
Untuk pertama kalinya bantuan itu di berikan, dari Agam untuk penghuni panti asuhan. Bersama sang istri dia menyampaikan hal itu. Sama seperti Agam, Khair pun ikut menjadi donatur tetap di sana. Sungguh para pengurus panti sangat senang, mereka bersuka cita atas anugerah tak terduga yang di berikan sang maha pencipta.
Menggelar syukuran dan makan-makan bersama. Dan di sinilah Syailendra unjuk gigi. Abi Khair sengaja nggak ingin turun tangan, semua urusan perut dia serahkan kepada sang putra. Sebagai salah seorang tenaga pengajar di sana, mau nggak mau Yasmine membantu saat Enda terlihat kewalahan. Yasmine begitu cekatan menata hidangan di atas meja besar. Bersama Mecca dia melakukan hal itu, dan dalam pertemuan ini mereka langsung akrab.
"Kak Yasmine sukanya hidangan apa?."
"Daging?."
"Ikan?."
"Atau kak Yasmine vegetarian ya?" Mecca berceloteh sepanjang aktivitas mereka. Tentu dengan tangan sibuk bekerja.
Berbeda dengan Mecca yang banyak mengoceh dan kerja cepat terkesan bar-bar. Yasmine dengan tenang melakukan pekerjaan tersebut dan menanggapi setiap pertanyaan yang di lontarkan Mecca"Kakak Omnivora."
Sebaris kata itu terdengar lucu di telinga Jenaira. Dia jadi teringat dirinya dahulu yang dingin seperti Yasmine. Sebagai mantan introvert yang sekarang sudah membuka diri pada orang lain, Jena mengerti bukan maksud Yasmine bersikap dingin. Sikap itu natural terjadi pada dirinya.
"Wah bagus dong. Jadi kalau mau ngasih makan Kaka Yasmine nggak ribet." Celoteh Mecca lagi.
"He??" Yasmine nggak mengerti akan arti ucapan Mecca.
"Kalau minuman? Kak Yasmine sukanya apa?."
"Susu?."
"Kopi?."
"Jus??."
"Minuman soda?."
"Atau----."
"Apa saja asalkan halal" sahut Yasmine lagi. Begitu banyak tanya yang Mecca lontarkan dan semua tanya itu di jawab baik oleh Yasmine, meski hanya sekata, dua kata, atau kita kata saja.
Sungguh Jena mehana tawa saat nggak sengaja mendengar obrolan mereka.
"Yak Yas----."
"Fateena, aku lebih suka di panggil Fateena" sambar Yasmine. Memang sejak kembali ke panti, Yasmine memperkenalkan diri dengan nama Fateena, ujung dari nama lengkapnya. Telah mengenakan cadar dan lebih suka di panggil dengan nama Fateena, pantas saja saat Pram mencari seseorang dengan nama Yasmine nggak di temukan di tempat ini. Telah bertahun-tahun lamanya dan akhirnya kembali ke panti, hanya segelintir orang yang tau siapa Yasmine.
__ADS_1
"Fateena? bukannya nama kamu Yasmine?" mulut Jena rasanya gatal, nggak bisa menahan diri untuk tak bertanya.
"Itu ujung nama lengkap saya Bu." Sahut Yasmine.
"Oh begitu. Sama bagusnya dengan nama Yasmine. Maaf kalau Ibu terkesan ingin tau. Ada apa dengan nama Yasmine? hingga kamu lebih suka di panggil Fateena?."
Hidangan berat sudah tertata semua, tinggal cemilan-cemilan saja yang belum selesai di tata.
"Fateena, nama yang cantik" tutur Mecca.
Grab!! gadis itu langsung mengapit lengan Yasmine"Baiklah Kak Fateena, ayo kita lanjutkan menata cemilan. Umma dan Abang Enda membuat puding yang enak banget lho."
"Anu---" Yasmine bingung, ingin menjawab pertanyaan Jena namun Mecca sudah langsung mengapitnya.
Melihat Yasmine kebingungan, Mecca menarik dua buah kursi untuk mereka. Sementara Jena sudah duduk sedari tadi"Oh ya, tentang pertanyaan Ibu, Mecca ingin tau dulu kenapa dengan nama Yasmine?." Seraya mengajak Yasmine duduk.
Jena menarik pipi Mecca, gadis pecicilan yang terkadang lupa bersikap sopan di depan orang tua.
"Hihihi, maaf Ibu. Mecca sangat menyukai kak Yas-- akh Kaka Fateena. Wanginya enak."
Jena mendekat pada Yasmine"Ah ya, kamu wangi Nak. Pakai parfum ya?."
"Enggak Bu. Saya hanya memakai body serum."
