Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Hampa


__ADS_3

Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Hanin dan Prasetya.


Hanin tidak menyangka, jika suaminya kembali melakukan sebuah kesalahan yang kali ini benar-benar membuat dirinya hilang kesabaran.


Hanin pikir, pikiran Prasetya sudah terbuka saat ia memberikan maaf dan memberikan ia kesempatan untuk sebuah kesalahan yang telah lalu.


Meskipun kesalahan yang telah lalu begitu menampar nya. Dan di saat kesalahan itu telah jelas terbukti dan ia liat sendiri bagaimana sang suami berbuat mesum dengan wanita itu di hotel.


Hamin masih bisa memberikan maaf dan ampunan untuk Prasetya.


Karena memang kejadian itu telah di setting dan juga telah di rekayasa oleh Murad. Hanin masih mampu memaafkan dan bahkan membela suaminya.


Tetapi, kejadian yang ia saksikan tadi siang di Solo itu entah kenapa menjadi pukulan telak bagi Hanin.


Hatinya sakit, jiwanya lara, dirinya berduka untuk sebuah luka hati.


Dan itu terasa begitu menyakitkan. seperti puluhan ribu pisau belati yang secara bersamaan menghujam jantung dan raganya.


Membuat Haningrum mati rasa.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Berada di kamar masing-masing, mereka merasa hampa. Pras di kamar utama dan Hanin di kamar Ali. Ini adalah moment pertama kalinya mereka pisah rajang.


Baik Hanin dan Pras tidak bisa merasakan nikmatnya beristirahat pada malam itu.


Prasetya hanya berbolak-balik dan mondar-mandir di sisi tempat tidurnya.


Biasanya jika ia setelah pulang dari luar kota disambut dan di urusi oleh Hanin. Kini Pras di abaikan dan bahkan tidak di ajak bicara oleh Hanin.


Prasetya benar benar dilanda kegundahan, kecemasan dan rasa frustasi.


Dari Solo sampai kini mereka sudah berada di Jakarta. Hanin tidak mengucapkan sepatah kata pun terhadap dirinya. Menatap wajahnya pun tidak.


Padahal sebelumnya berangkat ke Solo, malam hari itu mereka masih baik baik saja. Bahkan mereka masih mandi bersama dan berhubungan badan di kamar mandi.


Kemarahan Hanin yang senyap itu benar-benar telah menjadi sebuah ancaman yang sangat menakutkan bagi Prasetya.


Sedangkan di kamar Ali. Hanin yang kalah itu sudah puas menangis dan menumpahkan air matanya. Kini menjadi sedikit lega karena ia meluapkan dengan tangisan.


Waktu kini telah menunjukkan pukul 02.00 pagi. Tapi pikiran dan mata Hanin masih terjaga.


Bayangan adegan berciuman antara suaminya dan wanita itu yang begitu mesra. Kembali berputar-putar di benaknya. Di tambah lagi dengan video mesum yang pernah terjadi di hotel ketika itu. Semua ingatan itu makin menambah beban luka di hati Hanin.

__ADS_1


Saat ia sudah bisa menyembuhkan rasa sakit hati karena kelakuan sang suami yang khilaf waktu lalu. Dan berusaha menerima kenyataan suaminya punya anak dari wanita lain. Justru kini Pras mengukir luka yang baru yang lebih perih dan sakit.


Setelah puas dengan tangisannya. Hanin kemudian bangkit dan menjejakkan kakinya ke lantai.


Ia berjalan ke kamar mandi, menyalakan kran air dan kemudian mengambil air wudhu. Hanin ingin menenangkan dirinya dengan melakukan shalat.


Dengan begitu khusyuk. Hanin melakukan shalat malam dan di lanjutkan dengan berdoa.


Menengadahkan kedua tangannya, Hanin berdoa hal yang terbaik untuk dirinya.


Setelah melakukan shalat, Hanin kemudian merapikan kembali alat-alatnya sholatnya, lalu ia kembali menuju tempat tidur.


Sambil memeluk Ali, Hanin mencoba untuk memejamkan kedua matanya dan beristirahat.


Dan pelan-pelan Hanin pun dapat memejamkan kedua matanya ia terlelap dengan kedua mata nampak sebab.


Sedangkan Prasetya sendiri masih belum dapat memejamkan mata. Keluar dari kamar-kamarnya, Pras bermaksud untuk menyusul Hanin.


Saat ia hendak membuka pintu kamar Ali. Pintu itu tertutup. Sudah pasti Hanin juga telah mengunci pintu itu dari dalam.


Ini adalah titik kemarahan tertinggi seorang Haningrum terhadap Pras.

__ADS_1


Hanin tidak pernah semarah itu sebelumnya.


Tidak ingin memaksakan dirinya untuk masuk ke kamar Ali. Membuat Pras kembali ke kamarnya.


__ADS_2