
Malam itu Prasetya nampak duduk bersandar pada sebuah dinding yang ada di dalam sel tahanan di kantor polisi.
Wajah Prasetya napak lesu. Pikirannya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Seumur hidup baru kali ini dia mendekam di sebuah sel penjara dengan tuduhan melakukan penganiayaan.
Sebuah tuduhan yang di laporkan oleh seseorang yang sangat ia benci saat ini.
Benar apa kata Hanin. Seharusnya ia tidak gegabah dan tidak terpancing emosi.
Murad yang selama ini ia anggap sebagai seseorang yang baik dan saoudara yang baik ternyata menusuknya dari belakang.
Harusnya saat ini Murad lah yang harus sudah mendekam di penjara. Bukan dirinya.
Karena sudah terjadi, saat ini Pras hanya bisa berharap pada istrinya Hanin.
Ia saat ini menunggu langkah apa yang akan di lakukan Hanin demi bisa membebaskannya dari tempat yang tidak seharusnya ia berada saat ini.
Prasetya yakin pada sang istri. Hanin pasti akan melakukan sesuatu untuknya. Hanin tidak akan membiarkan dirinya mendekam di penjara.
Terlepas dari semua itu. Prasetya sebenarnya juga sudah mencari seorang pengacara untuk mendampingi dirinya untuk mengusut jebakan yang telah Murad lakukan terhadap dirinya.
"Maafkan aku Hanin. Maafkan Ayah Ali. Gara-gara masalah ini aku sudah membuat kalian menjadi susah. Terutama kamu Han, aku minta maafkan. Mas sudah banyak salah terhadapmu. Mas sudah banyak mengecewakanmu. Sebagai seorang suami, justru mas sudah sangat merepotkan mu dan membuatmu sedih." ratap Prasetya dalam hati. Yang merasa sangat bersalah terhadap istrinya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Dan keesokan harinya, dengan diantar oleh sang sopir.
Hanin pagi pagi sekali pergi ke rumah mertuanya.
__ADS_1
Hanin melaporkan semua kejadian yang menimpa Prasetya terhadap ibu mertuanya, Bu Damayanti.
Mendapat laporan jika Prasetya saat ini sedang ditahan di kantor polisi dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Sontak hal itu membuat Bu Damayanti terkaget.
Karena seumur hidupnya, anaknya itu bukanlah seorang anak yang nakal yang pernah berurusan dengan polisi.
Hanin kemudian menceritakan pada ibu mertuanya alasan apa yang membuat Prasetya bisa di tahan.
Hanin kemudian menceritakan semuanya. Jika yang menjadi dalang di balik penjebakan Pras bersama Kinanti di kamar hotel itu adalah Murad.
Karena emosi, lantas membuat Prasetya mengajar Murad.
"Kalau begitu tolong carikan pengacara untuk Prasetya. Mama juga akan cari tahu lewat temen-temen Mama jika mereka punya kenalan pengacara. Kita sewa pengacara terbaik untuk mendampingi Prasetya dan siapkan semua berkas-berkas yang Prasetya miliki untuk balik menjerat Murat dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Kita tuntut balik Murad, alasan Prasetya melakukan penganiayaan itu juga disebabkan karena perbuatan Murad sendiri. Mama ada untuk kalian. Masalah ini harus di selesaikan dengan tuntas." ucap Bu Damayanti tegas.
Hanin pun paham dengan arahan dari sang Mama mertuanya.
"Kalau begitu Hanin pamit dulu ya Ma. Hanin akan ke kantor polisi menemui mas Pras. Hanin tadi membawakan makanan kesukaan mas Pras."
Tiba-tiba saja Bu Damayanti memeluk dengan erat menantu kesayangannya.
Bu Damayanti merasa sangat terkesan dengan setiap langkah yang diambil oleh menantunya tersebut.
Sebagai seorang yang mempunyai sifat lembut. Ternyata Hanin memiliki power yang sangat kuat menjadi seorang istri.
Di saat rumah tangga mereka dihantam badai yang luar biasa dengan kejadian Pras telah tidur dengan seorang wanita lain. Sampai si wanita itu hamil.
Hanin masih tetap berdiri di sisi Pras. Hanin menerima semua kejadian itu dengan lapang dada.
Dan kini saat Pras di tahan posisi. Hanin juga telah menunjukkan sikap siaganya membantah sang suami.
__ADS_1
Dan apa yang telah Hanin lakukan itu, Semuanya membuatnya Bu Damayanti kagum.
Haningrum benar benar menunjukkan kekuatannya sebagai seorang istri. Yang selalu siap dan ada mendampingi suaminya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesampainya di kantor polisi. Hanin langsung menemui Prasetya.
Oleh petugas kepolisian, mereka diberikan waktu untuk berbicara.
Dengan saling berpegangan tangan. Hanin yang duduk berhadap hadapan dengan Prasetya nampak saling memperlihatkan wajah sedih mereka.
Prasetya bersedih karena telah membuat istrinya menjadi susah.
Sedangkan Hanin sendiri bersedih karena melihat suaminya saat ini sedang berurusan dengan polisi.
"Mas, Hanin ke sini meminta izin sama Mas untuk mencari seorang pengacara. Hanin sudah mengantongi beberapa nama seorang pengacara yang akan mendampingi mas Pras. Dan InsyaAllah pengacara itu akan bisa mendampingi mas Pras demi bisa membebaskan Mas dari tuduhan itu."
"Mas berikan kamu izin untuk mengurus ini Han. Maafkan Mas ya, mas jadi menyusahkan mu."
"Semua sudah terjadi Mas. Mas yang sabar, semua kejadian ini adalah sebuah ketidakadilan bagi mas Pras. Oya Mas, Hanin juga perlu untuk berkoordinasi dengan orang kepercayaan mas Pras demi bisa mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Murad." Tutur Hanin.
"Iya, tolong kamu hubungi Johan. Kamu cari saja nomor telepon Johan di ponsel Mas. Bicaralah dengan Johan. Lakukan koordinasi bersama Johan untuk menuntutnya balik Murad dengan semua alat bukti yang sudah terkumpul. Johan sudah memegang semua alat-alat bukti dan semua rekam kejahatan Murad. Han, Mas percaya sama kamu." Tutur Pras sambil menarik tangan Hanin dan kemudian Pras mencium nya.
"Mas sabar ya. Jangan lupa shalat dan juga berdoa. Agar Mas bisa cepat keluar dari tempat ini. Semoga semua urusan ini bisa cepat selesai sebelum ada persidangan. Hanin akan berusaha untuk bantu Mas." Prasetya sudah tidak mampu lagi untuk bisa berkata-kata.
Ia kemudian berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke arah Hanin. Kemudian Pras memberikan satu kecupan ke kening Hanin.
Ia merasa bangga mempunyai istri yang hebat seperti Haningrum.
__ADS_1
Setelah mendapatkan izin dan restu dari Prasetya untuk mencari seorang pengacara
Hanin pada hari itu juga langsung menuju ke sebuah kantor firma hukum untuk menemui seorang pengacara yang sudah ia kantongi namanya.