Memeluk Kekasih Dalam Doa

Memeluk Kekasih Dalam Doa
Jodoh pilihan Kakek


__ADS_3

Waktu terus bergulir, seorang Salwa perlahan menghilang dari kehidupan Arjuna dan Enda. Setelah menikah, wanita itu di boyong sang suami ke rumah pribadinya. Bukan lagi tinggal di desa, kini Salwa tinggal di kompleks perumahan mewah. Sesuai dengan janji Randy, bahwa dia akan menjadikan Salwa ratu dalam hidupnya, hal itu benar-benar terjadi.


Wanita itu juga sudah berhenti bekerja, Randy meminta dia untuk merawat diri di rumah saja. Dan sungguh, Salwa baru menyadari begitu candunya Randy terhadap tubuhnya. Di malam pertama mereka, seolah tak mengenal puas, Randy terus menggempur gawang kesuciannya yang selama ini selalu di jaga. Hingga Salwa meminta untuk berhenti berkali-kali, barulah Randy melepaskan wanitanya.


Saat Salwa ingin menghadiri acara reunian, Randy seolah nggak rela membiarkan wanita cantik dengan tubuh menggoda itu pergi sendirian, di sela kesibukan Randy berusaha mengikuti kemana saja sang istri pergi.


"Suami kamu ganteng banget. Sepertinya perhatian banget, kantongnya juga tebal. Kamu beruntung menikah dengannya, Salwa" ujar salah satu teman di acara reuni itu. Untuk beberapa waktu Randy menjadi buah bibir saat pria itu pamit ke toilet.


"Ya, menikah dengannya hal yang sangat aku syukuri" sahut Salwa dengan senyuman.


Bukan hanya ikut hadir dalam setiap acara pertemuan sang istri, Randy pun kerap membawa Salwa dalam pertemuan bisnisnya. Istri yang cantik, tinggi, tubuh yang indah, sebuah kombinasi wanita yang hampir sempurna, dan Randy sangat bangga memiliki Salwa.


"Sayang, pake yang warna hitam deh. Kamu pasti semakin cantik saat memakai gaun itu" memperhatikan sang istri yang sedang memilih gaun, malam ini Salwa akan di ajak untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan beberapa pengusaha.


Gaya berpakaian Salwa mulai berubah sejak menjadi istri Randy, dirinya berpakaian lebih terbuka akhir-akhir ini. Dan itu atas saran dan keinginan sang suami.


"Mas, belahan dadanya rendah sekali."


"Nggak apa-apa. Tubuh kamu singset, bagus memakai pakaian seperti itu."


"Hemmm" Salwa ragu, baginya pakaian itu terlalu seksi.


"Aku akan menggerai rambut, setidaknya rambut panjang ku bisa menyamarkan belahan rendah ini" ujarnya bergumam.


Masih memperhatikan sang istri, Randy juga mendengar gumam Salwa. Dia pun beranjak mendekatinya, menarik tubuh Salwa ke depan cermin"Sayang, rambut kamu cantik. Tapi akan lebih cantik kalau di ikat tinggi seperti ini."


Leher jenjang itu terlihat dengan sempurna. Randy seketika menelan saliva. Akh!! memiliki istri candu seperti Salwa membuat jiwa ke-lelakian selalu meronta. Mencium leher itu dengan lembut. Salwa menggelinjang, dia tau akan kemana langkah mereka selanjutnya.


"Mas, pertemuan itu jam delapan kan. Sebelum jam delapan kita sudah harus di restoran."


"Ini baru jam tujuh. Aku janji kita hanya bermain tiga puluh menit saja."


Oke, ketika hasrat itu mencuat, keinginan Randy nggak akan bisa di bantah.


"Sraaaakk!!" mini daster itu di robek, padahal itu mini daster satu-satunya yang tersisa.


"Mas, ini daster terakhir ku!."


"Pulang dari pertemuan kita belanja. Kamu mau satu lemari? dua lemari? atau mau satu butik? aku ganti dengan yang lebih menarik" berbisik dengan napas yang mulai memberat.


Salwa kalah lagi. Permainan panas mereka lebih lama dari yang Randy janjikan.

__ADS_1


"Buruan Sayang!. Waktu kita mepet!" berseru, Randy kini telah mandi dan berpakaian. Sedangkan Salwa masih di dalam kamar mandi.


"Hisss, enak saja menyuruhku cepat-cepat. Tubuh bagian bawahku masih nyeri usai di bantai habis-habisan, sedangkan dia semakin semangat" gerutu Salwa hanya dalam hati.


Berdandan sederhana, Salwa tetap menawan di mata para pria. Apalagi dengan dress hitam pilihan Randy, belahan rendah di bagian depan itu terlihat nyata. Sebab saran Randy nggak bisa di tolak, Salwa mengikat rambutnya tinggi, hingga bagian leher dan dada itu menjadi tontonan.


