Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Makan malam romantis


__ADS_3

Setelah mendapatkan tempat parkir mobil. Pras dan Hanin kemudian berjalan beriringan menuju restoran yang mereka tuju sambil bergandengan tangan.


Sebuah restoran ala timur tengah menjadi tempat tujuan Prasetya ingin menikmati makan malamnya bersama sang istri pada malam itu.


Tempat itu sendiri merupakan sebuah restoran yang cukup bersejarah bagi Hanin dan Pras.


Di tempat itulah pertama kali mereka berdua bertemu empat mata setelah mereka resmi bertunangan.


Saat itu Hanin dan Pras bertemu untuk membicarakan tentang keinginan mereka membuat konsep resepsi untuk pernikahan mereka.


Sejak saat itulah restoran tersebut menjadi tempat makan favorit dan spesial bagi Pras dan juga Hanin.


Perjalanan kisah cinta antara Hanin dan Prasetya terjalin begitu sederhana dan natural.


Pada saat itu, Pras yang hadir pada sebuah perayaan pernikahan keluarga. Melihat Hanin di tempat acara pernikahan keluarga yang ia hadiri.


Sejak pertama kali melihat Hanin pada saat itu. Prasetya langsung merasa tertarik dengan Hanin.


Lalu, Prasetya bercerita kepada sang Ibu jika ada seorang gadis yang sangat cantik yang membuat ia tertarik.


Dan ternyata sang Ibu sudah sangat kenal dengan akrab terhadap ibunya Hanin.


Sebelumnya, Hanin dan Pras sama sekali tidak pernah bertemu.


Pras sendiri saat itu baru saja memulai berkarir. Dengan bekerja di sebuah perusahaan milik orang lain.


Sedangkan Hanin sendiri masih kuliah.


Karena sang putra tertarik kepada anak gadis temannya.


Maka oleh ibunya Prasetya langsung mengutarakan rasa ketertarikan Pras terhadap Mamanya Hanin.


Dan ternyata hal itu di respon posesif oleh orang tua Hanin.


Kedua keluarga itu pun kemudian melakukan komunikasi.


Dan tidak perlu menunggu lama. Pertemuan keluarga pun di adakan.


Selang tiga bulan kemudian dari pertemuan pertama. Dan setelah kedua keluarga saling sepakat dan setuju. Pras akhirnya menikahi Hanin.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Prasetya sengaja memilih sebuah ruang makan private untuk menikmati makan malamnya bersama Hanin pada malam itu.

__ADS_1


Prasetya sengaja memilih sebuah ruangan yang tertutup dan khusus karena ia ingin makan malamnya di lalui dengan penuh keromantisan.


"Mas kok kamu milih tempat makan yang tertutup seperti ini. Kita kan cuma makan sebentar saja di sini?" Tanya Hanin.


"Aku sengaja memilih tempat yang private supaya kita bisa lebih leluasa menikmati makan malamnya sayang." Jawab Prasetya.


Kemudian mereka langsung memilih-milih menu makanan yang ingin mereka santap.


Sang pelayan dengan setia menunggu mereka untuk memesan makanan.


Setelah mereka selesai memesan makanan. Untuk beberapa saat sambil menunggu makanan datang. Pras dan Hanin nampak sibuk dengan gadgetnya masing-masing.


Dan tak berselang lama, pesanan makanan yang mereka tunggu pun telah tiba.


Sesuai para pelayan selesai mengantarkan semua menu makanan yang mereka pesan. Para pelayan itu pun kemudian meninggalkan ruang makan privasi yang telah Pras pesan.


"Malam ini Mas akan melayani kamu makan. Pokoknya Mas yang akan menyuapi kamu. Jadi jangan gunakan tangan kamu untuk makan. Jika kamu ingin sesuatu, kamu tinggal tunjuk. Mas akan mengambilkannya untuk mu." tutur Prasetya pada Hanin.


"Nggak perlu seperti itu Mas, Hanin bisa makan sendiri." sanggah Hanin.


"Sudah menurut saja, ini keinginan Mas." Ujar Prasetya yang tidak bisa lagi di debat.


"Ini adalah nasi kebuli khas timur tengah favorit kita. Kamu tau kan Mas sangat menyukai nasi kebuli ini. Sebelum kita makan kita berdoa dulu ya." Prasetya kemudian memimpin berdoa. Setelah selesai berdoa, Pras mencuci tangannya dan kemudian ia mengambil satu suapan dengan tangannya dan mengarahkannya ke mulut Hanin.


