Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Pertemuan Bu Damayanti dengan Kinan


__ADS_3

Dengan diantarkan oleh seorang sopir, Bu Damayanti pergi ke sebuah rumah sakit bersalin pada siang hari itu untuk memeriksa keadaan Kinanti.


Atas permintaan Prasetya, Bu Damayanti akhirnya ikut turun tangan juga mengurusi Kinanti.


Jika karena tidak wanita itu tengah hamil anak Pras, Bu Damayanti juga tidak akan sudi untuk turun tangan.


Sesampainya di rumah sakit Bu Dama langsung menuju ke kamar inap dan digunakan oleh Kinanti.


Di sebuah ruang inap yang lumayan nyaman. Bu Damayanti dengan diantar oleh seorang perawat masuk kedalam kamar Kinan.

__ADS_1


Sesampainya di dalam, seorang wanita yang berparas cantik yang berperawakan tinggi serta berkulit putih sedang duduk bersandar pada sebuah batal. Kebetulan saat itu Kinan sedang menikmati makan siangnya.


Begitu kamarnya di masukin oleh seseorang yang tidak ia kenal. Kinanti nampak memperhatikan wajah Bu Damayanti dan memasang wajah penuh tanda tanya.


"Selamat siang Kinanti, kamu pasti bingung dengan kedatangan saya. Kenalkan aku Ibunya Prasetya. Aku ke sini untuk mengecek mu." Ujar Bu Damayanti terlihat santai.


"Selamat siang Bu, saya Kinanti. Senang bertemu dengan ibu." Jawab Kinanti sopan sambil menganggukkan kepalanya.


"Silahkan Bu, saya akan mendengarkan." Jawab Kinanti ramah.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan mu. Apa sudah lebih baik?"


"Alhamdulillah Bu, saya sudah merasa lebih baik."


"Bagus kalau begitu. Dengar Kinanti, aku sebagai ibunya Prasetya. Sangat menyesalkan perbuatan yang telah kamu dan Prasetya lakukan. Terlepas dari apa dan bagaimana kejadian itu bisa terjadi. Nyatanya sekarang kamu telah berbadan dua. Dan anak yang kamu kandungan itu nyatanya juga anaknya Pras. Maaf jika aku harus katakan ini. Karena anak itu hasil perzinahan yang sudah kalian lakukan. Secara hak, kamu tidak bisa menuntut anak saya untuk bertanggung jawab banyak. Prasetya hanya bisa mengakui bahwa anak itu memang anak nya dan hanya bisa memberikan tagung jawaban nafkah untuk anak itu. Sampai ia dewasa nanti. Perlu kamu ketahui juga Kinanti. Anak hasil zina yang dilakukan oleh seorang pria dan wanita tanpa adanya hubungan yang sah itu di sebuah zina. Dan anak itu tidak akan mendapat nasab dari ayahnya biologis nya , yaitu Prasetya. Walau Prasetya mengakui anak itu, tetap nasab anak itu jatuh pada nasab keluarga mu. Anak itu bisa kau nasab kan pada diri mu sediri ataupun pada nama Ayah mu. Jadi, aku harap soal pertanggung jawaban ini sudah jelas ya. Kamu jangan menuntut banyak pada anak ku. Bukan karena aku membela anak ku. Tidak, tapi secara agama memang seperti itu Kinanti." Jelas Bu Damayanti panjang lebar.


"Prasetya sudah berkeluarga. Istrinya sangat hancur saat mengetahui Prasetya telah tidur dengan seorang wanita dan bahkan membuat wanita itu hamil. Karena kejadian itu ternyata ada sabotase. Maka Hanin, istrinya Prasetya masih bisa maklum. Tapi tetap saja Kinanti. Semua itu masih meningalkan rasa sakit di hati menantu ku. Jadi aku harap, kamu harus menjauh dari kehidupan Prasetya mulai sekarang." Dan, ucapan Bu Damayanti langsung membuat Kinanti berfikir keras.


"Menjauhlah dari kehidupan rumah tangga anak dan menantu yang sangat saya cintai. Aku mengakui anak yang kamu kandung itu juga cucu ku. Soal kebutuhan mu selama kamu hamil mengandung anak itu semua akan kami tanggung. Dan setelah anak itu lahir, kebutuhannya juga akan di penuhi oleh Prasetya. Jadi Kinan, aku minta kesadaran mu untuk sebaiknya kamu tidak usah lagi bekerja di perusahaan Pras. Pras bilang, setelah kamu keluar dari rumah sakit ini, kamu juga harus beristirahat total kan. Saya sudah siap satu unit apartemen kami yg kebetulan kosong. Kamu bisa tingal di sana untuk sementara waktu. Saya akan suruh salah satu asisten rumah tangga saya untuk menemani mu. Semua ini saya lakukan juga karena aku peduli dengan anak itu. Karena anak itu juga anak Pras, dengan kata lain dia juga cucu ku."

__ADS_1


Kinanti sejak tadi hanya diam tak menyahut semua perkataan Bu Damayanti.


__ADS_2