
Cinta buta? obsesi?. Entahlah, di kala merenung Randy menyadari tindakannya terhadap keluarga Salwa dapat menjadi boomerang. Mengusik orang yang sebentar lagi menjadi bagian dalam keluarga Ahmad, sungguh bermain di ujung belati. Ingin merelakan namun hati tak rela. Sedang bergelut dengan pikiran sendiri, Randy di buat terkejut dengan kedatangan Mia.
"Aku bahkan belum menyelesaikan treatment di salon untuk memastikan berita ini. Katakan apa yang sampai padaku itu bohong!" rol rambut masih bertengger di atas kepala, Mia melupakan hal itu demi mencari kebenaran.
"Apa?" hardik Randy.
"Apa? kamu bertanya apa?. Kamu dari mana?."
"Apa itu harus ku jelaskan padamu?."
"Tentu!! sebab aku wanitamu!!" ujar Mia lagi.
Menatap Mia dari atas hingga ke bawah.
"Kenapa menatapku seperti itu? jangan mencoba memutar balik fakta. Kali ini kamu telah membuat kesalahan Mas."
"Mia.....kamu mematai-matai ku?." Kedua alis nan tebal itu menyerngit, dengan kedua mata memicing.
Ash!! Mia bodoh. Panik mendapat kabar sang suami menemui Salwa, membuat Mia nggak bisa menahan diri. Tanpa berpikir panjang dia langsung ingin memastikan kebenaran hal itu. Dan sungguh dungu, hal ini membuat Randy menyadari sang istri kerap memantau pergerakannya.
"Baru kali ini. Itu pun karena kamu berubah akhir-akhir ini" ujar Mia mencoba biasa saja, padahal hatinya sedang ketar-ketir.
Melangkah maju, kini keadaan berbalik"Mia, aku nggak menerima alasan itu. Sebagai peliharaanku, kamu sangat lancang memantau pergerakanku."
Berjalan mundur menghindari langkah maju Randy"Bukan begitu Mas, aku melakukan ini karena sangat takut kehilanganmu."
"Lihat!! aku berdandan demi kamu. Hanya untuk kamu."
Menelisik penampilan Mia, wanita ini memang sangat menggoda. Jemarinya memainkan helai rambut sang Istri"Karena kamu cantik, aku nggak akan mempermasalahkan hal ini. Tapi kalau masih ingin bersamaku, jangan ikut campur dalam urusanku dengan Salwa. Bahkan kalau Salwa kembali ke kediaman ini, jangan pernah kamu mengusiknya!!."
"Lantas bagaimana dengan ku?" manik indah nampak berkaca-kaca.
"Apa yang menjadi milikku akan tetap menjadi milikku. Sebagai peliharaan yang baik nggak seharusnya kamu melayangkan protes kepadaku, bukan?."
__ADS_1
Sebuah kata yang menegaskan kepada Salwa, bahwa kalau ingin hidup nyaman maka bermainlah sesuai dengan jalur yang Randy sediakan.
"Aku lebih cantik dan menarik dari pada dia!."
Grab!! Randy mencengkeram lengan Mia, membuat wanita ini terkejut"Mia ku yang manis, kamu akan selalu menjadi ratu di kediaman ini. Apa yang kamu mau akan selalu terpenuhi karena kamu adalah ratu. Tapi ingatlah satu hal, kamu dan Salwa adalah dua wanita berbeda. Kamu nggak akan pernah seperti dia, dan dia selamanya akan menjadi dirinya. Ingat baik-baik hal itu."
Mia menatap nanar kepergian Randy.
Dengan dada turun naik"Salwa---" geram Mia.
...****************...
Menjaganya agar tetap aman, hal itu masih di lakukan Arjuna hingga detik ini. Setelah memastikan keadaan Salwa dan keluarga baik-baik saja, dia membalas perbuatan Randy dengan berniat mengacaukan jalan bisnisnya.
"Itu licik bro!!" sentak Bae. Pemuda ini terkejut, karena baru kali ini Arjuna bersikap seperti itu.
"Licik? aku hanya menawarkan harga yang lebih pantas untuknya!."
"Game itu baru selesai!!" Bae mengerutkan kening, beginikah kalau cinta telah membutakan mata hati?. Arjuna yang di kenal bersih dalam dunia bisnis, mulai bermain kotor hanya karena seorang wanita.
"Justru karena baru selesai, aku ingin memilikinya sebelum di publikasikan. Software itu hasil dari kerja kerasnya, Randy bahkan memberikan gaji nggak seberapa pada developer itu."
