Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Kekesalan Murad.


__ADS_3

Wajah Prasetya nampak terlihat sumringah ketika ia sedang menikmati waktu kebersamaan dengan keluarga kecil tercintanya.


Seusai mengajak Hanin dan Ali untuk berkunjung ke rumah sang Mama.


Prasetya sebelum kembali pulang ke rumah mengajak anak dan istrinya itu mampir ke sebuah restoran untuk makan malam bersama.


Keluarga kecil bahagia itu terlihat begitu menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan.


Prasetya menunjukan sikap gentle nya sebagai seorang ayah dan suami yang baik untuk Ali dan juga Hanin.


Pria 27 tahun itu memang suka meluangkan waktu bersama untuk keluarga kecilnya di akhir pekan. Biasanya Prasetya mengajak anak dan istrinya untuk dinner, nonton, ke mall atau pergi berkunjung ke rumah orang tua mereka.


Ketika mereka sedang menikmati acara makan malam kala itu. Tak sengaja Murat juga berada di restoran tersebut.


Melihat Prasetya dan Hanin juga berada di restoran itu. Murtad kemudian menyapa sepupunya.


Saat Murad mendatangi meja Prasetya. Prasetya kemudian berdiri dan menyalami Murad.


Kemudian menyuruh Murad untuk ikut duduk bersamanya. Tak lupa Prasetya juga menyuruh putranya Ali untuk bersalaman pada Murad.


"Ali, berikan salam pada Paman Murad." perintah Prasetya pada anak laki-lakinya.


Ali pun menurut dan menyalami Murad.


Sedangkan Hanin sendiri hanya menganggukkan kepalanya pada Murad. Menandakan ia memberikan salam.


Karena Hanin selama ini tidak pernah menjabat tangan seorang pria manapun. Jika pria itu bukan mahramnya.


Setelah menyapa Prasetya bersama keluarga kecilnya. Murad izin permisi untuk menuju meja yang ia sudah pesan.


Karena pada malam itu, ia sedang ada janji dengan seseorang di restoran itu.


Lagipula, mana mungkin ia duduk di meja Prasetya dan menjadi penonton keluarga kecil itu sedang berbahagia.


Tentu saja hal itu tidak sudi untuk Murad lakukan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Berada di dalam apartemennya. Yang berlokasi di tengah-tengah perkotaan.


Murad merasa sangat geram dengan kebersamaan serta keharmonisan yang terpancar dari wajah Pras dan Hanin.

__ADS_1


Murad merasa sangat heran dengan ketenangan yang ditampilkan oleh Hanin.


Seharusnya wanita itu saat ini dalam perasaan kacau dan galau.


Tetapi anehnya, wanita itu justru malah terlihat biasa saja dan seolah olah tidak sedang menghadapi sesuatu masalah apapun.


Padahal, Murad lah yang telah meneror Hanin.


Dengan mengirimkan foto foto Pras bersama dengan Kinanti.


Serta telah membocorkan rahasia Pras tentang affair yang terjadi antara Prasetya dan sekretarisnya.


Murad juga merasa kesal dan kecewa. Karena Hanin tidak merespon ataupun membalas semua pesan pesan misterius yang sudah Murad kirim ke nomor ponsel Hanin.


Sikap Hanin, wanita yang diam diam di sukai oleh Murad itu bahkan masih terlihat akrab dengan suaminya, Prasetya.


Seolah olah tidak ada masalah sedikit pun. Padahal jika Hanin bereaksi, bisa saja Hanin saat itu berwajah murung atau semacamnya.


Karena ia memikirkan suaminya yang telah mengkhianati dirinya.


Tapi nyatanya, Hanin tidak memperlihatkan rasa kekecewaannya terhadap suaminya. Hal itu sungguh di luar dugaan Murad.


Karena Murad sendiri ingin menghancurkan pernikahan Prasetya.


Sampai sekarang, Murad tidak rela jika wanita yang menjadi incarannya dulu hidup bahagia bersama Pras.


Sejenak, Murad tersenyum-senyum dengan apa yang ada di kepalanya.


Karena dia masih ada satu senjata lagi.


Dan Murad yakin. Bukti andalan yang ia pegang saat ini. Akan menjadi senjatanya yang pasti akan menghancurkan perasaan Hanin.


Sebuah bukti nyata perselingkuhan yang dilakukan Pras dengan Kinanti.


Sebuah bukti rekaman video yang sudah ia rencanakan sebelumnya.


Dan Murad yakin, Hanin tidak akan tahan untuk melihat bukti rekaman video tersebut.


"Kita tunggu saja tanggal mainnya Hanin. Kamu apakah masih akan setia pada Prasetya atau akan meninggalkan Pras. Tunggu saja kejutan berikutnya dari ku." Ucap Murad sambil meneguk minuman wine nya. Dan merasa puas dengan sesuatu yang sudah ia miliki untuk bisa menghancurkan rumah tangga sepupunya sendiri. Yaitu rumah tangga Prasetya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Beberapa hari kemudian


Hari itu Kinanti telah kembali ke Jakarta. Setelah beberapa hari izin untuk pulang ke kampung halamannya di Solo.


Sekembalinya dari Solo, Kinanti yang sudah berniat untuk mengundurkan diri dari perusahaan Prasetya. Berniat untuk memberi tau Prasetya jika dirinya akan segera risen.


Kinanti sendiri pun telah membuat surat pengunduran diri dan sudah ia bawa pada hari itu.


Dan rencana, ia akan membicarakan tentang pengunduran dirinya terhadap Prasetya saat ia bertemu dengan bos nya tersebut.


Setelah selesai memberikan beberapa laporan penting untuk urusan pekerjaan.


Kinanti yang tidak segera pergi dari hadapan Prasetya kemudian mengutarakan niatnya untuk memberi tau sang bos perihal rencananya untuk mengundurkan diri.


"Maaf Pak, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan sama Bapak. Saya mohon minta waktu nya sedikit." Tutur Kinanti sopan.


Prasetya yang tadinya tengah fokus untuk membaca beberapa laporan penting kemudian menengadahkan pandangan ke arah Kinanti.


"Ada hal apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Kinan?" Tanya Pras, kemudian ia fokus untuk menatap wajah Kinanti.


"Ini tentang niatan saya Pak. Saya berniat untuk mengundurkan diri dari perusahaan Bapak." Ucap Kinanti dengan tegas.


Mendengar hal itu, Pras pun terkejut.


"Kenapa kamu mau mengundurkan diri dari perusahaan ini Kinanti?" Tanya Prasetya penasaran.


"Maaf, untuk alasannya. Saya tidak bisa membicarakan ini sama Bapak. Saya sudah memikirkan ini. Saya sudah membuat surat pengunduran diri. Saya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya untuk Pak Pras sekarang." Tutur Kinanti lembut.


Kemudian, Kinan memberikan sebuah surat pengunduran dirinya pada Pras dan meletakkannya di meja Prasetya.


Prasetya kemudian bangkit dari kursinya. Dan ia menyerukan kedua tangannya di kedua sisi kantong celananya.


Kemudian ia berjalan mendekati Kinanti. Dan menatap wajah Kinanti dengan tatapan canggung.


Kinanti Angraeni



Jangan lupa mampir juga di cerita aku yang lain 🥰


__ADS_1


__ADS_2