Memeluk Kekasih Dalam Doa

Memeluk Kekasih Dalam Doa
Menjaga dalam diam


__ADS_3

Kabar baik dari Salwa tentu membuat Arjuna sangat bahagia. Dengan begitu dirinya tak lagi menjadi bahan ledekan oleh Syailendra dan juga para orang tua di sekitar mereka. Nenek Arabella berniat untuk menemui Salwa. Dirinya ingin melihat secara langsung bagaimana rupa wanita yang membuat cucunya begitu tergila-gila.


Di sebuah restoran cepat saji, di sanalah mereka siang ini. Tanpa sepengetahuan Arjuna, Arabella menyuruh seseorang untuk menjemput Salwa. Berterus terang, itulah ciri khas seorang Arabella. Tanpa berniat untuk menyembunyikan identitasnya, Arabella mengatakan kepada sang penyuruh untuk mengungkapkan siapa yang telah meminta Salwa untuk bertemu.


"Ibu...., Salwa harus bagaimana? apakah Salwa harus menemuinya?. Sedangkan selama ini Salwa selalu menolak Arjuna." Wanita ini nampak ketakutan sebab setelah beberapa kali menolak Arjuna akhirnya dia pun menerima pemuda itu. Sungguh Salwa nggak ingin Arabella menyimpan prasangka buruk terhadapnya.


"Temui saja Nak. Berprasangka baik saja" tutur Nur.


Dan benar saja apa yang terlintas di dalam pikiran Salwa, tanpa berbasa-basi Arabella langsung menanyakan motif Salwa yang berniat menerima lamaran Arjuna.


"Dia lelaki kesayanganku, dia cucuku yang sangat berharga. Aku nggak ingin kau hanya mempermainkan perasaannya, karena lelah sebab dia selalu datang padamu" sorot mata nan teduh itu membuat Salwa merasa tertekan, sejatinya dia berniat menerima lamaran Arjuna bukan karena cinta.


"Katakan apa yang kau sukai dari cucuku?" tanya Arabella yang masih menatap lekat Salwa.


Memainkan jemarinya di dalam pangkuan, terlihat jelas Salwa sedang gugup.


"Salwa....katakan apa yang membuatmu tertarik padanya?."


"Di....dia nggak mudah menyerah. Dan... selalu baik kepada saya dan keluarga." Sahut Salwa nggak berani beradu pandang bersama Arabella.


"Jujur saja aku mencari tahu tentang dirimu dan juga tentang mantan suamimu." Ucapan Arabella sontak membuat Salwa mengangkat wajah hingga akhirnya kedua wanita ini beradu pandang.


"Hari ini kalian resmi berpisah bukan" Arabella tersenyum, namun Salwa nggak mengerti apa arti dari senyuman itu. Sampai detik ini dirinya belum bisa menerka, apakah Arabella mendukung mereka atau akan melarang.


Mengangguk saja, Salwa hanya bisa melakukan hal itu.


"Salwa, Arjunaku memang baik. Dan aku harap dia juga bertemu wanita baik."


Kedua mata Salwa berkedip, dia kembali ketakutan. Status janda ini, akankah menjadi penyebab dirinya di tolak Arabella sebagai cucu menantu?.


"Jika alasanmu menerima Arjuna hanya karena baik, ku harap bukan sebatas itu saja. Dia punya cinta yang teramat besar untukmu, ku harap dia menerima balasan yang setimpal darimu. Aku nggak akan melarang kalian jika tetap ingin bersama, aku hanya berharap kamu adalah wanita pertama dan terakhir dalam hidupnya."


Ingin rasanya Salwa mengatakan bahwa nggak ada cinta untuk Arjuna, tapi mulut itu seolah bisu. Dan dungu nya dia justru mengangguk, seolah yakin bahwa dirinya pun memiliki cinta yang teramat besar untuk Arjuna.


Meraih jemari Salwa"Terimakasih. Ku harap kamu benar-benar bisa membahagiakan dia selamanya."


Tersenyum manis, di balik senyuman itu Salwa masih merasa bingung akan perasaannya sendiri.


"Di pernikahan Syailendra dan Fateena, kalian datanglah sekeluarga ya." Ajak Arabella.

__ADS_1


"Iya....tante...."


"Heii, panggil aku Nenek, sama seperti Arjuna. Lagi pula, apa aku masih pantas di panggil tante?" Arabella yang manis, Arabella yang menggemaskan kini kembali. Setelah melihat Salwa mengangguk akan cinta terhadap Arjuna, mode menyelidiknya seketika mati, dan kembali menjadi Arabella yang hangat dan humoris.


Salwa ikut tertawa, dia bingung harus memanggil apa sebab di usia sekarang Arabella masih terlihat cantik.


