Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Frustrasi


__ADS_3

"Bik, kok kamarnya jadi rapi. Tadi siapa yang berani masuk ke kamar. Aku kan sudah bilang kalau jangan ada yang berani masuk kamar. Hanya Hanin dan aku yang boleh masuk kamar itu." protes Prasetya pada art nya.


Ketika ia pulang dari kantor dan masuk ke dalam kamar. Kamarnya kini terlihat rapi dan bersih. Prasetya bahkan bertanya pada art nya dengan nada suara tinggi.


Padahal sebelumnya, Prasetya tidak pernah bersikap marah seperti itu.


"Maaf Pak, kami tadi tidak membereskan kamar Pak Prasetya. Tapi, Bu Hanin lah yang membereskan kamar Bapak. Tadi siang Bu Hanin datang. Katanya dia mau mengambil berkas. Tapi saya tidak tau berkas apa yang Bu Hanin maksud. Saat Bu Hanin masuk kamar. Bu Hanin juga protes kenapa kamarnya berantakan. Tidak lama kemudian, Bu Hanin membereskan kamar. Dan Bu Hanin pesan, kami di suruh membersihkan kamar Bapak." jelas sang art dengan lugas.


"Tidak ada yang boleh membereskan kamar. Tetap, tidak ada yang boleh." jawab Pras sedikit angkuh.


Setelah diberitahu oleh asisten rumah tangganya jika Hanin datang untuk mengambil sebuah berkas. Membuat Pras penasaran.


Berkas apa yang dibawa pergi dan yang di cari oleh Hanin.


Pras pun kemudian langsung naik ke kamarnya dan ia langsung mengecek laci yang ada di sisi tempat tidur.


Karena mereka menaruh berkas-berkas berharga di dalam laci tersebut.


Setelah Prasetya mengecek berkas berkas yang ada di sana. Ia mendapati buku nikah milik Hanin tidak ada. Hanya menyisakan buku nikah milih Pras.

__ADS_1


Sertifikat kelulusan Hanin dari universitas pun juga tidak ada. Dan hal itu sudah cukup membuat Pras panik.


"Untuk apa kamu membawa pergi buku nikah kita Han? Apa yang ingin kamu lakukan." sergah Prasetya. Yang kini sudah berfikir negatif pada Hanin.


Pras kemudian mengambil ponselnya dan ia menuliskan pesan untuk Hanin.


*Han terima kasih sudah membereskan kamar. Kenapa tidak menunggu ku sampai sore saja saat aku pulang. Oh ya, kenapa kamu mengambil buku nikah yang ada di laci? Memangnya kamu mau gunakan untuk apa buku nikah itu*


Tulis Prasetya pada pesan yang ingin ia kirimkan untuk sang istri.


Setelah menunggu beberapa menit dengan sangat tidak sabar. Pras terus mengecek ponselnya dan berharap pesan itu segera dibaca oleh Hanin.


Tetapi ternyata, pesannya tidak kunjung di balas oleh Hanin.


*Han tolong berikan aku penjelasan. Kenapa kamu mengambil buku nikah dari rumah? Kamu akan gunakan untuk apa buku nikah itu. Aku bertanya dan kamu harus jawab*


Tulis lagi Prasetya dengan penuh penekanan. Ia berharap pesannya akan di balas oleh Hanin.


Setelah menunggu beberapa saat. Dengan tidak sabarnya Pras mengecek ponselnya.

__ADS_1


Lagi lagi pesannya hanya di baca tapi tidak di balas oleh Hanin.


Dan hal itu sangat membuat Prasetya geram. Selama menikah, Pras tidak pernah di buat segeram itu oleh Hanin.


Pras begitu gregetan dengan sikap Hanin yang begitu mengabaikannya.


Sampai sampai, Pras kemudian membanting ponselnya ke lantai.


Hingga layar ponsel miliknya hancur.


Pras benar benar di buat frustasi. Ia tidak pernah merasa sekacau ini sebelumnya.


Prasetya sungguh tidak bisa mengendalikan emosinya jika tidak ada Hanin di sisinya.


"Han, pulang lah. Kembali lah ke rumah. Mas tidak bisa seperti ini terus. Mas kehilangan separuh gairah hidup Mas. Hari hari terasa kosong dan hampa tanpa kamu dan Ali. Please Hanin, pulang lah, Mas butuh kamu, Mas ingin kamu." ucap Pras meratapi nasibnya yang di tingalkan anak dan istrinya.


Prasetya benar benar dalam titik terburuk mental nya saat ini. Ia sekarang terlihat kurus dan tidak terawat. Ia sudah tidak mempedulikan diri dan penampilannya.


"Aku membenci mu Kinanti. Kamu wanita paling menjijikan yang pernah aku temuin. Setelah aku kini sadar, kamu ternyata adalah seorang wanita penggoda. Yang hanya terobsesi dengan diri ku. Dan aku dengan bodohnya tunduk dengan rasa simpati ku sama kamu. Aku membenci mu sekarang Kinan. Gara gara kamu rumah tangga ku hancur."

__ADS_1


Desis Prasetya, yang kini justru tumbuh benih benih kebencian terhadap Khianati. Mantan sekretaris dan wanita yang pernah ia gauli dengan tidak sadar.


__ADS_2