Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Berubahnya sikap Hanin


__ADS_3

Kedatangan Bu Damayanti dan Prasetya ke Solo disambut baik oleh kedua orang tua Kinanti pada hari itu.


Kedua orang tua Kinan merasa terkejut dengan kedatangan tamu jauh dari Jakarta.


Sebelumnya, Kinanti juga sudah memberitahu kedua orang tuanya kalau Prasetya, seseorang yang telah menghamili dirinya akan bertamu ke Solo bersama dengan ibunya.


Kinan juga menyampaikan niat baik keluarga Prasetya yang ingin mendatangi orang tua nya. Mereka ingin meluruskan beberapa hal mengenai masalah dirinya dan Pras.


Duduk tepat di sebelah ibunya, Prasetya berhadapan langsung dengan kedua orang tua Kinanti pada hari itu.


Seperti yang sudah diperintahkan oleh Bu Damayanti. Pertama-tama Prasetya mengucapkan permintaan maaf atas semua kekhilafan yang telah ia lakukan terhadap Kinanti.


Dan Pras juga mengatakan bahwa dirinya akan bertanggung jawab untuk menafkahi anak yang ada dalam kandungan Kinanti selama Kinanti hamil dan juga setelah anak itu lahir sampai anak itu dewasa.


Setelah itu, Bu Damayanti menjelaskan kepada kedua orang tua Kinan. Jika anaknya Prasetya sudah memiliki keluarga.


Gara gara masalah yang terjadi antara Pras dan Kinanti hal itu berdampak pada kehidupan rumah tangga sang putera. Dan saat ini, Pras sedang berjuang untuk membuat keluarganya tetap utuh.


Meski pernikahannya putranya diuji dengan kehamilan Kinanti.


Bu Damayanti menjelaskan bahwa apa yang dilakukan putranya terhadap Kinanti itu semata-mata adalah sebuah kesalahan dan juga tindakan yang tidak disengaja.


Karena mereka melakukan hubungan itu tanpa adanya sebuah hubungan yang sah. Dan juga mereka sama-sama telah saling menyadari kesalahan dan kekhilafan masing-masing.


Bu Damayanti menginginkan kesepakatan bahwa semua yang terjadi adalah sebuah ujian.


Oleh sebab itu, Bu Dama menjelaskan bahwa kehamilan Kinanti tetaplah harus bisa diterima oleh kedua belah keluarga dengan baik.


Tetapi untuk urusan pertanggungjawaban. Bu Damayanti juga menjelaskan bahwa Prasetya tidak bisa menikahi dan Kinanti. Karena putranya sudah punya keluarga.


Dan Prasetya akan tetap bertanggung jawab untuk menafkahi anak itu.


Hubungan intim yang di lakukan Pras dan Kinanti di anggap sebagai sebuah kesalahan yang mereka lakukan dengan tidak di sengajaan oleh keduanya.


Ditambah lagi ternyata pada saat itu ada unsur sabotase dari seseorang yang ingin berbuat jahat para Pras.


Setelah mereka banyak berunding. Semua alasan itu akhirnya bisa di mengerti dan diterima oleh keluarga Kinanti.


"Terima kasih untuk semua pengertiannya Pak, ibu. Kami mohon pamit, karena kami harus segera kembali ke Jakarta." Tutur Bu Damayanti kepada kedua orang tua Kinanti. Sebelum mereka berpamitan kembali ke Jakarta.


"Sama-sama Bu, terima kasih telah meluangkan waktu untuk mau datang ke Solo. Kami sangat apresiasi niat baik kedatangan ibu dan juga anak Pras kemari. Dan seperti yang sudah kita sepakati. Tolong untuk nak Pras, untuk bisa menjaga Kinanti dari jauh dan memperhatikan dia juga selama dia hamil. Dia sudah bilang sama kami jika Kinan sudah mengundurkan diri perusahaan. Tapi, Kinan belum mau untuk kembali ke solo. Kata nya dia akan bekerja paruh waktu untuk sebuah perusahaan lain. Saya minta tolong kinany untuk di pantau nak Pras." Ucap Bapaknya Kinanti pada Pras.

__ADS_1


"InsyaaAllah Pak. Saya akan memantau Kinanti dari jauh."


Setelah semua urusan selesai, Bu Dama dan Prasetya kembali ke bandara untuk naik pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Jakarta.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah mengantarkan ibunya kembali ke rumah.


Pras yang tiba di Jakarta ketika hari sudah malam langsung melajukan mobilnya untuk segera menuju rumahnya sendiri.


Tepat pukul 22.00 malam, Prasetya sampai di rumah.


Rumah sudah terlihat sepi ketika ia masuk kedalam.


Menaiki anak tangga dengan langkah panjang. Prasetya kemudian langsung menuju kamarnya.


Saat ia membuka pintu kamar. Kamar terlihat sepi dan Hanin juga tidak ada di dalam.


"Han!" Pangil Prasetya mencari sang istri.


