Memeluk Kekasih Dalam Doa

Memeluk Kekasih Dalam Doa
Talak


__ADS_3

"Mau melamar lagi?."


Raut wajah Syailendra seketika berubah ceria, setelah sebelumnya nggak di izinkan untuk mengantar Ysmine kembali ke panti asuhan. Sang Abi yang berangkat ke sana, di temani Agam.


"Iya Umma. Apa Umma keberatan?."


"Enggak. Hanya saja, kamu yakin?."


"Yakin" penuh keyakinan Enda berkata.


Menurut kacamata Umma, Yasmine sangat terpukul dengan kejadian tadi. Dan setelah mendengar kisah hidupnya yang kamu ketahui, Umma semakin yakin bahwa gadis itu akan semakin menarik diri dari masyarakat."


"Maksud Umma?." Menatap dalam manik indah wanita kesayangannya. Meski bukan dia wanita yang telah melahirkan dirinya, Enda dapat merasakan ketulusan kasih sayang dari Umma Zafirah kepadanya.


"Yasmine ibarat kaca yang telah relak, kalau terlalu keras kamu bisa menghancurkannya dalam sekejap. Perlu kehati-hatian dalam menghadapi wanita seperti itu, apalagi untuk menghabiskan hidup bersamanya."


Merenungi apa yang di katakan sang Umma, Enda terlihat kesal. Semua duka Yasmine karena Yahya, lelaki yang mengaku bujang dan dengan percaya diri melamarnya. Ingin rasanya membuat perhitungan dengan lelaki plin-plan itu, seandainya Enda bisa.


Pikirkan baik-baik Nak, ini tentang sebuah pernikahan. Umma sangat berharap ritual sakral itu hanya terjadi satu kali dalam hidupmu." Ujar Zafirah lagi.


"Menurut Umma, Yasmine bagaimana?." Kini giliran Enda yang bertanya.


"Dia gadis yang cantik."


"Bukan itu!. Maksudnya Enda, apa Umma menyukainya?."


"Meksi sudah sering mendengar namanya, Umma baru sekali bertemu secara langsung. Umma kan sudah lama nggak singgah ke asmara perempuan."


Enda memberengut, sedangkan Umma tersenyum"Hihihi, Umma hanya bercanda. Umma sangat mengenal Yasmine. Namanya mengingatkan Umma pada santriwati senior, saat Umma masih mengajar di sana. Ternyata bukan hanya nama yang sama, sikap mereka pun sama, sama-sama irit bicara."


Mengetahui sang putra akhirnya tertarik pada Yasmine, Zafirah mencari tau semua tentangnya"Dia sudah merasakan kecewa sejak kecil, apa kamu yakin bisa memberikan kebahagiaan kepadanya?. Umma nggak mau putra Umma membuat seorang wanita menderita saja."


"Umma, yakin deh sama Enda. Enda nggak akan membuatnya menangis" ucapan Enda ini kembali membuat Zafirah tertawa. Dasar anak muda, kalau sudah jatuh cinta sulit untuk di sadarkan.


Sedang asik bertukar cerita, Abi Khair datang dan bergabung bersama mereka. Enda pun kembali mengutarakan niat untuk melamar sang pujaan hati"Jangan sampai salah langkah lagi, yakinkan Yasmine dahulu. Barulah kita bertemu kedua orang tuanya."


Yes!!!, Syailendra sangat senang jalannya untuk bersama Yasmine kembali terbuka.


.....


Berita peselingkuhan Randy tersebar luas. Kedua orang tua Salwa langsung menanyakan hal itu kepada sang putri, hanya via telepon saja.

__ADS_1


"Kenapa nggak cerita dari dulu Nak!!" Ayah sangat marah, Salwa baru mengungkapkan penderitaannya sekarang. Tentang Randy yang nggak mau memiliki anak, tentang Randy yang suka memaksakan kehendak dalam berpenampilan. Juga tentang Randy yang kerap mengungkit perihal uang untuk mereka di desa. Sungguh harga diri Ayah Salwa bagai di injak-injak. Dirinya juga merasa malu, dengan leluasa menikmati uang dari Randy di atas penderitaan Salwa.


"Sebentar lagi Hanif akan lulus, Hanif akan bekerja dan mengganti uang itu!" begitu menyayangi sang kakak, hati Hanif bagai tertusuk sembilu saat mendengar obrolan mereka. Rasa lelah usai menguras otak di kampus membuat emosi dengan cepat melonjak naik karena kebenaran itu.


Bagaimana dengan sang Ibu?. Wanita ini sangat terpukul. Kesedihan karena penderitaan Salwa, semakin membuatnya tertekan karena gunjingan para tetangga. Selama ini Salwa yang selalu menjadi kebanggaan, uang Randy yang selalu membuat hidup mereka sejahtera. Akh!! ternyata menantu kebanggaan itu mengkhianati putrinya. Karena terus memikirkan hal itu, akhirnya sang Ibu jatuh sakit.


