
Kabar pertemuan Yasmine dan Syailendra telah sampai kepada Kyai Bahi. Saat menyampaikan hal itu Ustazah Kholifah belum tau mengenai rencana perjodohan mereka berdua. Karena Enda cucu dari pak Kyai, juga bukan lagi seorang santri di sana, maka hal ini pun dia sampaikan terlebih dahulu, seraya mendiskusikan hukuman apa yang Yasmine terima. Entah itu di hukum atau tidak, semua akan di perjelas saat sidang nanti.
Sejauh ini dari pihak perempuan, hanya Ustazah Kholifah dan Nada yang tau kasus Yasmine dan Enda. Sedangkan para pihak lelaki hanya Kyai Bahi dan Ustadz Alif.
"Betapa indahnya jika engkau menemui hati yang tidak pernah menuntut apa apa darimu, kecuali sebatas keinginan untuk melihatmu dalam keadaan baik." Ustadz Alif menerjemahkan apa yang Yasmine katakan tadi. Karena ini di depan orang lain, Enda menahan diri untuk tidak tersenyum. Tersenyum?, ya!. Syailendra tersenyum mendengar arti ucapan Yasmine.
"Itu kata mutiara berbahasa Arab, mustahil kamu nggak tau Mas."
"Saya kan tumpul dalam hal cinta Ustadz" Enda cengengesan"Lagipula, nilai bahasa Arab saya kan yang paling rendah. Kalau nggak, mungkin sekarang saya sudah ada di Kairo atau Maroko. Abi sama Umma nggak mau saya tersesat di negeri orang hanya karena nggak pandai berbahasa Arab." Hufhh! pandai sekali Enda berkelit.
"Kan Mas bisa bahasa Inggris."
"Nggak pintar juga Ustadz, saya pintarnya cuman bahasa kalbu."
Ustad Alif terkekeh, seperti dugaan dia, cucu pak Kyai ini selalu bisa mencari alasan.
Hati yang semula biasa saja, kini di penuhi warna-warni nan indah. Baru pertama berbicara secara langsung dengannya, hati yang semula menolak justru kini tertarik kepadanya. Hingga malam datang perasaan senang itu masih singgah pada relung hati, Enda tersenyum saat sedang menikmati makan malam di kediaman sang Kakek.
Usai Ustadzah Kholifah pamit undur diri, Kyai Bahi menghampiri Enda di dapur. Malam ini sang cucu sengaja menginap di kediamannya, katanya rindu. Entah rindu kepadanya atau rindu kepada yang lain, hanya Enda dan sang maha kuasa yang tau.
"Sudah makan nya?" bertanya karena Enda telah meletakan peralatan makan, juga isi dari piringnya telah habis.
"Alhamdulillah sudah Kek."
"Ayo ke ruang guru."
"Ngapain?."
"Kamu harus di sidang" Kyai Bahi melirik Enda"Sama Yasmine."
Heh!! kok disidang sama Yasmine?. Memangnya mereka ngapain?.
__ADS_1
"Kok disidang?."
"Kalian kepergok berduaan. Di bawah tangga menuju kelas atas."
Menyugar rambutnya nan hitam dan lebat"Oh, itu tadi sore waktu Enda nganterin kitab ke meja Kakek di ruang guru. Kebetulan waktu itu Yasmine juga ada di sana, mengantarkan kitab ke meja Ustadzah."
"Terus?."
"Terus....Enda ajak bicara. Jaraknya jauh kok Kek."
"Terus?."
"Ya.... ngobrol sebentar aja."
"Terus?."
"Terus.... ketahuan Ustadz Alif." Nada bicara Enda melemah. Akh! dia melupakan peraturan di tempat ini, yang melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk saling bicara, kalau itu nggak penting, apalagi berduaan. Setahu Enda, kalau ada yang melanggar peraturan itu, maka kedua belah pihak akan di berikan hukuman, kalau mereka adalah santri. Lantas, di sini yang seorang santri hanyalah Yasmine, sedangkan dirinya sudah tidak lagi. Mengenyam pendidikan di pondok pesantren hanya sampai di bangku SMA, selepas itu dia lanjut berkuliah di Universitas yang sama dengan Arjuna, namun beda jurusan.
"Ya!."
Hal ini nggak bisa di biarkan. Gadis itu nggak akan kena batunya kalau bukan karena dirinya yang membuat masalah. Andai waktu dapat di putar, Enda sangat ingin menghapus jejak pertemuan dan perbicangan sekejap mereka.
"Cepat ke ruang guru. Yasmine sedang di panggil Ustadzah Kholifah dan Ustadzah Syabilla. Untuk malam ini dia nggak akan ikut mengaji kitab di Masjid.
