Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku
Emosional love on the bed


__ADS_3

"Hanin, kamu tidak mau berdosa karena tidak mau melayani suami mu kan. Padahal niat ku bukan aku yang minta di layani. Tapi sebaliknya, aku ingin melayani mu."


Sepasang suami istri itu makin beradu pandang dengan pandangan mata berlawanan.


Hanin dengan pandangan mata tajam nya dan Pras dengan mata lembutnya.


"Han, maaf. Mulut ku ini tak akan pernah lelah berucap maaf sama kamu. Aku akan berusaha untuk memperbaiki semua yang sudah aku rusak dalam rumah tangga kita." tutur Prasetya, bukanya menatap wajah sang suami, Hanin justru melegoskan wajahnya ke samping.


Karena Hanin melegoskan wajahnya ke samping. Pras kemudian menarik dagu Hanin agar wanita yang masih marah padanya itu mau menatapnya.


"Mari kita coba sesuatu. Aku ingin kita sama-sama meyakinkan diri kita. Jika kita benar-benar masih saling mencintai. Aku akan membuktikan itu. Jangan menolak ku Hanin. Biarkan emosional diri kita yang berbicara. Biarkan hal itu membuktikan jika kita masih saling mencintai dan tak ingin kehilangan satu sama lain."


Kini, mereka saling bertatapan dengan begitu intens dan dalam.


Kenangan kenangan indah yang pernah mereka lalui kini seolah olah tengah berputar-putar dalam benak Hanin dan Pras.


Pelan pelan, Pras mendekatkan wajahnya ke wajah Hanin.


Setelah wajah itu kini saling mendekat. Perlahan, Pras menempelkan bibirnya ke bibir ranum Hanin.


Bibir lembut yang sudah lama ia tidak merasakan sensasinya.


Setelah bibir Pras menempel sempurna di bibir Hanin. Kedua tangan Prasetya meraih wajah Hanin dan meraup wajah itu dengan kedua tangannya.


Pras kemudian melanjutkan aksinya untuk bermain dengan bibir Hanin yang masih tertutup rapat itu.


Karena Hanin tak kunjung membuka mulutnya. Pras kemudian dengan sedikit menekan bibir Hanin. Berusaha untuk membuka bibir sang istri.


Semakin Pras berusaha membuka mulut Hanin. Hanin akhirnya menyerah dan kemudian ia mau untuk membuka mulutnya.


Hal itu tidak ingin Pras sia siakan. Pras kembali menyerang. Dan jadilah mereka kini saling berciuman dengan penuh lembut dan berga*rah.


"Aku ingin melakukan percintaan kita dengan sempurna sayang." Kemudian, Pras melepaskan hijab yang masih melekat rapi di kepala Hanin.

__ADS_1


Ketika Pras telah melepaskan hijab dari kepala Hanin. Rambut panjang hitam pekat Hanin langsung tergerai indah.


Bau wangi shampo khas sang istri semakin membuat Prasetya merindukan sang istri.


"Sudah lama aku tidak melihat rambut mu yang panjang ini sayang." bisik Prasetya sambil melabuhkan ciuman ke leher jenjang Hanin.


Dengan sesudah di kuasai oleh gairah. Prasetya langsung menggendong Hanin dan membawanya ke tempat tidur.


Dengan di temani cahaya remang-remang sebuah lilin yang mungkin sebentar lagi akan padam. Di tambah lagi dengan tidak adanya AC di ruangan itu.


Menjadikan kamar mereka terasa panas dan begitu lembab.


Hawa panas itu membuat sepasang suami-istri yang sudah sama-sama polos. Yang berada di bawah hamparan selimut menjadi sangat kegerahan dan berkeringat.


Buliran buliran keringat menguasai tubuh mereka. Bercampur dengan peluh dan de sa han.


Hanin hanya bisa pasrah berada di bawah kungkungan tubuh kekar Prasetya.


Mau tak mau Ia memang harus melayani sang suami. Dengan terpaksa ataupun tidak.


"Mas, sebentar lagi lilinnya akan mati." ucap Hanin, yang saat itu masih berada di bawah kungkungan Prasetya.


Prasetya kemudian menoleh ke arah lilin yang diletakkan di lantai tersebut.


"Biarkan saja gelap gurita sayang. Meskipun gelap, aku tidak akan kesulitan untuk menemukan dirimu. Wangi peluh mu saja sudah menjadi insting yang kuat untuk ku bisa menemukan setiap lekuk tubuh mu." Jawab Prasetya, kemudian ia melanjutkan aktivitasnya pada tubuh Hanin.


Dengan memanfaatkan cahaya lilin yang masih bisa menyinari kegiatan intim mereka kala itu.


Prasetya bisa melihat mata Hanin yang sejak tadi terpejam ketika mereka sedang menikmati percintaan.


Pras yakin, Hanin masih sangat mencintainya. Hal itu Pras rasakan di saat Hanin juga ikut larut dalam percintaan mereka kala itu.


Saking tak bisa menahan untuk tidak berdesah. Hanin sampai sampai memeluk begitu erat leher Prasetya.

__ADS_1


Ketika mereka sama sama merasakan kenikmatan berhubungan intim.


Setelah melakukan percintaan yang pertama yang membuat mereka sama-sama terpenuhi kebutuhannya. Kini Pras melakukan pemanasan kedua.


Semakin lama tumbuhan mereka saling sentuhan.


Semakin panas juga sesuatu yang Hanin butuhkan menuntut untuk bisa segera di tuntaskan.


Pras begitu piawai memainkan gairah Hanin. Sampai sampai tubuh Hanin menegang. Seolah-olah wanita itu tengah meminta sesuatu yang lebih, yang harus Prasetya lakukan terhadap dirinya.


Paham dengan apa yang di inginkan sang istri. Pras siap untuk menyenangkan Hanin untuk yang kedua kalinya.


"Hanin, aku mencintaimu." bisik Prasetya.


Dengan perlahan, Pras kini telah bersiap untuk mempersiapkan penyatuannya terhadap Hanin.


Sesuatu itu berhasil mendarat dengan sempurna di tempatnya.


Dengan pelan dan pasti. Prasetya kembali memberikan sensasi milik nya yang sudah bersarang sempurna di milik Hanin.


Sebuah penyatuan sempurna yang begitu dahsyat mereka rasakan sensasi nya.


Penyatuan kedua yang panas. Sepanas hasrat dan gairah mereka menggebu di ruangan yang benar-benar membuat mereka di banjiri keringat.


Sesuatu itu begitu panas di rasakan oleh Hanin di miliknya. Sehingga, sebuah cairan demi cairan juga membanjiri miliknya.


Ingin rasanya pada saat itu Hanin memprotes. Karena Prasetya tidak memakai pengaman.Tapi sepertinya itu sudah terlambat.


Prasetya nampak sengaja menyemburkan cairan miliknya ke organ kewanitaan Hanin. Padahal saat itu Hanin juga mengeluarkan banyak cairan yang sama.


Tapi, apa boleh buat. Hanin tidak mungkin menghentikan kegiatan mereka yang masih berlangsung.


Selama melakukan penyatuan, Prasetya tidak berhenti menghujani Hanin dengan ciuman-ciuman di sekitar leher, bibir dan juga keningnya.

__ADS_1


Tetesan demi tetesan keringat dari dahi Prasetya. Berjatuhan ke wajah Hanin. Mereka benar-benar panas saat itu. Dan mereka sudah melakukannya hampir satu jam lamanya.


Kalau sudah seperti itu. Bagaimana caranya mereka berhenti. 🤭😬


__ADS_2