Prang!!!!


Brak!!!


Suara gaduh di kediaman Salwa mengundang tanya para tetangga. Apa mereka bertengkar? apa Salwa memarahi suaminya yang bermain wanita? atau, justru Salwa yang di hajar habis-habisan oleh Randy karena nggak bisa lagi membuatnya bangga?.


"Kyaaaa!!!!" suara gaduh berakhir setelah jeritan histeris Salwa. Para tetangga sangat penasaran, apa yang sedang terjadi. Hingga mereka pun memanggil Pak RT untuk memeriksa keadaan.


"Maaf Pak RT, kami hanya sedikit bertengkar. Masalah ini akan kami selesaikan sendiri" dengah tegas Randy menolak kedatangan Pak RT.


"Bagaimana keadaan Nyonya Salwa? suara di kediaman kalian sangat gaduh" dengan tegas pula Pak RT ingin memastikan keadaan Salwa, takut terjadi KDRT.


"Saya baik-baik saja Pak" Salwa menampakkan diri dari dalam kamar tamu.


"Syukurlah. Kami harap nggak ada keributan lagi di sini, kalau nggak mau kita selesai dengan seksama."


"Iya Pak, maaf sudah membuat tetangga khawatir" ujung mata Randy melihat beberapa tetangga mengintip di balik gerbang kediamannya.


Pasangan suami-istri itu kembali pada masalah mereka, namun kali ini mereka hanya bersambut kata.


"Kalau nggak mau aku menikah lagi, kembalikan tubuhmu seperti dulu!." Harga dirinya kembali di injak-injak, Salwa kembali meniti kesabaran di ujung jurang.


"Mas!! aku sudah berusaha!!."


"Berusaha?? ku perhatikan kamu masih suka ngemil, kamu nggak benar-benar melakukan diet. Sekarang kalau aku ingin menikahi Mia, itu kesalahan kamu Salwa."


"Kesalahan ku??."


"Ya!. kamu nggak pandai merawat diri. Aku malu kalau harus memiliki istri gendut!!."


Jatuh sudah air mata Salwa, hatinya benar-benar remuk redam. Lelaki yang dahulu pernah berkata akan selalu menyayanginya dalam suka atau pun duka, dalam keadaan seperti apapun nggak akan pernah meninggalkan dirinya, ternyata kata manis itu hanya bualan belaka.


"Salwa----."


Kini sorot mata mereka bertemu, saling menyelami isi hati masing-masing"Maaf, kamu sudah nggak ku cintai lagi."

__ADS_1


Salwa menganga, nggak menyangka secepat ini Randy melepaskan dirinya. Dia memang menginginkan hal ini, tapi baru menyadari betapa tipis cinta sang suami kepadanya, hati Salwa sangat terluka.


"Ya Allah, aku nggak menyangka kata-kata itu sangat menyakitkan" lirih sang hati.


Mencoba menenangkan hati, Salwa berkata"Ma----maksud---Mas Randy?."


"Kamu kerap melawan ku Salwa. Kamu bukan lagi Salwa yang dahulu" bibir Randy bergetar mengatakan hal itu.


"Kamu berubah" timpal Randy.


"Cobalah berkaca Mas, siapa yang telah berubah di antara kita?.


"Lihat, kamu sudah berani menjawab perkataan ku!."


Menekan dirinya, mungkin itu memang kegemaran Randy. Salwa menunduk dengan pikiran berkecamuk.


"Bisakah kamu memberikan izin untuk aku menikahi Mia?."


"Enggak" jawab Salwa.


"Bisakah kamu kembali menjadi Salwa yang dulu?."


"Salwa yang patuh padaku, juga Salwa yang patut ku banggakan di depan teman-temanku?."


"Maaf Mas, aku sudah berusaha tapi berat badan ku sulit untuk di turunkan."


Keheningan datang menyapa mereka. Randy menatap Salwa dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Sangat jauh berbeda, Salwa yang sekarang sangat bengkak, dan sangat nggak menarik.


"Kalau begitu kisah kita telah usai."


"Hah??" Salwa mengangkat pandangan, menatap kedua mata Randy tajam.


"Aku akan menceraikan mu. Aku akan memberikan kompensasi kepadamu, secepatnya perceraian kita akan di laksanakan."


Akhirnya, kata itu lolos dari mulut Randy. Talak telah jatuh, bersamaan dengan jatuhnya air mata Salwa untuk yang kesekian kalinya.


"Mas menceraikan ku hanya karena aku gendut, begitu Mas?."


"Maaf Salwa."


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.


__ADS_2