Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Titik terang


__ADS_3

"Saya khilaf Bu. Saya begitu di kuasai oleh gairah pada saat itu. Di tambah Pak Pras juga memaksa saya. Bahkan Pak Prasetya yang melucuti pakaian saya."


"Cukup!" seru Hanin.


"Tidak usah kau jelaskan bagaimana kalian saat itu berbuat mesum. Sekali lagi aku katakan Kinanti. Dalam hal ini aku tidak bermaksud membela Mas Pras. Tapi disini aku sedang menilai dirimu. Jawab pertanyaan ku yang satu ini Kinan. Apakah kamu pada saat itu memang hanya pasrah. Dan apakah kamu sengaja menikmati moments kala itu untuk menikmati berhubungan intim dengan suami orang? Apakah kamu menyukai suami ku?"


Kinanti hanya bisa terdiam mendengar perkataan Hanin yang sudah memojokkan dirinya.


Setelah beberapa saat tidak ada yang saling bersuara. Kinanti kemudian memulai pembicaraan.


"Secara pribadi, saya minta maaf pada Bu Hanin tentang kejadian malam ini. Semua di luar dugaan dan kendali saya. Saya mengaku saya juga salah atas kekhilafan saya. Tapi Bu Hanin tenang saja. Saya tidak akan meminta Pak Pras untuk bertanggung jawab dengan kehamilan saya. Saya pun juga tidak akan minta pertanggung jawaban berupa materi pada Pak Pras. Meksi saya telah mengandung anaknya." Ucap Kinan dengan suara tercekat.

__ADS_1


"Dan untuk kehormatan saya. Bu Hanin terlalu men-judge saya. Seolah olah saya ini seorang wanita murahan. Selama ini saya sudah menjaga kehormatan saya dengan baik. Jika ibu tidak tau bagaimana rasanya ibu jika ada dalam posisi saya saat itu. Ibu tidak tau apa yang saya rasakan. Ya, ini memang salah saya. Akulah yang bersalah dalam kasus ini. Dan saya sudah menerimanya. Saya juga telah mengambil semua resikonya. Saya tidak akan menjadi orang ketiga dalam pernikahan Bu Hanin dan Pak Prasetya. Setelah satu bulan dari bulan ini, saya akan mengundurkan diri dari perusahaan. Sebelumnya saya sudah mengajukan pengunduran diri saya kepada Pak Pras beberapa seminggu yang lalu. Tapi Pak Pras menahan saya. Karena ada beberapa hal tentang pekerjaan yang masih harus saya selesaikan." Tutur Kinanti.


"Soal tangung jawab, itu masalah Mas Pras. Itu bukan urusan ku." sergah Hanin.


"Karena masalah ini sudah terjadi. Meskipun kamu mengatakan jika kamu tidak akan menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ku. Secara tidak langsung kamu saat ini sudah menjadi orang ketiga dalam pernikahan ku dan Mas Prasetya. Apalagi sekarang kamu mengandung benih suami ku. Bisa kau bayangkan Kinanti bagaimana perasaan ku." ucap Hanin dengan menahan emosi dan marah.


"Semisal kamu mencintai seseorang dengan sepenuh hati mu dan kau menyerahkan semua rasa percaya dan ketulusan mu pada seseorang itu. Lalu dia melakukan kesalahan meskipun itu kesalahan yang tidak di sengaja. Mungkin aku akan bisa melupakan masalah ini. Tapi apa yang sudah terjadi di antara kalian kasusnya berbeda. Aku percaya suami ku hanya mencintai aku. Tapi aku tidak bisa iklas jika suami ku menumpahkan benihnya pada wanita lain. Dan itu kamu."


Baik Hanin dan Kinanti mereka kini saling membeku berhadap-hadapan. Seolah mereka sedang face to face.


"Astaghfirullah." Desis Hanin beristighfar. Kemudian ia mengusap air matanya.

__ADS_1


"Sekali lagi saya minta maaf Bu Hanin. Jika memang saya sudah menjadi orang ketiga dalam pernikahan Bu Hanin dan Pak Prasetya. Saya sudah kehilangan kesucian saya. Dan sekarang saya juga hamil. Sudah tidak ada lagi yang tersisa dari dalam diri saya untuk dan saya banggakan. Itu memang kebodohan saya. Saya akan menanggungnya sendiri. Saya hanya bisa mengatakan maaf pada Bu Hanin. Saya siap menanggung semua resikonya." Ucapkan Kinanti sambil menundukkan wajahnya.


"Setelah ini saya akan pergi Bu. Semoga kepergian saya dari kehidupan Bu Hanin dan Pak Prasetya. Bisa mengembalikan keharmonisan rumah tangga kalian. Saya doakan semoga pernikahan kalian akan lebih bahagia dan bisa kembali seperti semula."


"Apa yang sudah terjadi di antara kita bertiga tidak akan bisa mengembalikan keharmonisan rumah tangga ku bersama Mas Pras Kinan. Aku tidak bisa menjabarkannya. Setelah kejadian ini, aku dan Mas Pras tidak akan bisa seperti dulu lagi. Meskipun kami telah berdamai untuk menerima semua musibah ini. Masalahnya ini adalah aib. Dan aib itu akan selamanya berbekas. Apalagi kamu saat ini mengandung anak suami ku. Aku tidak bermaksud menyalahkan anak yang kamu kandung. Tapi jujur, aku mengutuk kelakuan kalian. Dan untuk kasus ini. Aku masih ada pertanyaan lain yang sangat ingin aku tanyakan sama kamu."


"Pertanyaan apa Bu?"


"Apakah kamu yang sengaja dan berinsiatif membawa Mas Pras ke kamar hotel saat itu?" Tanya Hanin.


"Tidak Bu. Saya di suruh seseorang." jawab Kinanti tegas.

__ADS_1


"Siapa? Siapa yang menyuruh mu membawa Mas Pras ke kamar hotel?"


"Pak Murad Bu." Jawab Kinanti jujur.


__ADS_2