Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Suami idaman


__ADS_3

Karena sangat penasaran dengan isi amplop tersebut. Hanin kemudian membukanya.


Dengan seksama dan penuh ketelitian. Hanin membaca isi dari amplop tersebut.


Hasil dari pemeriksaan laboratorium yang berada dalam amplop tersebut. Di sana tertuliskan bahwa yang memeriksakan diri adalah Kinanti.


Setelah Hanin membaca dari ujung hingga ke bawah isi dari rekam medis tersebut. Disitu di laporkan hasil lap yang menyatakan bahwa pasien yang bernama Kinanti positif hamil.


Dan yang membuat Haningrum berfikir keras adalah. Kenapa amplop tersebut bisa ada di meja Prasetya.


Tidak ingin tertangkap basah berada di ruang kerja sang suami. Hanin kemudian buru buru menaruh kembali amplop yang barusan ia temukan ke tempatnya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah beberapa saat kemudian. Hanin kembali ke area kolam renang untuk mengantarkan minuman pesanan sang suami.


Begitu Hanin telah sampai di kolam renang. Prasetya nampak sedang menghanduki sang putera yang terlihat sudah kedinginan.


"Apa udahan berenangnya?" Tanya Hanin pada Prasetya yang saat itu sedang melilitkan handuk pada putranya.


"Ali sudah kedinginan Bunda." Ucap Ali sambil menggigil.


"Bawa Ali kedalam dan mandikan dengan air hangat. Dia sudah kedinginan." Timpal Prasetya.


"Ya sudah, Bunda anter kedalam ya." Ucap Hanin yang kemudian mengandeng tangan putranya untuk masuk ke dalam rumah.


"Han, setelah selesai memandikan Ali. Temani aku di sini. Aku belum selesai berenangnya." Ucap Prasetya sebelum Hanin berlalu.


"Iya Mas." Jawab Hanin singkat. Kemudian ia berlalu dari hadapan Prasetya untuk memandikan Ali.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hanin yang tidak bisa menemani Prasetya berenang di kolam renang. Hanya bisa menyaksikan sang suami yang saat itu masih asik berenang di kolam.


Dari kursi ia duduk, Haningrum tampak tidak begitu fokus. Pikirkan saat ini sedang galau.


Pesan misterius yang masuk di ponselnya beberapa saat lalu. Kini menjadi sebuah beban pikiran tersendiri buat Hanin.

__ADS_1


Karena pesan misterius itu membicarakan tentang sisi buruk sang suami. Yang sebenarnya Hanin tidak bisa percaya begitu saja dengan informasi yang baru saja ia ketahui tersebut.


Akan tetapi, semua bukti berupa foto-foto dalam pesan itu. Nampak menunjukan dengan jelas. Bahwa ada Prasetya bersama dengan sang sekretarisnya Kinanti terlihat intim.


Hanin pun berfikir, buat apa mereka berbicara berduaan di sebuah danau yang letaknya sangat jauh dari pemukiman penduduk. Dan bahkan sangat terpencil, jauh dari lalu lalang mobil yang lewat.


Jika memang mereka ingin membicarakan urusan pekerjaan. Kenapa tidak dibicarakan di kantor. Kenapa harus di tempat seperti itu, pikir Hanin.


Belum lagi dengan temuan tentang bukti amplop rekam medis itu.


Dalam amplop itu tertuliskan bahwa pasien bernama Kinanti positif hamil.


Dan yang menjadi pertanyaan, kenapa amplop tersebut berada di meja kerja Prasetya.


Sebenarnya dari awal sejak ia menerima pesan misterius itu. Hanin tidak tertarik untuk membuka atau penasaran dengan isinya.


Tetapi karena ada bukti-bukti tentang foto dan juga amplop yang ada di meja kerja sang suami. Hal itulah yang kemudian membuat Hanin berpikir.


Dan sekarang timbullah kecurigaan terhadap sang suami.


Dan terang-terangan menuliskan bahwa sang suami telah terlibat affair dengan sekretarisnya.