"Panggil aku Nenek Ara, oke?."


"Iya Nenek Ara" sahut Salwa.


...****************...


Berpisah dari Salwa nggak serta merta membuat Randy melepaskannya begitu saja. Rasa legit tubuh wanita itu, sangat di sukainya. Meski Mia sangat cantik dan menarik, rasa bercinta bersama Salwa sungguh tiada tandingannya.


Setelah resmi berpisah, Randy meminta seseorang untuk mengawasi keseharian Salwa di desa.


Pram dengan lekas mengetahui hal itu, dan dengan segera menyampaikannya kepada Arjuna. Seketika rahang Arjuna mengeras"Apa maksud nya mengutus seseorang untuk mengawasinya!!!" geram Arjuna.


"Mungkin dia masih menyukai Nona Salwa, Tuan."


Brak!!. Arjuna menggebrak meja"Nggak akan aku biarkan!!. Sejak awal dia miliku, dan nggak akan pernah menjadi miliknya lagi!!."


Sembari berbisik, Pram menyampaikan isi dalam pikirannya kepada Arjuna, sebuah cara agar Salwa terlepas dari pengawasan Randy.


"Lihaaattt!! mereka dekat banget kan?!. Tuan muda kita nggak pernah terdengar menjalin cinta dengan wanita, dia selalu bersama Pram selama ini."


"Bersama Tuan Syailendra juga."


"Tapi kan Tuan Syailendra cowok!."


"Pram juga cowok!!."


"Lantas???."


Para pekerja di kantor mulai bergosip. Kedekatan Pram dan Arjuna memang kerap menjadi bahan untuk bergosip. Bukan apa-apa, nggak jarang saat di kantor Arjuna bergelayut di pundak Pram. Bahasa tubuh mereka terlihat berbeda dari sesama pria kebanyakan. Terlebih Arjuna nggak pernah terdengar menjalin cinta dengan wanita, alhasil gosip hubungan terlarang bersama Pram pun tercipta.


"Ehem!!."


Para pekerja yang sedang bergosip itu terkejut. Sontak mereka menoleh ke arah suara. Seorang pria muda, tinggi, putih, dengan rambut hitam lebat"Di mana bos kalian??."

__ADS_1


Hanya jari telunjuk yang berbicara, mereka kompak menunjuk ke ruangan Arjuna.


"Oh di sana. Terimakasih ya, silahkan di lanjutkan bergosipnya" kedipan nakal pemuda itu tinggalkan di kerumunan, yang kebanyakan berisi para wanita.


"Kyaaa!!! tampan sekali!!."


"Bukankah itu Tuan Bae!!."


"Oho, Tuan muda dari keluarga Charlotte??."


Mengangguk, seorang wanita nampak menahan hidungnya dengan tisu"Iya!!. Selama ini aku hanya bisa melihatnya di Instagram."


"Aduuhh aromanya wangi sekali!!" seru wanita lain.


Saat namanya di sebut, Bae menoleh ke arah mereka lagi. Tanpa perasaan Bae melayangkan ciuman di udara ke arah mereka, membuat para wanita hampir pingsan di buatnya.


Kegaduhan di luar ruangan menyita perhatian Arjuna. Dia melihat di balik kaca"Haiisshh dasar Tuan muda narsis!!. Ngapain datang ke sini nggak bilang-bilang, mau tebar pesona apa!."


Mengikuti gerak Bae dengan sorot mata hingga Bae masuk ke dalam ruangannya"Hei buaya Korea, ngapain ke sini?."


Tertawa cekikikan"Hihihi, aku mau lihat gimana reaksi wanita di kantor ini pas ketemu aku."


"Tuh lihat, mereka seperti ikan kekurangan air. Sudah puas kamu?" Arjuna menahan tawa, dasar Bae ada-ada aja tingkahnya.


"Hahaha, gimana? terbukti kan kalau aku lebih tampan dari kamu?" seraya meletakan jari di bawah dagu.


"Gimana Pram?." Arjuna juga melakukan hal yang sama seperti Bae.


"Hemmm" Pram kebingungan. Bae dan Arjuna sama-sama tampan. Kalau bilang Arjuna yang tampan, cewek incaran dia yang menjadi pekerja di kediaman Charlotte nanti sulit di gapai. Kalau bilang Bae yang tampan, gimana nasib dompetnya??.


Nggak berani memberikan jawaban, Pram menggaruk tengguk yang nggak gatal"Para Tuan-Tuan ini seperti bulan purnama yang terbelah dua, sama-sama memukau dan menyilaukan, apalagi kalau sedang bersama seperti sekarang ini, waaahhh sebuah kolaborasi yang sangat indah."


Ckckck Pram sangat berlebihan!!.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.

__ADS_1


__ADS_2