
Hanin kemudian menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Lalu ia menaikkan selimut untuk menutupi sebagai tubuhnya.
Pras yang menyadari jika istrinya tersinggung dan merajuk. Prasetya kemudian ikut naik ke ranjang.
Prasetya kemudian mendekati sang istri yang tiduran miring itu.
Dari belakang, Pras menempelkan tubuhnya ke tubuh Hanin. Seperti berposisi minisioris.
"Jangan dekat dekat Mas. Sana menjauh." cicit Hanin. Sambil berusaha untuk menggeser tubuhnya.
Namun, Prasetya justru makin mengeratkan pelukannya.
Sambil tersenyum, Prasetya kemudian labuhan kecupan manis ke pipi mulus Haningrum. Tidak hanya mencium pipi istrinya. Prasetya juga menciumi lengan Hanin dengan sapuan bibirnya dengan lembut.
"Kamu semakin terlihat cantik jika kamu merajuk Haningrum. Kamu wanita sempurna untuk Mas." puji Prasetya.
__ADS_1
"Sebagai seorang wanita, apalagi sebagai seorang istri. Siapa yang tidak kesal melihat suaminya bercinta dengan wanita lain Mas. Memangnya aku patung." Terang Hanin dengan nada penuh kejengkelan. Prasetya pun memahami sikap merajuk Haningrum.
Kemudian, Prasetya sengaja ikut menyelinap masuk ke dalam selimut.
Dengan begitu posesif, Prasetya semakin mengeratkan lilitan pelukannya pada Hanin.
"Mas." Hanin nampak mendesah.
"Kenapa?" Bisik Prasetya.
Sambil tertawa dan memohon pada Pras untuk menghentikan kelitikan nya. Mereka berdua nampak larut dalam bercanda saat itu.
Sesaat setelah Pras menghentikan aksi menggelitik perut Hanin. Pasangan suami istri itu kemudian saling tatap dengan jarak wajah yang begitu dekat.
Sejenak, Prasetya nampak mengamati wajah berseri-seri sang istri.
__ADS_1
"Subhanallah istriku. Kamu ternyata secantik ini. Tidak pernah Mas berhenti untuk berucap syukur kepada Allah. Karena sudah diberikan seorang istri yang cantik, yang sholehah, dan berhati lembut."
"Mas mulai menggombal"
"Mas tidak menggombal, itu pernyataan yang jujur dari hati Mas."
"Aku hanya berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik. Masalah sebesar apapun yang sedang menguji pernikahan kita. Aku tidak bisa egois untuk langsung memutuskan sesuatu dengan melibatkan emosi. Aku berusaha untuk selalu melihat sebuah masalah dari banyak sisi sudut pandang. Saat aku melihat kesalahan yang Mas lakukan saat ini. Aku juga tidak bisa egois langsung meninggalkan Mas. Walaupun jujur, rasa marah, sakit hati dan merasa kecewa ada dan bersarang di hati dan juga pikiran ku Mas. Tapi apakah aku adil. Jika aku langsung menghakimi kesalahan Mas dari satu sudut pandang saja. Tentu tidak Mas." Ucap Hanin, yang kemudian ia membelai wajah tampan Prasetya
"Tapi, semisal Mas melakukan perselingkuhan itu dengan sengaja. Dan mengkhianati kesetiaan ku dengan sadar. Jangan harap Mas akan melihat aku dan Ali berada di rumah ini lagi. Tapi karena masalah yang kita hadapi saat ini memang ada unsur jebakan. Insyaallah Mas, aku akan selalu ada di sisi Mas Pras. Meskipun sejujurnya, bagi Hanin ini sebuah kenyataan yang membuat Hanin akan merasakan sakit hati bila ingat bagaimana Mas dan dia berhubungan intim. Tapi InsyaaAllah, Hanin bisa mengatasi rasa sakit hati dan rasa ketidak terimaan karena suami ku telah melakukan hubungan badan dengan wanita lain."
"Terima kasih sudah menjadi istri yang sabar. Aku tahu ini tidak mudah untukmu. Aku ingin kita melalui ini bersama-sama. Dan aku butuh dukungan mu Han."
"InsyaaAllah Hanin ikhlas Mas. Dan aku kan selalu mendukung dan akan selalu berada di belakang Mas Pras."
"Terimakasih Hanin." Ucap Prasetya, kemudian ia mendaratkan bibirnya ke bibir ranum Hanin.
__ADS_1
Hanin kemudian menyambut kedatangan bibir Pras yang menyapu bibirnya dengan balas menyesap bibir sang suami.