Tidak mau langsung percaya dengan semua informasi yang sudah ia ketahui saat ini. Membuat Hanin harus berpikir tenang dan tidak boleh terburu-buru untuk bereaksi dalam menanggapi informasi tersebut.


Dalam hati, Hanin memastikan pada dirinya sendiri untuk mencari tahu dulu informasi yang sebenar-benarnya.


Karena ia tidak ingin mencurigai suaminya dengan sebuah sesuatu yang tidak beralasan dan tidak berdasar.


Apalagi dia mendapatkan informasi itu dari pesan misterius yang tidak ia kenal.


Hanin juga berpikir, bisa saja hal itu dikirimkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk menghancurkan pernikahannya dengan Prasetya.


Atau, mungkin saja ada seseorang yang tidak suka dengan kebersamaan dengan Prasetya. Atau bisa juga itu ulah seseorang yang sedang ingin menerornya.


Pikiran-pikiran itulah yang membuat Hanin memendam semua yang sudah ia ketahui saat ini.


Tapi di lain sisi, Hanin juga akan mencari tahu sendiri kebenarannya.

__ADS_1


"Hai, kok melamun." Ucap Prasetya yang tiba-tiba muncul dari sisi kolam renang dan mengagetkan sang istri.


Tidak hanya membuat kaget Hanin. Prasetya juga mencipratkan air kolam renang itu ke wajah sang istri dengan menggunakan tangannya.


Hanin pun terkaget saat dirinya mendapatkan cipratan air yang Prasetya sengaja lakukan.


Kemudian Hanin menoleh ke arah Prasetya dan menatap wajah sang suami yang menurut Hanin sangat tampan itu.


"Mas Pras apa-apaan sih. Mengagetkan aku saja." Gerutu Hanin, yang kemudian mengusap wajahnya yang terkena air tadi.


"Kamu kenapa? Kok melamun. Tidak biasanya kamu melamun seperti itu." Tandas Prasetya yang kemudian ia keluar dari kolam renang.


Saat Prasetya keluar dari kolam renang. Hanin di buat tajub dengan bentuk tubuh ideal sang suami yang terlihat begitu atletis dan mempesona tersebut.


Siapa yang tidak bangga memiliki seorang suami yang setia, jujur, penyayang dan juga tampan seperti Prasetya.


Setiap detik Haningrum selalu bersyukur menjadi wanita yang di cintai oleh Pria yang saat ini sudah duduk di sampingnya itu.


"Jus nya Mas." Ucap Hanin, dengan penuh perhatian ia menyodorkan segelas jus segar yang tadi ia buat untuk Prasetya.


"Terimakasih sayang." Jawab Pras, yang kemudian ia menyeruput minuman segar yang sudah Hanin siapkan untuknya.


Hanin kemudian memberikan handuk pada Prasetya. Prasetya pun menerima handuk itu dan menggunakannya untuk mengeringkan kepalanya yang basah.


"Coba tadi kita bisa berenang bersama. Pasti sangat menyenangkan." Ujar Pras sambil menoleh ke arah sang istri yang selalu membuatnya terkagum dan bangga memiliki seorang istri seperti Hanin.


"Kan sudah Hanin bilang Mas, kalau Hanin sedang berhalangan."


"Nanti malam kita makan di luar ya. Sudah lama tidak mengajak kamu dan Ali makan di luar. Maafkan Mas, akhir akhir ini Mas bayak pekerjaan. Banyak hal yang harus Mas urus. Tapi semua itu Mas lakukan dengan semangat. Semua demi kamu dan Ali." ucap Pras sambil melayangkan senyum manisnya pada sang istri.


"Terimakasih sudah berjuang untuk kita Mas. Sejauh ini Hanin juga bangga sama Mas. Terimakasih." Ucap Hanin nampak tulus berucap terima kasih pada sang suami yang menurutnya sudah sangat bertanggung jawab atas lahir dan batinnya.


Prasetya



__ADS_1


__ADS_2