
Bahkan setitik nila saja bisa merusak susu sebelanga. Di balik kesuksesan seorang Randy, ada banyak kabar miring tentang dirinya. Tampan dan mapan saja nggak cukup membuatnya di maafkan saat melakukan kesalahan. Apalagi setelah kepergian Salwa, pernikahannya langsung tercium para pembuat berita, alhasil sudah tidak ada lagi Randy yang setia terhadap satu wanita saja.
Sudah mendapat peringatan berkali-kali agar tak lagi mengusik Salwa, lelaki ini seolah tuli dan buta. Rintangan yang Arjuna ciptakan selalu di terobos olehnya. Dia pikir Salwa akan tersentuh dengan prilaku bar-bar mengejar cintanya kembali, padahal hanya rasa ilfeel yang semakin bertambah di dalam hati Salwa.
Lagi dan lagi, di ujung rasa putus asa karena Salwa akan segera menikah, video dan foto itu akan dijadikan sebagai senjata agar Salwa kembali padanya. Ayolah Randy, bahkan di atas langit masih ada langit. Dia pikir hanya dirinya yang bisa menyerang, kekeliruan itu membuat laptopnya di rusak Arjuna. Inilah Randy, manusia manja yang selalu ingin menang sendiri. Kewaspadaan yang sangat minin, semua file berharga ada dalam laptop itu, dan saat melakukan niat busuk dia juga memakai laptop itu.
"Mari kita lihat, seberapa lama laptop mu bertahan" saat menekan tombol enter, Arjuna tersenyum mengejek. Beberapa detik saja virus itu telah membuat laptop Randy mati total.
Suara cekikikan Arjuna tertahan sebab saat itu hari hampir pagi.
Alih-alih video panas Salwa, dunia gosip di hebohkan dengan beredarnya video saat Randy mendorong Arjuna di lorong rumah sakit. Ya, ini adalah rekaman Pram saat Anton masuk rumah sakit.
"Astaga! dia bahkan berani mendorong seorang Arjuna. Apa dia nggak takut di senggol Tuan Abian dan Tuan Akhtar."
"Untuk apa lagi mendatangi Nona Salwa, bukankan dia yang berselingkuh?!."
"Apa buaya itu telah insaf? sekali buaya tetaplah buaya, syukurlah dia gagal membujuk Nona Salwa kembali padanya."
"Randy sang pengagum keindahan. Giliran Nona Salwa sudah langsing kembali, dia datang tanpa rasa malu. Hei!! apa kamu memang terlahir tanpa urat malu?."
Sorot mata yang bergetar, rahang Randy mengeras melihat komentar para netizen atas video nya tersebut.
Meregangkan tangan berniat mengusir lelah, kehadiran sang asisten dengan berita tak menyenangkan membuat Randy muak.
"Perusahaan Naihe Game.Co membatalkan kerja sama."
Kening Randy terlihat berkerut, dia menduga ada campur tangan Arjuna dalam masalah ini.
"Apa alasannya?."
"Mereka menemukan kejanggalan dalam proposal kita."
Menarik kursi kebesarannya dan menerima ipad yang di berikan sang asisten. Di sana tercetak proposal milik perusahaan lain, 80% sama dengan proposal yang telah mereka berikan kepada pihak Naihe.
"Lho... kenapa sangat mirip?."
"Saya juga nggak tau. Itu proposal lama rekan bisnis Naihe Game.Co. Mereka bilang sejak awal sudah merasakan kejanggalan ini, oleh karena itulah mereka melakukan pengecekan lebih detail. Ini proyek kerja sama beberapa tahun yang lalu, sudah lama sekali."
"Ini ide baru, sebuah pemikiran baru. Bahkan belum ada Game yang seperti ini. Kalau sudah lama mereka miliki kenapa sampai sekarang Game ini belum di rilis?!." Nada bicaranya mulai meninggi. Akh!! kepalanya berdenyut hebat, rasanya pening sekali.
"Proyek ini di hentikan sementara karena suatu alasan. Begitu kata mereka."
Gigi bergerutuk, Randy sangat ingin menghajar siapa saja asalkan emosi ini tersalurkan. Tangannya mengepal, ingin melempar ipad itu, namun lekas dia teringat dengan laptop yang telah rusak total karena ulahnya sendiri. Randy menahan diri agar tak lagi membuat kerugian meski sebesar biji jagung saja.
__ADS_1
"Aku sangat lelah, batalkan semua jadwal hari ini."
"Pak..."
Segera dia menoleh kepada sang asisten"Apalagi?."
"Tuan William meminta janji temu siang ini."
"Ada apa lagi?."
"Beliau....."
"Cepat katakan!!" hardik Randy.
"Beliau akan menarik sahamnya."
Randy mematung. Owh tidak!! masalah apa lagi ini?!!!.
.......
"Sudah puas mengadu sama Nene Arabella?."
Siang itu kehadiran Arjuna di kediaman Syailendra mengejutkan sang koki. Dengan celana sebatas lutut dan baju kaus longgar, Syailendra menonton film horor di siang bolong di temani sepiring buah-buahan segar.
