
Jakarta
Sebuah keluarga terlihat sangat bahagia dan ceria pada hari Minggu pagi kala itu.
Seusai sarapan di hari libur tersebut. Prasetya mengajak sang putra tersayangnya berenang di kolam renang yang berada di rumah mereka.
Hanin yang saat itu tidak bisa ikut berenang karena sedang berhalangan. Hanya bisa menyaksikan suami dan putranya yang sedang asyik berenang itu dengan duduk di sebuah kursi yang ada di sisi kolam renang.
Perempuan yang berparas cantik itu terlihat tersenyum bahagia melihat suami yang sangat ia cintai terlihat akrab dengan putranya.
Prasetya di mata Hanin sangat sempurna sebagai seorang suami.
Hanin merasa sangat bersyukur karena ia telah dinikahi oleh seorang Pria yang tanggung jawab, jujur dan setia seperti Prasetya Wijaya.
Ketika Hanin sedang fokus menyaksikan buah hatinya bersama sang suami sedang asyik berenang.
Sebuah notip pesan masuk terdengar di ponselnya.
Hanin pun kemudian mengambil ponselnya yang ia taruh di sebuah meja. Lalu, ia kemudian mengecek pesan singkat tersebut.
Pesan tersebut ternyata dari seseorang yang tidak ia kenal. Karena penasaran, Hanin kemudian langsung membaca isi pesan tersebut.
*Kamu itu jadi seorang Istri terlalu baik. Dan sayang sekali, kamu tidak tahu bahwa suamimu di luar sana telah berbuat keji terhadapmu*
Seseorang menuliskan sebuah pesan untuk Hanin dengan kalimat yang membuat Hanin langsung mengerutkan dahinya.
Karena tidak ingin terlalu dalam menanggapi pesan misterius yang tidak ia kenali nomernya. Hanin kemudian meletakkan kembali ponselnya di sebuah meja.
__ADS_1
Dan ia kembali fokus untuk menyaksikan anak dan suaminya yang sedang asik berenang itu.
"Sayang, bisa tolong buatkan aku minuman yang segar." Pinta Prasetya pada Hanin.
"Bisa, aku buatkan jus ya." Jawab Hanin.
"Boleh, buat dua sekalian untuk Ali." Perintah Prasetya.
Haningrum kemudian masuk kedalam rumah untuk membuatkan minuman segar permintaan sang suami.
Ketika Hanin sudah berada di dapur dan hendak membukakan jus. Sebuah pesan singkat kembali masuk ke ponselnya.
Pesan singkat itu ternyata masih dari nomer yang sama, dari nomor misterius tadi.
Hanin kemudian mengecek lagi ponselnya. Betapa terkejutnya Hanin ketika ia membuka isi pesan singkat tersebut.
Foto foto itu menampilkan gambar Prasetya dan juga Kinanti yang terlihat sedang berada di sebuah tempat parkir.
Dalam foto tersebut, Kinanti duduk di bagian depan di mobil Prasetya.
Dan di foto lainnya menampilkan mobil Prasetya nampak terparkir di tepian danau.
Dan di foto ke tiga. Kinanti dan Prasetya nampak saling berhadap-hadapan tertangkap layar seperti sedang membicarakan hal yang serius.
Dari ketiga foto tersebut langsung membuat Hanin berpikir keras.
Beberapa detik kemudian, pesan misterius kembali muncul di layar ponsel Hanin.
__ADS_1
*Kamu itu sedang dibohongi oleh suamimu sendiri. Jadi istri jangan terlalu baik dan juga jangan terlalu polos. Buat apa menjadi istri yang jujur tapi suamimu sendiri tidak jujur padamu. Justru kejujuran dan ketulusan mu dimanfaatkan oleh suamimu.*
*Aku beritahu satu hal tentang suamimu. Suami yang kamu banggakan sedang menjalani affair sama sekretarisnya. Jika kamu tidak percaya. Periksalah meja kerja suamimu. Kamu pasti akan menemukan sesuatu di sana. Aku tidak akan mengatakan apa itu. Cek saja sendiri meja kerja suamimu.*
Lagi lagi pesan singkat misterius tersebut membuat pikiran Hanin makin berfikir keras dan penasaran
Ia ingin sekali mengabaikan pesan misterius tersebut. Tapi rasa penasarannya kini sudah tidak bisa untuk Hanin tahan.
Hanin kemudian bergegas menuju ruang kerja Prasetya.
Sesampainya di meja kerja Prasetya. Hanin sengaja mengunci pintu kerja itu dari dalam. Dan ia bermaksud mencari sesuatu yang entah itu apa dia sendiri tidak tau.
"Maafkan Hanin Mas. Hanin sudah lancang memeriksa meja kerja mu." ucap Hanin lirih.
Hanin kemudian memeriksa satu persatu laci yang ada di meja Prasetya.
Tak lama kemudian, Kinanti menemukan sebuah amplop yang berisikan sebuah rekam medis dari sebuah rumah sakit.
Dan hal itu sudah cukup membuat harian gemetaran.
Karena sangat penasaran dengan isi amplop tersebut. Hanin kemudian membukanya.
Dengan seksama dan penuh ketelitian. Hanin membaca isi dari amplop tersebut.
Hasil dari pemeriksaan laboratorium yang berada dalam amplop tersebut. Di sana tertuliskan bahwa yang memeriksakan diri adalah Kinanti.
Setelah Hanin membaca dari ujung hingga ke bawah isi dari rekam medis tersebut. Disitu di laporkan hasil lap yang menyatakan bahwa pasien yang bernama Kinanti positif hamil.
__ADS_1
Dan yang membuat Haningrum berfikir keras adalah. Kenapa amplop tersebut bisa ada di meja Prasetya.