
Awan mendung menaungi langit di desa kediaman Arjuna. Setelah mendengar kabar duka yang menimpa Enda dan Yasmine, Arjuna justru tersenyum kecil"Si dungu itu, menolak di nikahkan. Padahal dia sendiri berniat menikahi gadis itu" gumamnya dengan kedua tangan bertaut di belakang. Kini Arjuna tengah berdiri di depan kaca transparan pada lantai dua kediamannya. Ada empat petak kebun di belakang kediamannya, dan dia sedang mengawasi dua pekerja yang sedang menggarap kebun tersebut.
Kediaman Arjuna terlihat sederhana meski dua lantai. Ups!! tiga lantai kalau di hitung dengan balkon besar di atas atap sana. Sebagai mengembang game, sejak kecil Arjuna nggak jauh dari permainan di dunia maya. Bukan hanya memainkan game anak lelaki saja, karena ajakan Mecca dirinya kerap bermain game anak perempuan demi menyenangkan hati Adik kecilnya itu. Yah, hanya Arjuna yang menganggap Mecca Adik sementara gadis itu melihat Arjuna dengan kacamata seorang gadis. Menyimpan rasa manis sejak lama terhadap Arjuna, namun kobaran api asmara itu selalu di padamkan oleh sang Umma. Mengingat dirinya yang dahulu mengejar cinta Ayahanda Arjuna, Umma Zafirah nggak mau putrinya pun mengejar cinta Arjuna yang sejatinya bukan untuknya.
"Seru ya Bang main game bertani seperti ini" celoteh Mecca saat mereka masih duduk di bangku SD.
"Hemm" sahut Arjuna malas. Hanya dengan Mecca dia sudi bermain game cewek, sedangkan Syailendra selalu menolak kalau di ajak main oleh Mecca.
"Cowok kok main game cewek. Nggak mau?!" ujar Enda saat Mecca mengajak bermain di waktu kecil.
Memiliki hati yang lembut dan nggak tega melihat seorang anak perempuan menangis, Arjuna pun rela bermain asalkan Mecca nggak menangis.
Lambat laun dari keterpaksaan menjadi menikmati, Arjuna perlahan gemar bermain game bertani itu. Benar kata Mecca, bermain game bertani itu seru. Begitu menyukai game tersebut menimbulkan keinginan untuk membangun hunian dengan kebun kecil di halaman rumah.
"Mecca, kamu pasti akan senang kalau tau rumah Abang punya lahan bertani" tersenyum ketika teringat dengan Mecca. Arjuna pun melakukan panggilan video kepada Mecca, seraya memamerkan kebun kecilnya di belakang sana.
Gadis itu berteriak antusias"Abbbaannggg!!! Mecca mau ke sana!!."
"Iya besok akhir minggu ya. Sekalian menginap di tempat Bang Enda."
"Kenapa nggak menginap di rumah Bang Ar saja?" tanya Mecca.
"Rumah Abang banyak hantunya" kilah Arjuna. Mecca sangat penakut, hembusan angin menggoyangkan daun pohon di malam hari saja kerap membuatnya mengira itu sebuah penampakan.
"Perlu di rukiyah tuh rumah Abang. Sudah!! sudah, Mecca sama Abi dan Umma memang mau menginap di rumah Bang Enda akhir minggu."
Menyarankan rumahnya untuk di rukiyah, Arjuna terkekeh. Ada-ada saja saran Mecca ini.
"Mecca bikin kue apa? Abang kangen kue bikinan Mecca."
Mecca tertawa"Hihihi, sejujurnya semua kue itu bukan bikinan Mecca."
__ADS_1
"Waduuhhh Mecca menipu Abang ternyata. Hemmm" Arjuna seperti sedang berpikir"Pasti Umma yang bikin." Ujarnya berseru.
"Hihihi, iya Bang" dengan polosnya Mecca mengaku.
"Bantuin Umma bikin kue nya ya. Abang mau!!."
"Siap Abang" Mecca berseru lagi.
Usai berbicara dengan Mecca, Arjuna menatap gundukan tanah di kebun kecilnya, yang sudah di tanami beberapa sayuran. Kedua pekerja yang merupakan pasangan itu terlihat bergurau seraya bekerja. Arjuna merasa iri, seandainya dia bisa melakukan hal itu dengan Salwa. Akh, teringat dengan Salwa.
Wanita itu semakin tersiksa. Masa pemulihan membuatnya gemar memakan cemilan dan minuman bersoda. Tubuh aduhai itu mengembang, dan memacu emosi Randy.