"Apa namanya?? Mecca juga mau?."
"Hei Mecca, kalau di tanya terus kapan pertanyaan Ibu di jawab" berlagak merajuk, Jena memanyunkan bibir.
Hal itu sontak membuat mereka tertawa. Terlihat kedua mata Yasmine menyipit, meski tanpa suara dapat di ketahui dia sedang tertawa di balik cadar itu.
Di sudut lain Zafirah menepuk pundak sang putra"Sudah!! zina mata lho."
"Umma~~~" Syailendra merasa malu terciduk hanyut menatap Yasmine.
"Lekas di lamar lagi!!."
"Iya habis acara ini Umma." Ujar Enda menahan senyum. Akh!! Zafirah sangat gemas melihat wajah tersipu itu. Nggak tertahan lagi, dia menarik kedua pipi Enda hingga mereka berdua tertawa. Ekor mata Yasmine menangkap interaksi manis Ibu dan anak itu, betapa bahagianya menjadi Enda yang memiliki Ibu selembut Zafirah.
"Fateena sayang, Rania mencarimu" sang Ibu datang saat itu. Yasmine pun bersyukur di dalam hati, dia juga punya Ibu yang nggak kalah baik dan lembut seperti Zafirah. Meski bukan anak kandung, kasih sayang yang di berikannya sangat tulus.
__ADS_1
Sudah memberikan jawaban atas keputusan mengganti nama panggilannya, Yasmine pun undur diri untuk menemui Rania, adik tersayangnya.
Jena dan Mecca sempat terdiam mendengar alasan Yasmine mengganti nama panggilan. Sangsi masyakarat sangat mempengaruhi kehidupan Yasmine, hingga gadis itu menarik diri bahkan berniat nggak di kenali lagi. Keinginan untuk di lupakan orang lain itu sangat besar, bahkan Yasmine meminta kedua orang tuanya untuk memanggilnya dengan nama Fateena saja.
...----------------...
Dalam sekejap berita tentang Salwa menghilang dari mesin pencarian. Bahkan foto-foto dirinya yang di edit bersama Randy dan Mia pun menghilang. Juga foto-foto Salwa saat mengenakan pakaian kurang bahan di mesin pencarian pun menghilang. Para netizen kebingungan, sebab sosok Salwa di dunia maya menghilang bak di telan bumi. Randy pun bertanya-tanya tentang hilangnya semua foto Salwa di akun Instagram miliknya.
Sehari yang lalu, kalau nama Salwa di ketik pada mesin mencari otomatis, maka sosok Salwa yang seksi akan segera muncul. Hari ini wanita itu telah menghilang dari dunia maya.
Acara gosip yang sehari lalu masih menayangkan berita tentangnya pun kini seolah melupakan Salwa.
"Nak, berita tentang kamu mendadak menghilang" ujar sang Ibu. Meski sudah di larang untuk menonton kabar tentang dirinya si Ibu tetap menonton berita tersebut.
Hanif yang sedang bersama Salwa di ruang tamu mengambil ponsel, mengetik nama Salwa di laman pencarian"Eh, hilang Kak. Foto Kakak juga nggak ada lagi di akun Instagram Bang Randy."
"Mungkin Randy yang menghapusnya" bisik sang hati. Hanya karena nggak lagi menarik, dirinya langsung di hapus dari kehidupan Randy, miris sekali.
Saat itu ponsel Salwa berdering, dengan Randy sebagai penelpon.
"Assalamualaikum."
"Kamu membajak akun Instagram aku!!" alih-alih menjawab salam, Randy langsung menanyakan hal itu.
"Enggak Mas. Aku nggak melakukan hal itu" jawab Salwa.
"Semua foto mu menghilang. Kamu berani bersumpah bukan pelaku nya??."
"Wallahi" sambar Salwa mulai emosi.
"Ash!! bajing*n!!" mengumpat, Randy langsung menutup panggilan.
Salwa meninggalkan ruang tamu, dengan pikiran yang berkecamuk. Panggilan Hanif dan sang Ibu di abaikan, dirinya ingin kembali menenangkan diri.
"Siapa yang melakukannya??" Salwa bertanya sendiri. Sama seperti Hanif, dia pun berkelana di dunia maya dan nggak ada lagi berita tentangnya. Hanya menyisakan berita tentang Randy dan Mia, sang Casanova dan pelakor. Dalam artikel itu pun hanya ada namanya, bukan gambar dirinya.
"Siapapun kamu, aku patut berterimakasih. Foto itu memang sangat ingin ku hapus, sebab nggak pantas untuk di lihat khalayak ramai."
To be continued...
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
Salam anak Borneo.