"Mau gajinya mahal, mau gajinya murah, itu bukan urusan kita!!. Ku dengar mereka akan melakukan presentasi di perusahaan Ozo Game tiga hari lagi. Bayangkan kalau kita yang berada di posisi Randy, kamu yakin kita nggak akan kelabakan?."
"Kamu tau betul dalam waktu tiga hari itu sangat mustahil untuk membuatnya, bahkan seorang programmer handal sekalipun!!."
Memainkan spinner seperti seorang bocah, Arjuna dengan acuh berucap"Tergantung besaran konsep dan kerumitannya saja sih."
Bae ngusap dada, binal betul Arjuna kali ini. Namun nggak pantang menyerah, Bae tetap berusaha menyadarkan kewarasan sang sahabat"Menurut pandangan kamu, seberapa rumit pengerjaan game itu?."
"Hemm lumayan rumit. Setidaknya kalau kehilangannya cukup membuat Randy menangis selama seminggu."
"Arjuna oh Arjuna, cukup dengan menolak kerjasama dengannya saja. Jangan sampai menggangu usaha orang lain. Abaikan persaingan kalian dalam cinta, Salwa akan segera menjadi istrimu. Coba bayangkan, betapa hancur seorang Randy saat kalian sudah sah bersama, kekecewaan karena cinta sudah cukup membuat hidupnya goyah. Aku yakin itu."
__ADS_1
Arjuna menatap Bae lekat, namun tak jua membalas perkataan Bae.
Merasa hanya di tatap saja, Bae kembali menasihati Arjuna"Bro, saat kamu mengacaukan urusan Randy, ingatlah akan ada orang lain yang ikut merugi karenanya. Bayangkan kalau Randy menuntut programmer itu untuk segera membuat game baru dalam waktu singkat, bekerja di bawah tekanan sangat menyesakkan. Oke, abaikan saja kesibukan sang developer, bagaimana kalau dia masuk penjara? dengan berpaling dari Randy maka dia telah melanggar kontrak kerja mereka. Akan ada banyak kerugian yang dia tanggung."
"Bagaimana kalau dia sudah menikah dan istrinya sedang mengandung??."
"Bagaimana kalau dia hanya tinggal dengan Ibunya saja sedangkan sang Ayah telah tiada? betapa hancur hati seorang Ibu melihat anaknya di dalam penjara!!."
Wow!! mantap betul kultum yang di berikan Bae kepada Arjuna. Seketika rasa kesal terhadap Randy berganti dengan rasa gemas terhadap Bae.
"Prok!! prok!! prok!" Nenek Adila datang. Setelah meletakkan cemilan malam dia bertepuk tangan mendengar semua ucapan Bae.
"Eh Nenek" Bae malu-malu karena ketahuan memarahi Arjuna, cucu kesayangan Nenek Adila.
Dua jempol teacung padanya, tentu itu jempol Adila"Cara berpikir kamu sangat dewasa. Nenek bersyukur Arjuna memiliki teman yang bisa menasihati seperti kamu."
"Nenek...." ucap Arjuna seolah nggak rela Bae mendapat dukungan.
"Nek, Arjuna hendak melakukan itu karena Randy menggangu keluarga Salwa."
"Kejahatan nggak harus di balas dengan kejahatan. Kalau kamu membalas dengan mengganggu bisnis Randy setelah Randy menggangu keluarga Salwa, lantas apa bedanya kamu dengan Randy?. Bukankah kamu menilai Randy jahat? kalau hal itu benar-benar kamu lakukan maka kamu yang akan menjadi penjahatnya dalam kasus kerugian Randy."
"Astaghfirullah!!" lirih Arjuna akhirnya.
"Terimakasih Bro!. Kamu memang sahabat ter....baiiiik!" ujar Arjuna menirukan jargon kartun animasi dari negeri Upin dan Ipin.
"Lagi ngobrol apa sih? dari jauh Mecca lihat kayak serius sekali."
Waktu seolah melambat, syair cinta seolah mengalun di daun telinga Bae. Sudah lama rasa manis ini tumbuh di dalam dada, semakin hari benih cinta itu semakin membesar. Mecca, gadis yang sudah lama dia sukai hadir di hadapannya. Andai dinding perbedaan mereka tiada, mungkin Bae akan segera meminangnya. Apalah daya, Mecca seorang muslimah sedangkan dirinya belum mengenal apa itu sang maha pencipta.
"Woi bujang Korea!! biasa aja dong liatin Mecca!!."
To be continued...
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
Salam anak Borneo.