"Diet dong Salwa!!" hardik Randy, saat gaun yang di belinya nggak muat di tubuh Salwa.
"Maaf Mas. Selera makan ku sedang tinggi" wanita ini duduk di tepi ranjang, menggenggam gaun yang di belikan sang suami.
"Sudahlah. Kamu nggak perlu menemani aku ke pertemuan. Mia biss menggantikan mu."
Entah mengapa, mendengar nama Mia yang kerap menemani Randy bepergian akhir-akhir ini, nggak membuat Salwa cemburu. Juga tentang kedekatan mereka, Salwa bukan nggak mengetahui hal itu.
"Bersenang-senanglah Mas, aku akan semakin membangun jarak di antara kita, hingga akhirnya kamu yang melepaskanku" ujar sang hati. Hati yang lelah, harapan yang telah musnah, juga sikap Randy yang kerap memaksakan kehendak, Salwa memilih mundur secara perlahan dari kehidupan pria ini.
Di sarankan untuk Diet, salwa justru semakin gemar makan. Hari-harinya di sibukan dengan mengunyah cemilan, minuman dingin nan manis, dan rebahan menonton bioskop online.
Kalau beberapa hari yang lalu pekerjaan di rumahnya nggak terlalu sibuk, kini Salwa memintanya mengerjakan semua pekerjaan rumah termasuk memasak. Randy sempat protes karena masakan pembantu itu berbeda dengan rasa masakan Salwa, dengan alasan lelah Salwa menolak untuk memasak lagi. Bukan apa-apa, dengan begitu Randy nggak akan makan di rumah, dan lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama Mia. Rasanya lebih nyaman kalau Randy nggak ada di rumah, nggak ada yang akan mengomentari berat badannya yang kian bertambah.
Tubuh Salwa berubah drastis, dirinya nggak lagi bertubuh aduhai bak gitar spanyol. Ketertarikan Randy mulai pudar, sementara Mia semakin membuat lelaki ini menggila. Prilaku Randy yang menggandeng Mia secara terang-terangan, membuat Salwa di kasihani khayalan ramai, terlebih mereka yang dulu mengagumi tubuh aduhainya.
"Kasihan ya, makanya jadi cewek harus pintar menjaga diri. Kalau nggak mau suaminya berpaling pada wanita lain, yang lebih aduhai."
"Masa kejayaan itu telah habis."
__ADS_1
"Ya. Tapi meski gendut dia masih cantik lho."
"Cantik bagi kamu, bagi bos udah enggak. Kamu nggak lihat Mia kerap menemani bos dalam setiap pertemuan."
"Si pemancing pria kaya itu telah mendapatkan tangkapan besar."
"Hahaha, siapa yang nggak tergoda dengan wanita secantik Mia, dengan tubuh seindah itu."
Tawa mereka tertahan, rasanya nggak tahan untuk bersikap acuh pada kisah asrama sang bos besar. Perselingkuhan itu sudah menjadi rahasia umum. Mia semakin percaya diri, terlebih Salwa nggak pernah lagi bertandang ke kantor, dirinya merasa jadi Nyonya besar saja di sini.
Kabar itu ter-endus awak media. Akun @nyinyir bergelora mulai membuntuti setiap momen kebersamaan Randy dan Mia. Bahasa tubuh yang saling menunjukkan ketertarikan, jelas menjadi bahan menggiurkan bagi mereka.
Hingga terbitlah sebuah artikel dengan judul"Asmara di tempat kerja sang Casanova." Terpampang jelas foto Randy yang di edit dengan Mia dan Salwa di sisi kiri dan kanan.
Keadaan terbaru Slawa pun tak luput dari bidikan kamera akun gosip tersebut. Perubahan tubuh Salwa menjadi buah bibir netizen. Mereka menyayangkan hal itu.
"Wajar saja di selingkuhi, gendut begitu."
"Astaga!! kemana wanita bertubuh aduhai itu??. Apa gajah duduk itu dirinya sekarang??."
"Aku kasihan padanya. Mungkin dia setres karena perselingkuhan suaminya, hingga mengakibatkan berat badannya naik."
"Ya, biasanya orang setres akan mencari kesenangan dengan makan, demi menenangkan diri."
"Waw!!! selingkuhannya sangat cantik."
Emosi Salwa melonjak naik, saat membaca artikel tersebut. Acara gosip di Tv pun mulai menayangkan gosip perselingkuhan Randy dan Mia. Kedua orang tua Salwa sangat terkejut akan hal itu.
To be continued...
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya.
__ADS_1
Salam anak Borneo.