......................


Menikmati secangkir kopi panas di teras kediaman Kyai Bahi. Arjuna ikut mengunjungi sang Kakek malam ini. Bersama Enda dan Mecca, kehadiran mereka bertiga membuat Kyai Bahi senang bukan kepalang.


"Wah, cucu-cucu Kakek pada datang. Gimana? kalian sudah dapat calon?."


Menggaruk tengkuk, Enda mulai menjaga jarak dari sang Kakek.


Sementara Arjuna, hanya terkekeh usai mengusap kacamata yang dia kenakan.


"Malah nyengir. Ayo jawab pertanyaan Kakek!. Arjuna sudah dapat calon?."


"Calon apa Kek?" bertanya seolah nggak mengerti.


Menatap sang cucu dengan bibir mencibir"Jangan pura-pura nggak ngerti. Kalau belum punya calon, bilang saja. Kakek punya calon untuk kamu."


Arjuna kembali terkekeh. Alih-alih menjawab, dia justru menunjuk ke arah Enda.


Mendengar hal itu, Enda maju lebih dekat pada sang Kakek"Kakek baru bilang kalau calon yang Kakek pilih itu dari asrama perempuan."


"Salah kamu sendiri, setiap Kakek tawarkan langsung kamu tolak. Jadinya Kakek nggak pernah mengungkapkan identitas gadis itu."


"Siapa Kek? calon Abang?. Pastikan dia cewek bermental baja ya, Kakek tau kan gimana bawel nya Abang" Mecca memeluk lengan sang Kakek.


Mengusap pucuk kepala sang cucu perempuan"Oh tentu. Kakek sudah sangat mengenal kalian, jadi calon yang Kakek pilih pasti sudah sesuai dengan tingkah bawelnya kalian."


Arjuna lagi-lagi terkekeh. Dia selalu tersenyum dan tertawa kalau bersama Kyai Bahi. Entahlah, rasanya hati jadi adem dan nyaman saat bersama orang tua ini.


"Malah nyengir lagi. Kamu nggak penasaran siapa calon kamu?."


"Memangnya buat Arjuna juga ada?."


"Kalau calon Bang Juna itu Mecca" seloroh sang gadis kecil.


Menarik kerudung Mecca"Enak aja!!. Kamu mana cocok nikah sama kulkas empat pintu begini. Kamu kan kompor meleduk, selalu berisik!" Enda bersuara. Dan Mecca langsung memberengut.

__ADS_1


"Kakek!! lihat tuh Abang ngatain Mecca!!" merengek pada sang Kakek.


"Masa Kek Arjuna di bilang kulkas empat pintu" satu lagi, cucu lelakinya juga merengek karena ocehan Enda.


"Syailendra!!!" akh!! ini bahaya!. Kakek memanggilnya dengan nama panjang, itu artinya di benar-benar gemas padanya.


"Hanya becanda!" seru Enda segera.


"Dari pada marah, mending Kakek bilang deh siapa calon buat Arjuna." Sengaja mengalihkan perhatian si Kakek.


"Pemuda baik pasti akan mendapat pasangan yang baik pula." Ujar Kyai Bahi.


"Oh, karena dia kulkas empat pintu, jadi calon dia juga kulkas empat pintu. Kalau begitu calonnya Yasmine dong." Seloro Enda asal.


"Abang!!. Kakek lagi ngomong kok di salip sih!" protes Mecca.


"Tau nih" Arjuna ikut protes.


"Bukan dia kan Kek?" kini Arjuna beralih pada Kyai Bahi.


Menggeleng, kedua mata Kyai Bahi beradu pandang dengan Enda"Yasmine itu calon pilihan Kakek buat kamu."


Eh??. Melongo Enda di buatnya. Mecca dan Arjuna tertawa. Gadis kulkas empat pintu itu ternyata calon pilihan Kakek untuk Enda.


"Hahaha, rasakan kamu Bang" ejek Mecca.


"Hupffhh!!" menutup mulut, Arjuna menahan tawa.


"Terus calon Bang Juna siapa Kek?" tanya Mecca. Gadis ini sangat penasaran, sebab dalam candanya ingin menjadi calon Juna adalah keseriusan.


"Rahasia" sahut Kyai Bahi beranjak hendak masuk ke dalam rumah.


"Yahhh Kakek, kok rahasia sih?."


Kyai Bahi tersenyum"Sejatinya calon yang Kakek pilih hanyalah keinginan Kakek. Sementara calon yang sebenarnya masih menjadi rahasia sang maha kuasa."


Juna mengangguk. Sementara Enda, pikirannya kembali terbagi pada dua wanita, Salwa dan Yasmine. Mengingat Salwa sudah menikah, haruskah dia melamar Yasmine?.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2