Memeluk Kekasih Dalam Doa

Memeluk Kekasih Dalam Doa
Setitik nila


__ADS_3

Menghilang bak di telan bumi, begitulah Yahya sekarang. Pemuda itu pergi tak meninggalkan jejak sedikitpun. Kedua orang tuanya mencari kemana-mana, bahkan sampai melaporkan kehilangan anggota keluarga ke kantor polisi.


Sang hati yang telah berteman gundah beberapa waktu setelah menghilangnya Yahya, semakin di buat resah. Pasalnya, ada seorang pengunjung yang menitipkan sesuatu untuk Yasmine di pondok pesantren.


"Mundur saja" secarik kertas dengan tulisan yang memenuhi permukaannya, mengundang kerut di kening Yasmine.


"Ustadzah, siapa pengirimnya?."


"Seorang kurir" sahut Ustadzah Syabilla.


Pikiran gadis ini semakin terbebani, di saat Yahya menghilang, di saat itu pula secarik kertas itu sampai kepadanya. Hal inilah yang membuatnya menduga, pasti pesan ini ada hubungannya dengan calon suami.


"Ustadzah, boleh saya pinjam ponsel saya sebentar. Saya ingin menghubungi Yahya lagi" bukan rahasia lagi, benda pipih itu harus di titipkan kepada para guru saat sedang berada di sekolah. Atau kalau ragu menitipkan pada mereka, maka tinggalkan saja benda itu di rumah saat hendak kembali ke pondok pesantren.


Berniat menyimpan kisahnya sendiri, pada kenyataannya Yasmine nggak bisa melakukan hal itu. Sejak Yahya nggak bisa di hubungi, Yasmine akhirnya membagi kisah itu kepada Ustadzah Syabilla.


"Baiklah, tapi hanya setengah hari ya. Dan jangan sampai ketahuan santri lain ponselmu ada padamu" ujarnya.


Yasmine mengangguk. Dia bersyukur, setidaknya Ustadzah muda ini masih mau membantunya.

__ADS_1


Di dalam perpustakaan, di sinilah Yasmine sekarang. Gadis ini memilih tempat paling ujung, dengan sudut pandang ke berbagai arah, agar saat ada yang datang dia dapat langsung menyembunyikan ponselnya. Saat manusia nggak ada bersamamu, jangan menduga kau benar-benar sedang sendirian!.


Yasmine membawa buku tulis dan meletakan di atas meja. Saat sedang fokus pada sang ponsel, buku tulis itu terjatuh ke lantai. Hemm...jarak buku dan tepian meja cukup jauh, nggak ada angin kencang buku itu mendarat di sana, sungguh kejadian ganjil.


Deg!!.


Jantung Yasmine seketika berdetak hebat. Bukan hanya manusia yang jahil, bahkan makhluk tak kasat mata lebih jahil lagi.


Gadis ini menelan saliva, menenangkan diri dan mulai membaca ayat kursi di akhiri dengan ayat seribu dinar.


"Hisss!!" terdengar desisi tak suka, dan itu tanpa wujud.


Kembali mencoba menghubungi Yahya, namun tak jua berhasil. Gadis ini beralih ke laman Instagram. Dia terkejut saat ada DM masuk. Sungguh, betapa hati yang di tata indah untuk Yahya sirna seketika. Nggak ingin melewatkan kesempatan ini, Yasmine mengambil gambar pada layar ponselnya.


"Ini adalah bukti, bisa saja foto ini di hapus si pengirim" ujarnya bergumam.


"Yahya, kalau ini benar maka jalan untuk kita bersama musnah sudah!!" suaranya bergetar, menahan emosi di dalam dada.


...****************...

__ADS_1


Datang dan berkumpul bersama keluarga, Salwa merasa senang sekali. Keseharian yang sepi di kediaman mewah itu sekejap sirna, meski hanya di tempat sederhana saja, seperti desa mereka.


Usai mandi, Salwa bersama Ibu duduk di beranda kediaman yang nggak terlalu luas itu. Lagi, sang Ibu menanyakan perihal mengandung.


"Belum Ibu" sahutnya.


"Kok belum?. Kamu sehat kan?."


Pertanyaan ini sudah berkali-kali dia dapat dari sang Ibu, dan Salwa sudah sangat jengah akan hal itu. Ingin rasanya berbicara kenyataan, bahwa Randy menyuruhnya meminum pil KB, tapi....Salwa nggak mau membuat hati sang Ibu khawatir.


"Ndu, coba lihat ponsel Ayah, kok nggak bisa membalas pesan." Ayah datang dengan handuk tersampir di pundak, sepertinya dia baru selesai mandi.


Terhanyut mengotak-atik ponsel sang Ayah, rupanya paket sang Ayah telah habis. Dengan mengisi kembali paket maka ponsel kembali dapat di gunakan. Baru beberapa detik sebuah pesan masuk pada aplikasi gelembung hijau di ponsel sang Ayah.


Pesan penagihan dari pihak Bank. Salwa mengerutkan kening, bukanlah segala kebutuhan keluarganya terpenuhi?, kenapa Ayah meminjam uang di Bank?


To be continued..


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2