Mendorong pelan piring itu, Arjuna mengambil duduk di sampingnya"Abang pikir sepiring buah bisa menukar hatiku."
"Ehei!! kalau nggak mau ya sudah, ehem!" Syailendra membenarkan letak duduknya, dia berdehem bersiap memberikan alasan mengapa merekam interaksi mereka secara diam-diam.
"Pernikahan kamu membuat semua orang senang. Kamu tau sendiri kan bagaimana Nenek Ara berusaha mencarikan kamu cewek, biar lekas dapat istri. Asal kamu tau ya, pas lamaran kamu di tolak, Nenek sangat sedih." Di sini yang baru saja menikah adalah Arjuna, tapi kenapa Syailendra juga ikut meliburkan diri bekerja. Sudah beberapa hari ini dia nggak pergi ke restoran, dan menyerahkan semua urusan di sana kepada orang kepercayaan.
"Tetap saja Abang mencuri, dan itu nggak di benarkan. Mengirim video kami kepada Nenek Ara tanpa persetujuan kami, kalau di laporan ke polisi Abang bisa kena kasus tuh" dia menolak buah-buahan itu tadinya, namun sekarang dia telah memeluk piring berisi buah-buahan itu. Dengan santai Arjuna berselonjor di kursi panjang dengan bantalan lengan kursi.
"Sok banget sih!. Video begitu saja mau di laporkan ke polisi. Si Randy tuh yang harusnya di laporkan ke polisi, beritanya sangat menggemparkan pagi ini."
Berbeda dengan Syailendra yang nampak terkejut membaca berita tentang Randy, Arjuna terlihat santai saja menonton film horor itu.
"Lahh, sama kuyang saja takut!." Ujarnya mengomentari film itu, Syailendra merasa di kacangin oleh bocah ini.
"Belagak banget sih. Entar kalau dia silaturahmi kamu juga bakal lari terbirit-birit." Kini Syailendra ikut fokus ke layar televisi.
"Ah elah, tinggal tarik ususnya doang" pipinya kembang kempis mengunyah sajian milik Syailendra.
"Buset, songong banget. Eh!! eh bangun. Nggak baik makan sambil rebahan."
__ADS_1
Sembari duduk tegak dan meletakkan piring itu di atas meja"Bawel."
"Sudah nggak marah kan? buahku sudah hampir habis tuh."
"Marah sih enggak. Kirain paparazi yang menyusup ke kediaman kami. Ternyata Abang usil ini."
"Hilih!! belagu, iya deh tau kamu paling terkenal."
Meledek Syailendra dengan memainkan alisnya. Niat awal hendak memarahi Syailendra karena mengirim video itu, melihat sang Abang nampak nggak merasa bersalah Arjuna merubah strategi memberikan pembalasan atas keusilan Syailendra.
"Hadiah dari Kakek Akhtar bagus kan?." Obrolan mereka berpindah pada mobil campervan pemberian Akhtar.
Kedua jempol Syailendra mengacung di hadapan Arjuna"Iya, bagus banget. Bisa tuh di bawa liburan."
"Kayaknya Arjuna besok mau jalan-jalan pakai mobil itu deh."
"Wahh ikut dong. Sekalian ajak bidadari kita liburan. Aku heran lho kok mereka pada nggak mau di ajak bulan madu."
"Kata Salwa sih kediaman kita sudah seperti tempat berlibur, desa kita sangat indah nggak perlu keluar negeri segala untuk bulan madu."
"Sama, Fateena juga begitu. Aku sih oke-oke saja. Jadi gimana rencana kita besok?. Aku deh yang masak."
Tersenyum smirk, Arjuna berdiri dan mengusap pakaiannya seperti sedang menepuk-nepuk debu"Jadi sih, tapi Abang nggak di ajak!."
Lagi-lagi kening Syailendra di buat berkerut"Kok gitu?. Nanti Abang yang masak deh, masalah bahan-bahannya sih gampang. Nanti Abang yang beli semuanya."
"Enggak akh! Arjuna juga bisa masak, nggak kalah enak kok dari masakan Abang. Masalah beli bahah makanan, tinggal mampir sebentar ke market, selesai urusan." Memasukan kedua tangan ke dalam saku, Arjuna mulai berjalan hendak pergi dari situ.
"Arjuna!! kamu bercanda kan?!."
"Enggak!!. Arjuna serius. Abang nggak di ajak!!. Nanti akan ada video-video lainnya yang sampai ke Nenek Ara!!." Dia langsung meloncat keluar dari pintu samping.
"Yak!! Arjuna!!." Syailendra mengeram namun di abaikan.
"Arjuna!!!!" nggak menyerah, Syailendra menengok Arjuna dari beranda, sedangkan bocah itu telah sampai di halaman depan.
"Abang nggak di ajak!!" seringan bulu dia melambaikan tangan kepada Syailendra hingga sang Abang kesal sekali.
To be continued...
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
Salam anak Borneo.
__ADS_1