
"Dengerin apa kata Bapak mu Nduk. Percuma nuntut bos mu untuk tanggung jawab. Jika bos mu saja hanya bisa bertanggung jawab memberikan tagung jawaban materi. Mending tidak usah kamu terima. Suatu saat dia akan mengungkit materi itu. Dan menjadikan itu sebuah senjata. Jika kelak ia ingin mengambil anak mu dengan alasan karena ia ayah kandungnya. Dan materi itu dia bisa menggunakan sebagai alasan. Ibu sudah memikirkan itu. Maka lebih baik, kita besarkan sendiri saja anak mu. Kami akan menyayanginya. Dan kamu juga bisa meneruskan kembali menjadi wanita karier. Untuk mencari uang demi membesarkan anak mu."
Kinanti sejak tadi mendengarkan dengan seksama semua nasehat yang sudah di berikan oleh kedua orang tuanya.
Dan kini, pikiran Kinanti pun semakin terbuka.
"Nduk, sebenarnya ada seseorang yang baik, yang menawarkan diri untuk menjadi suamimu." Ucap Bu Lilis tiba tiba.
Mendengar itu, Kinanti pun terperanjat kaget.
"Dia bersedia menutupi aib mu. Dia sudah lama naksir sama kamu sebenarnya. Tapi dia selama ini hanya diam dan memendam rasa. Maaf kan ibu sebelumnya. Jika ibu sudah menceritakan soal aib mu sama dia. Tapi, jika kamu tau siapa dia. Pasti kamu akan kaget." Ujar Bu Lilis pada Kinanti.
Dan Kinanti nampak berfikir keras. Mencoba menebak seseorang yang ibunya maksudkan.
"Siapa Bu? Kok Ibu malah ceritakan masalah Kinan sama orang lain!" Sergah Kinanti nampak tak setuju jika aib nya malah di umbar ke orang lain.
"Dia bukan orang asing untuk mu Nduk. Kamu sudah kenal kok." Imbuh Bu Lilis.
Kinanti kembali mencoba untuk menebak seseorang yang Bu Lilis maksudkan.
__ADS_1
Dan bagi Kinanti, ada satu nama yang saat ini muncul dalam benaknya
Seseorang itu adalah Bagas Pramudya.
Karena selama ini Kinanti hanya punya satu teman di kampung halamannya, yaitu Bagas.
"Dia selalu mampir ke sini dan selalu menanyakan kabar kamu. Dia bercerita sama Ibu dan Bapak, kalau dia sebenar sudah lama suka sama kamu. Tapi dia tidak berani mengutarakan isi hatinya. Dan terakhir, dia mampir ke sini satu Minggu yang lalu. Pada saat Bapak dan ibu sedang memikirkan nasib mu Nduk. Melihat Bapak dan Ibu sedih. Dia pun bertanya ada apa. Lalu dia menawarkan diri untuk membantu Bapak dan Ibu. Kami sudah bilang bahwa Bapak dan Ibu tidak ada masalah. Tapi sepertinya dia tau jika Bapak dan Ibu saat itu sedang banyak pikiran. Dan akhirnya kami pun bercerita sama dia."
"Dia ini siapa Bu? Apa dia yang ibu maksud adalah Bagas?" Tebak Kinanti.
"Iya Nduk. Dia yang ibu maksud adalah Nak Bagas." Jelas Bu Lilis.
"Orang tuanya Bagas meningal Bu. Kapan?"
"Belum lama juga, mungkin sekitar tiga bulan yang lalu karena kecelakaan."
"Inalillahi wainailaihi rojiun." Ucap Kinanti.
"Makanya, Ibu itu kasian sama Nak Bagas. Ibu bukannya apa ya Nduk. Ibu sudah tau jika Nak Bagas itu suka sama kamu sudah lama. Sejak kamu merantau ke Jakarta. Dia sendiri juga belum lama jadi polisi, mungkin setahunan." jelas Bu Lilis lagi.
__ADS_1
Bagas Pramudya adalah teman masa kecil Kinanti. Saat ini Bagas berprofesi sebagai seorang anggota kepolisian yang berpangkat brigadir.
Bagas dan Kinanti adalah teman masa kecil. Mereka sudah berteman akrab.
Terakhir mereka berteman adalah saat keduanya masih bersekolah SMA di sebuah sekolah yang sama.
Dan setelah itu, mereka berpisah. Kinanti melanjutkan kuliahnya di Jogja. Sedangkan Bagas sendiri sempat pindah rumah dan tinggal di Bandung.
Sejak saat itulah mereka jadi kurang berkomunikasi. Di tambah lagi baik Bagas dan Kinanti sama sama sibuk kuliah.
Kinanti tidak tau jika Bagas saat ini telah menjadi seorang polisi. Keduanya sudah lama lost kontak.
Dan terakhir, kata Bu Lilis. Setelah mendengar kabar jika oang tua Bagas telah meninggal. Bagas jadi sering menyambangi rumah masa kecilnya itu. Dan ia sering mampir ke rumah Pak Hadi, Bapaknya Kinanti.
"Tadi Ibu bilangan. Bagas bersedia menjadi suami bagi Kinanti itu maksudnya bagaimana Bu?" Tanya Kinanti penasaran.
"Maksudnya, Bagas bersedia untuk menikah dengan mu. Meskipun ia sudah tau, kamu telah berbadan dua sekarang. Dan yang membuat ibu terharu dengan sikap Nak Bagas adalah. Ia tidak ingin kamu atau keluarga kita tidak menanggung malu. Ia bersedia menjadi penutup aib mu Nduk." Jelas Bu Lilis pada Kinanti.
Mendengar hal itu semakin membuat Kinanti penasaran dengan sosok Bagas Pramudya yang sudah lama ia tidak jumpai.
__ADS_1