Pras kemudian mencoba untuk mencari Hanin di kamar mandi. Pras kemudian mengetuk pintu kamar mandi dan berseru memanggil nama sang istri.


Karena tidak ada jawaban, Pras langsung membuka pintu kamar mandi. Dan ternyata Hanin juga tidak ada di sana.


Lagi lagi Hanin juga tidak ada di kamar Ali.


Ketika Pras menuruni anak tangga. Dari jendela kaca Pras melihat Hanin tengah duduk bersantai di tepian kolam renang.


"Hanin kamu ngapain malam-malam di luar duduk sendirian." sergah Pras lirih.


Kemudian ia pun langsung menyusul sang istri yang kala itu berada di tepian kolam renang dan duduk sendirian di sebuah bangku.


"Han, kamu ngapain malam-malam begini duduk sendirian." Sapa Prasetya pada Hanin begitu, begitu ia berdiri di samping sang istri.


"Mas sudah pulang! Maaf Hanin tidak tahu kalau Mas sudah pulang." sahut Hanin, kemudian ia berdiri dan meraih tangan Prasetya untuk ia salami.


Pras pun kemudian melabuhkan kecupan ke kening Hanin.


Setelah itu, Hanin kembali duduk di kursi yang tadi ia duduki.


"Kamu ngapain duduk sendiri di sini. Tidak seperti biasa kamu melakukan hal seperti ini." Tanya Pras sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Hanin hanya ingin duduk aja mas di sini. Hanin cuma pengen liat bintang dan rembulan yang jauh di sana. Terlihat sangat menenangkan." Ucap Hanin, sambil menengadahkan pandangannya ke atas. Ke arah bintang dan rembulan yang tengah bersinar terang di atas sana.


Kemudian Pras mengikuti pandangan Hanin yang melihat ke atas.


Tapi jauh dari lubuk hati Pras yang paling dalam. Ada sesuatu yang aneh yang Pras tangkap dari sikap Hanin malam ini.


Pasalnya istrinya itu tidak pernah melakukan hal-hal aneh semacam ini.


"Mas temenin ya." Ucap Prasetya. Kemudian ia ikut duduk di sebelah kursi yang kosong di sebelah Hanin.


"Kalau Mas capek, Mas istirahat saja. Mas juga baru pulang dari Solo kan. Mandilah air hangat dan istirahat." ucap Hanin lembut seperti biasa.


"Mas nggak capek, kalau sudah melihat wajah kamu yang cantik ini." ucapkan Pras, lalu ia memandang lagi wajah Hanin dengan begitu intens.


Entah kenapa ada sebuah perasaan aneh yang di rasakan Pras pada istrinya saat memperhatikan wajah Hanin.


Hanin biasanya ber aura selalu ceria dan selalu tersenyum. Ia begitu sangat antusias ketika menyambutnya dirinya pulang.


Tapi beberapa minggu ini, sejak masalah dirinya dan Kinanti terungkap. Semua aura yang di sukai Pras lenyap dari seorang Haningrum.


Dan Pras paham, dirinya lah penyebab semua kelembutan Hanin menjadi berubah.


"Aku mencintaimu Haningrum." Ucap Pras memecah keheningan di antara mereka.


Hanin yang tadinya memandangi bintang-bintang dan rembulan di atas sana kemudian menoleh ke arah Prasetya. Ketika ia mendengar uangkap cinta yang Pras katakan untuknya.


"Terima kasih telah mencintaiku Mas." jawab Hanin singkat sambil mengulas senyum tipis.


"Kepergian Mas ke Solo tadi adalah untuk menyelesaikan semua masalah yang sudah terjadi antara aku dan Kinanti. Mas dan Mama sudah menjelaskan kepada keluarga Kinanti. Apa yang terjadi antara aku dan Kinanti adalah sebuah kesalahan. Dan kami telah membicarakan secara kekeluargaan dengan baik. Alhamdulillah, semua masalah itu sekarang sudah jelas."


"Alhamdulillah." sahut Hanin tersenyum getir.


"Han, Mas ingin. Kita bisa kembali seperti dulu. Yang hangat dan bahagia." ucap Pras seraya menggenggam tangan Hanin yang saat itu berada di atas meja.


"Terima kasih sudah tetap ada di sisi Mas Hanin." Kemudian Pras bangkit dari duduknya dan berjalan beberapa langkah ke hadapan sang istri.


Sambil duduk di sebelah Hanin, Prasetya meraih pundak Hanin dan menarik tubuh wanita cantik itu untuk bersandar di dadanya.


Hanin hanya bisa menurut. Ia kemudian bersandar pada dada kokoh suami yang sebenarnya sangat ia cintai dan sangat ia hormati itu.


Tapi entah kenapa, sejak sang suami terlibat affair dengan sekertaris nya sendiri. Hal itu merubah pandangan Hanin pada sang suami. Bahkan kini, Hanin dalam pergolakan batin.

__ADS_1


Insyaallah Hanin bisa bertahan di sisimu Mas, ucap Hanin dalam hati.


__ADS_2