
"Aku sedang tidak berperang dingin dengan mu sayang. Justru aku saat ini berjuang merebut hati mu kembali. Jika kau beranggapan kita perang dingin. Justru aku sudah mengalah dulu an. Kamu yang memang dan aku kalah. Han, pulanglah. Tidak apa kamu tidak tidur sekamar dengan ku. Kamu bisa tidur di kamar tamu atau kamar Ali. Asalkan kamu pulang. Aku akan senang." tutur Pras.
"Maaf Mas, aku belum bisa kembali pulang." jawab Hanin tegas.
"Kenapa?"
"Jangan tanya kenapa. Kita belum berdamai untuk masalah kita. Jika saat ini aku mau berbicara lagi dengan mas Prasetya. Itu karena ada beberapa hal yang memang harus kita bicarakan. Sampai sekarang aku belum memaafkan mas Pras. Jadi, jangan anggap aku sudah memaafkan mu Mas." Tutur Hanin memberikan penegasan akan sikapnya.
Prasetya kemudian menarik nafas dalam-dalam.
"Semua salah ku. Aku sudah membiarkan seseorang masuk dalam kehidupan rumah tangga kita. Awalnya aku tidak menyadari itu. Tapi setelah aku tau dia ternyata punya perasaan terhadap diriku. Dan yang lebih parahnya ia menggoda ku. Aku telah masuk dalam perangkapnya." kilah Prasetya.
__ADS_1
"Semua tidak akan terjadi jika saja Mas Pras bisa menahan diri dan menjaga hawa nafsu Mas. Padahal Mas sudah punya Hanin di rumah yang bisa kapan saja Mas sentuh. Tapi Mas justru menikmati hidangan di luar." sindir Hanin.
Mendengar perkataan Hanin. Pras terlihat malu dan tersudut.
"Mas, aku serius soal masalah kita. Kesalahan Mas fatal. Dulu Mas bilang menyesal dan memelas untuk aku maafkan. Padahal melalui rekaman video itu aku bisa dengan jelas melihat Mas sedang bersetubuh dengan dia. Aku bisa memaafkan Mas. Tapi kesalahan itu mas ulang lagi dengan sadar saat di Solo. Lalu, apakah menurut Mas aku bisa lagi memaafkan Mas. Kita sekarang ini sedang berdiri di sebuah tebing yang curam dengan posisi kita yang sudah berbeda tempat. Saat kita masih sama sama berkeinginan bersatu. Maka kita akan sama sama mencari jalan agar kita bisa bertemu lagi. Tapi masalah sekarang kita tidak seperti itu Mas."
"Tapi aku masih menginginkan mu Han. Aku akan menerjang apapun untuk mendapatkan mu kembali."
Dan, perkataan Haningrum seolah memukulnya secara telak.
Pras dan Hanin kemudian saling tatap dalam diam.
__ADS_1
"Aku yakin kamu masih mau hidup bersama dengan ku. Jika kamu perlu waktu untuk menyembuhkan luka luka hatimu akibat ulah ku. Aku akan sabar menunggu mu Han. Aku akan sabar menunggu berapa lama pun waktu yang kamu inginkan." jelas Prasetya.
"Ini bukan soal waktu Mas. Ini soal harga diri." jelas Hanin.
"Selama ini Hanin kurang apa sama Mas. Hanin sudah berusaha menjadi seorang istri yang patuh dan nurut sama Mas. Aku juga selalu menjaga diri. Aku hanya di rumah dan menjadi seorang ibu rumah tangga seutuhnya. Mas bebas di luar sana melakukan aktifitas Mas. Jika saja Mas tidak lemah soal godaan seorang wanita. Masalah yang sekarang ini menerpa rumah tangga kita tidak akan pernah terjadi Mas. Banyak contohnya di luar sana. Beberapa istri memilih untuk bercerai karena suaminya selingkuh. Meksi hal itu terkadang bisa di selesaikan dengan adanya suami istri bisa berkomunikasi dengan baik dan seorang suami menyesali perbuatannya. Dan tidak akan mengulangi nya. Maka, bahtera rumah tangga mereka mungkin bisa selamat. Tapi bagaimana dengan kasus kita Mas. Mas berzina dengan wanita itu di kesalahan pertama yang sudah Mas lakukan. Dan saat itu aku berikan Mas kesempatan. Hanin memaafkan Mas Pras. Karena kejadian itu ada campur tangan Murad. Tapi saat kejadian di solo. Kalian sama sama sadar Mas. Lalu bagaimana aku bisa percaya dengan penyesalan Mas Pras saat ini. Jika saja nanti kalian bertemu lagi. Lalu kalian akan melakukan hal yang sama lalu minta maaf lagi. Itu tidak lucu. Dari kesalahan yang kedua kali ini, yang Mas lakukan. Aku sudah tidak bisa berikan Mas kesempatan untuk kembali sama Hanin."
Ingin rasanya Pras kembali mendebat. Tapi Pras kemudian mengurungkan niatnya.
Ia tau saat ini perasaan Hanin sedang tidak baik. Maka Prasetya memilih untuk diam.
"Ya sudah, kita lanjutkan perjalanan menuju rumah mu ya." Hanin tidak menjawab. Ia hanya melegoskan wajahnya ke samping.
__ADS_1
Pras kemudian melajukan kembali mobilnya untuk mengantarkan Hanin.