Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Aku bukan pelakor


__ADS_3

Saat ini Kinanti menempati sebuah apartemen kecil untuk tempat tinggal nya di Jakarta. Kinan sudah pindah dari tempat kostnya beberapa hari yang lalu.


Apartemen itu tidak mewah, tapi cukup nyaman untuk tempat ia tinggal selama berada bulan lagi di Jakarta sebelum ia nanti akan pulang ke Solo untuk melahirkan anaknya.


Sebelum resign dari perusahaan tempat ia bekerja, perusahaan Prasetya Mandiri Corp. Kinanti sudah mencari-cari lowongan pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah.


Kinan dasarnya memang orang yang sangat ulet, rajin bekerja, cerdas dan sangat pintar dalam bidangnya.


Iseng mencari cari sebuah pekerjaan baru yang bisa di kerjakan lewat rumah. Akhirnya membuat Kinanti mantap untuk tidak buru buru pulang ke Solo.


Ia ingin mengisi hari hari nya selama hamil dengan tetap bisa berkerja.


Kinan menemukan sebuah pekerjaan freelance dari laman sebuah internet yang ia cari.


Kemudian dia melamar pekerjaan di sana untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan. Sebagai pengisi waktu dan ia bisa mendapatkan tambahan uang dengan melakukan pekerjaan itu dari rumah.


Saat kuliah, Kinan dulu mengambil jurusan arsitektur. Kinan sudah terbiasa membuat desain desain bangunan. Oleh karena itu ia bisa cepat mendapatkan sebuah pekerjaan yang baru setelah ia resign.


Saat ia memperkenalkan desainnya dan mencoba menawarkan beberapa gambar kepada sebuah kontraktor dalam lowongan di internet.


Ternyata hasil desain yang ia buat ada yang tertarik. Tanpa pikir panjang, Kinan pun setuju untuk berkerja sama dengan perusahaan tersebut.


Desainnya membuat seseorang tertarik dan ingin mengajak kerjasama Kinanti dalam membuat bangunan berupa ruko.


Apartemen yang Kinan tinggali saat ini tak jauh dari tempat dulu Kinan ngekost.


Kinan tingal bersama sahabatnya yang masih bekerja di perusahaan Prasetya.

__ADS_1


Bersama Nita sahabatnya, mereka berdua tinggal di apartemen itu dengan membayar uang sewa patungan.


Sebenarnya, sebelum keluar dari rumah sakit saat ia pendarahan. Bu Damayanti telah menawarkan tempat tinggal gratis untuk Kinanti.


Tapi Kinan menolaknya. Kinan tidak enak hati jika harus menerima tawaran tingal gratis di apartemen milik Bu Damayanti.


Kinan lebih memilih menyewa apartemen untuk ditinggalin bersama sahabatnya. Hal itu lebih membuat dirinya nyaman.


Saat Kinan sedang sibuk berkutat di depan laptop.


Perutnya yang kosong itu membuat Kinan merasa lapar.


.


"Astagfirullah, sibuk depan laptop sampe lupa aku untuk makan." guman Kinanti kala itu.


Kemudian Kinan beranjak dari meja kerjanya dan berjalan menuju lemari pendingin untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan.


Yang tertinggal di sana hanyalah beberapa buah apel dan roti tawar.


Maklum, mereka baru saja pindah dan belum sempat belanja untuk mengisi lemari pendingin.


Kemudian terpikir oleh Kinanti untuk berbelanja nanti sore.


Kinanti pun kemudian mengambil satu buah apel dari dalam lemari pendingin. Lalu ia mengupasnya dan memotong motong buah tersebut dengan potongan kecil.


Lalu ia membawa buah potongan buah itu kembali ke meja kerjanya.

__ADS_1


Sambil melanjutkan kembali membereskan pekerjaannya.


Kinanti menyuapkan potongan buah apel itu ke mulutnya.


Sejenak, Kinan memegang perutnya yang sekarang ini sudah sedikit terlihat menonjol dan terasa bulat ketika ia raba.


Entahlah, sekarang ini Kinan lebih bisa menerima semua keadaan dan masalah yang dia hadapi dengan hati penuh iklas.


Ia tidak merasa apa yang sudah terjadi menjadi beban baginya.


Keberadaan seorang janin yang berada di rahim saat ini telah membuat hari-hari Kinan terasa lebih bahagia.


Karena janin yang keberadaannya tidak sama sekali ia rencanakan itu. Nyatanya terlah merebut perhatian dirinya secara pribadi.


Karena anak yang ia kadung adalah adalah dari seorang pria yang sangat ia kagumi.


Meskipun ia mengagumi Prasetya, Kinan tak ada niatan untuk memiliki Pria tersebut. Karena ia tau, bos nya itu sudah punya keluarga.


Apa yang mereka lakukan di hotel kala itu hanyalah sebuah kesalahan.


Perasaan itu memang salah, perasaan cinta itu mungkin memang konyol. Tapi Kinanti tidak bisa untuk tidak mengagumi Pria itu yang setiap hari bisa ia temui.


Tapi semuanya sudah terjadi. Kini dia hamil anak Prasetya. Dan dia sudah bisa menerima kehadiran anak tersebut dan dia tidak masalah jika Prasetya tidak menikahinya.


Bahkan Kinan juga tidak masalah jika Pras tidak bertanggung jawab ataupun untuk anak yang masih ada di kandungannya itu.


Justru kini Kinan malah bersemangat berkerja untuk calon anaknya.

__ADS_1


Tapi karena Prasetya sudah bilang kepada dirinya jika ia akan bertanggung jawab secara materi.


Maka ia membiarkan Pria itu untuk melakukan tanggung jawabnya.


__ADS_2