Jadwal belajar di pondok pesantren tersebut, di awali dengan sholat subuh berjamaah, selepasnya mengaji kitab hingga jam setengah 6 pagi. Jam 7 akan di mulai pelajaran setara umum atau di isi dengan pelajaran seni melukis huruf arab, yang lebih di kenal dengan kaligrafi arab hingga jam 9 pagi. Saat itu para santri akan kembali ke asrama untuk sholat duha. Nanti di jam 1 akan kembali masuk ke kelas untuk belajar ilmu agama, seperti fiqh, Qur'an, hadits, tauhid, tasawuf, sastra arab, dan tafsir.
Sebelum Ashar para santri akan rehat sejenak, menunaikan sholat Ashar berjamaah di lanjutkan dengan istirahat. Akan masuk ke kelas kembali di jam 4 dan pulang ke asrama di jam setengah 5. Selepas Maghrib mereka akan mengaji kitab kembali di dalam Masjid hingga tiba waktu Isya. Selepas sholat Isya, pembelajaran akan kembali berlanjut di kelas hingga pukul delapan kurang. Kali ini, Yasmine akan melewatkan pelajaran mengaji kitab di dalam Masjid, karena harus menjalani sidang. Kehadiran para pengurus asrama juga para keamanan tentu menjadi perhatian, sebab mereka bertugas untuk menjaga tata tertib para santriwati saat itu. Dengan tidak hadirnya Yasmine, pasti akan menimbulkan tanya dalam benak kebanyakan santriwati.
Meninggalkan Yasmine dan Syailendra yang akan disidang. Malam itu Arjuna kembali mendapatkan laporan dari sang mata-mata. Ya, orang yang selama ini memperhatikan setiap gerak-gerik Salwa dan Randy adalah anak buah Arjuna. Dialah Pram, sang asisten yang jago beladiri, juga pandai mengintai. Berbeda dengan CEO kebanyakan yang kerap memiliki bodyguard, bagi Arjuna memiliki Pram di sampingnya sudah lebih dari cukup. Pram seorang saja sudah mampu merangkap pekerjaan tiga orang sekaligus.
"Randy meninggalkan Salwa di restoran, karena memakai pakaian yang tidak menarik baginya." Pram menyerah sebuah foto, di mana Salwa tengah menahan tangis sendirian duduk di sudut restoran.
__ADS_1
"Ini bukan kali pertama Randy bersikap kasar padanya. Bukankah pasangan ini manis di awal pernikahan mereka?."
"Ya, begitulah suatu hubungan bos. Menurut pandangan saya, Randy sangat menyukai daya tarik Salwa yang..., maaf sebelumnya bos, seperti yang bos lihat, Salwa memiliki tubuh yang...." nggak berani mengungkapkan, Pram hanya berani mengacungkan jempol kepada Arjuna. Pemuda yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu mengerutkan kening. Dia ingin protes namun apa yang di katakan Pram itu benar, Salwa memiliki bentuk tubuh yang aduhai.
"Akar permasalahannya, karena Salwa mulai menolak memakai pakaian seksi. Hingga sikap lembut Randy perlahan berkurang."
Melengos, hati Arjuna terasa panas.
"Saat pertemuan dengan perusahaan AB Game.Co tadi malam, Salwa di paksa memakai pakaian seksi kembali. Dia menangis di toilet." Lagi, Pram memberikan foto diri Salwa yang jongkok di sudut toilet wanita, nampak jelas sedang menangis.
Arjuna meremat lembaran foto tersebut"Demi lelaki seperti Randy, kamu menolak lamaran ku!" ujarnya geram.
Meraih gawai yang tergeletak di hadapannya, Arjuna menekan nomor seseorang"Bae, kamu sudah menolak tawaran kerja sama lelaki bernama Randy bukan?."
"Ya, tentu. Seperti apa yang kamu minta."
"Bagus!. Terimakasih sobat."
"Hahaha, ini bukan apa-apa. Ngomong-ngomong, pria yang kamu musuhi itu memiliki istri yang cantik. Bahkan sangat cantik. Beberapa orang dari perusahaan kita sampai melongo melihatnya."
"Ck!. Sudahlah. Aku tutup teleponnya ya."
Bae mengedipkan mata akan sikap Arjuna barusan. Dia seperti sedang marah padanya, tapi seingat Bae dia nggak melakukan hal yang buruk, dia justru melakukan apa yang di minta oleh sobatnya itu.
"Ckckck dasar manusia dingin" gumam Bae seraya meletakkan ponsel di sofa.
To be continued...
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
Salam anak Borneo.
__ADS_1