Ia pun membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan yang Pras berikan untuknya.


Hanin benar benar hanya duduk manis. Pras begitu memanjakan dirinya.


Selain menyuapi Hanin, Pras juga menyuapkan makanan itu untuk dirinya sendiri.


"Bagaimana rasanya makan di suapin suami. Rasanya lebih enak kan?" tutur Prasetya menggoda.


"Iya, kenapa rasanya jadi lebih lezat ya Mas, kalau disuapin suami." ucap Hanin menimpali, yang kemudian membuat keduanya tersenyum.


"Karena Mas menyuapi kamu dengan perasaan cinta bidadari ku." ucap Prasetya mulai menggombal.


"Aku akan selalu memanjakan mu Han. Karena aku sangat menyayangi mu. Mas akan berusaha untuk bisa melayani mu dengan baik. Tidak hanya sekedar menyenangkan mu seperti ini tapi juga akan menyenangkan mu di ranjang."


"Mas!" seru Hanin sambil mencubit pinggang sang suami.


Karena Pras membahas soal ranjang. Cubitan Hanin yang mendadak itu sampai-sampai membuat Prasetya meng aduh kesakitan.


"Sakit Han."keluh Prasetya.

__ADS_1


"Tidak perlu membicarakan ranjang ketika kita berada di luar Mas. Itu hanya bisa kita bicarakan kalau kita sedang berada di kamar." tutur Hanin.


"Memang kenapa? Itu sebabnya aku memilih tempat makan privasi tadi. Supaya kita bisa bebas berbicara dan berekspresi seperti ini." ucap Prasetya yang begitu sangat manja terhadap Hanin.


Karena merasa gemas dengan sang istri, Pras kemudian mencium pipi Hanin dengan kecupan basah.


Entah kenapa perasaan cinta yang di rasakan Prasetya pada sang istri semakin hari semakin tumbuh.


Sejak mereka baru saja melalui hari-hari berat dalam pernikahan mereka. Saat Hanin dilanda krisis kepercayaan terhadap Pras.


Apa yang di lakukan Pras saat ini adalah bentuk dari usahanya untuk mengembalikan kepercayaan sang istri terhadap dirinya.


"Aku sudah kenyang Mas. Mas menyuapi aku sangat banyak. Biasanya aku tidak makan sebanyak itu."


"Oke, ya sudah kalau kamu sudah kenyang. Sekarang kamu makan buah ya. Kamu harus makan buah sebagai pencuci mulut." ucap Prasetya. Kemudian ia mengambil beberapa biji buah anggur dan kemudian menyuapkan buah itu ke mulut Hanin.


Saat ia menyuapkan anggur itu ke mulut Hanin. Prasetya terbesit ide untuk mengerjai sang istri.


Prasetya mengambil lagi satu butir anggur kemudian dia mengigit nya di bagian pinggir.


Lalu ia menyuapkan anggur tersebut menggunakan mulutnya ke arah Hanin.


"Mas, apa-apaan lagi sih!" protes Hanin.


Prasetya kemudian mengambil lagi buah anggur yang sudah ia gigit tadi.


"Ini adalah metode menyuapi buah ke istri dengan cara romantis sayang. Tidak boleh menolak. Buka mulut mu." perintah Prasetya. Lagi lagi Hanin pun hanya bisa pasrah.


Prasetya kemudian mengambil satu lagi butir anggur dan melakukannya dengan cara yang seperti tadi.


Prasetya mengigit sisi buah anggur tersebut dengan mulut nya lalu mengarah buah anggur itu ke mulut Hanin.


Hanin kemudian membuka mulutnya dan mencoba meraih buah anggur tersebut.


Tapi, apa yang terjadi.


Saat anggur Itu kini sudah di gigi oleh Hanin. Dan bibir Hanin saat itu menyentuh bibir Prasetya.


Prasetya langsung menahan tengkuk Hanin, agar wajah Hanin tidak buru buru menjauh dari wajahnya.


Dan saat Hanin berusaha untuk menikmati anggur tersebut, kini justru Prasetya mengigit kembali buah anggur yang sudah masuk ke mulut Hanin.


Jadilah mereka kala itu menikmati buah anggur bersama sama sambil berciuman.

__ADS_1


Sehingga rasa manis anggur tersebut kini bercampur dengan rasa manisnya mereka sedang berbagi saliva dengan berciuman dengan begitu mesra.


__ADS_2