Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Terbongkar


__ADS_3

"Assalamualaikum Mas. Aku minta izin untuk pergi belanja dulu ke supermarket. Ada beberapa stok makanan yang sudah habis. Jadi aku harus pergi ke supermarket untuk berbelanja." Ucap Hanin, meminta izin untuk pergi keluar rumah pada suaminya Prasetya.


"Walaikumsalam Han. Sama siapa perginya?" Tanya Prasetya.


"Aku pergi bersama Bibik dan juga mengajak Ali. Diantar Pak Dadang." Ucap Hanin menjelaskan, bahwa ia pergi ke supermarket dengan sopirnya dan juga asisten rumah tangganya.


"Ya sudah. Hati hati, kalau sudah balik ke rumah kasih tau Mas ya." Ucap Pras berpesan.


"Iya Mas. Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


Setelah mendapatkan izin pergi keluar untuk keperluan berbelanja. Hanin pun segera pergi menuju supermarket.


Sesampainya di supermarket. Hanin langsung berbelanja.


Membeli barang-barang yang ia perlukan yang sudah habis persediaannya di rumah.


Di temani sang putera, Hanin yang selalu berhijab ketika pergi keluar rumah itu nampak teliti saat membaca daftar belanjaan yang sudah habis persediaan di rumah.


Saat ia hendak mengambil sesuatu di sebuah rak di lorong supermarket.


Ponselnya berdering. Hanin pun kemudian langsung mengambil ponselnya yang ia taruh di dalam tasnya. Ia mengira itu telpon penting.


Saat ia mengecek panggilan telepon itu. Panggilan tersebut ternyata dari nomor misterius itu lagi.


Hanin kemudian mengurungkan niatnya untuk mengangkat panggilan tersebut. Dan ia menaruh lagi ponselnya ke dalam tas.


Setelah beberapa saat ia mengabaikan panggilan telepon itu.


Kini, sebuah pesan singkat kembali terkirim ke ponselnya.


Karena penasaran, Hanin kemudian mengambil kembali ponselnya dari dalam tas.

__ADS_1


Lagi lagi, pesan itu bernada ancaman. Setiap kata katanya membeberkan tentang berbagai kebohongan yang dilakukan oleh Prasetya.


Karena Hanin belum sempat untuk mencari tahu tentang kebenaran semua isi pesan misterius itu.


Kini hati Hanin di buat begitu penasaran dengan semua pesan pesan yang masuk ke ponselnya.


Dan sekarang membuat Hanin resah.


"Maunya apa sih orang ini. Dendam sekali sama Mas Prasetya. Tapi kenapa aku juga tidak bisa mengabaikan begitu saja tentang pesan misterius itu. Tapi, apa mungkin, Mas Pras selingkuh, dan punya affair dengan sekertaris nya." Ucap Hanin membatin.


"Bu!" Seru asisten rumah tangga Hanin. Memangil Hanin yang kala itu hanya diam melamun.


"Eh, iya Bik."


"Ibu sakit? Kok dari tadi diam saja." Tanya sang asisten rumah tangganya.


"Ngak Bik. Ayo kita lanjutkan belanjanya. Apa saja yang sudah habis di rumah." Tanya Hanin pada asisten rumah tangganya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah selesai berbelanja dari supermarket. Hanin yang saat itu sudah sampai di rumah. Langsung bergegas ke ruang kerja Prasetya.


Sebelumnya, ia menyuruh putranya untuk bermain dulu ke kamarnya.


Setelah Hanin sudah berada di ruang kerja Prasetya. Ia kembali mencari sesuatu apapun untuk mematahkan prasangka dan juga teror yang terus menerus menghantui pikirannya.


Aku percaya, semua itu hanya teror dan berita yang tidak benar.


Aku sangat percaya sama Mas Prasetya. Dia tidak mungkin mengkhianati aku.


Mas Pras tidak mungkin menjalin hubungan dengan Kinanti.


Sambil berusaha mencari suatu bukti. Hanin terus membatin.

__ADS_1


Hanin berusaha untuk menenangkan dirinya. Dan meyakinkan dirinya sendiri jika apa yang ia khawatirkan tidak benar-benar terjadi.


Sejauh ini Hanin tidak ingin bertidak gegabah.


Yang ia lakukan saat ini hanyalah, ia ingin menemukan sesuatu yang bisa menguatkan prasangkanya.


Hanin juga tidak ingin terpancing duluan sebelum dia bisa membuktikannya sendiri.


Sebenarnya kamu sudah berbuat apa di belakangku Mas.


Rasanya aku tidak percaya jika kamu melakukan kebohongan terhadap diriku.


Tapi kenapa semua pesan-pesan misterius itu memojokkan mu Mas, ucap Hanin lagi membatin.


Beberapa saat kemudian, sebuah pesan kembali masuk ke ponsel milik Hanin.


Hanin langsung mengecek pesan masuk tersebut.


Dan, sebuah pesan masuk berisikan sebuah video rekaman semakin membuat Hanin penasaran.


"Video apa ini?" Sergah Hanin.


Kemudian ia membuka kiriman video tersebut.


Begitu Hanin memutar video yang di kirim oleh nomor misterius itu.


Seketika langsung membuat Hanin terbelalak kaget.


Tubuh Hanin membeku, mulutnya ternganga tak percaya.


Seperti terhantam sesuatu yang berat. Jantungnya kini makin berdetak kencang, dan napasnya menjadi sesak.


"Astaghfirullahaladzim Mas!" Seru Hanin tak percaya dengan apa yang ia lihat dan saksikan saat itu.

__ADS_1


__ADS_2