu untuk bekerja di perusahaan ku. Tapi saya hanya mengatakan. Mungkin untuk beberapa bulan ini aku masih sangat membutuhkan tenaga mu. Untuk bisa menyelesaikan proyek ini sampai selesai. Mungkin dua atau tiga bulan lagi. Aku mohon kamu mengerti. Dan pikirkan kembali untuk pengunduran diri saat ini. Kamu bisa menundanya kan untuk beberapa bulan saja. Tidak ada seseorang yang bisa ku percaya selain kamu untuk bersama-sama mengurus beberapa projects yang sudah kita dapatkan. Setelah dua atau tiga bulan, jika kamu mau keluar dari perusahaan ku. Aku akan menerimanya."


Setelah mendengarkan perkataan Prasetya yang seperti itu. Entah kenapa hati Kinanti langsung luluh.


Kinanti yang tadinya menatap wajah tampan sang bos. Kini menundukkan pandangannya. Ia tidak kuasa jika harus menatap wajah itu.


Kinanti yang tadinya sangat bersikeras untuk segera resign dari perusahaan Prasetya. Kini mendadak jadi kasian pada sang bos.


Karena Kinanti sendiri juga tau, banyak pekerjaan yang sudah menantinya untuk di selesaikan.

__ADS_1


Dirinya sangat paham dengan perusahaan yang telah di bangun oleh Prasetya dari nol tersebut.


"Nanti saya akan pikirkan lagi Pak, soal itu." Jelas Kinanti.


"Ia, pikirkan dulu Kinan. Jangan dulu resign. Tunggu dua atau tiga bulan lagi. Aku sudah siapkan bonus untuk mu. Karena kamu juga telah ikut andil dalam mendapatkan banyak proyek yang sudah di dapatkan perusahaan ini."


"Kalau begitu saya permisi Pak." Kinanti kemudian hendak berlalu dari hadapan Prasetya.


"Kinanti." Seru Prasetya.


Kinan kemudian berbalik dan menoleh ke arah sang bos.


Deg...


Pertanyaan Prasetya yang menanyakan tentang kandungannya sudah cukup membuat Kinanti membeku.


"Kandungan saya baik baik saja Pak." Jawab Kinanti dengan suara tercekat.


"Alhamdulillah." Jawab Prasetya. Prasetya sendiri juga bigung. Kenapa dan untuk apa dia bisa menanyakan pertanyaan itu pada Kinanti.

__ADS_1


Mendapatkan perhatian seperti itu langsung membuat hati Kinanti menghangat, sekaligus ia juga takut.


"Saya permisi Pak." Tanpa ingin berlama-lama di dalam ruangan sang bos.


Kinanti segera berlalu dari hadapan pria yang sudah membuat dirinya panas dingin itu.


Kinanti selalu berkata pada dirinya sendiri. Bahwa dirinya tidak mau dan tidak akan merusak rumah tangga sang bos.


Sebagai seorang wanita. Ia tau batasannya.


Tapi, kejadian one night stand yang sudah ia lakukan bersama Prasetya di hotel itu. Seperti telah menyeret dirinya dalam sebuah masalah besar.


Dan cepat atau lambat. Semua pasti akan terbongkar.


Alih alih tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang. Kinanti sudah mendengarkan nasehat dari kedua orang tuanya.


Dan ia setuju untuk tidak melibatkan Prasetya dalam masalahnya.


Dan ia juga sudah tidak ingin menuntut apapun dari Pria yang sudah membuat dirinya hamil.

__ADS_1


Kinanti sudah menyadari akan kesalahannya. Dan ia sudah menerima itu.


__ADS_2