Memeluk Kekasih Dalam Doa

Memeluk Kekasih Dalam Doa
Pagi pertama


__ADS_3

Benar kata Arjuna, sempat terguncang beberapa waktu kemudian Salwa terhanyut ke alam mimpi. Entah memang karena susu hangat yang di seduh Arjuna, atau karena berada di dekat lelaki itu, yang pasti Salwa merasa aman berada di dekatnya.


Malam pertama yang seharusnya di isi dengan kegiatan panas, justru berakhir dengan kegiatan meretas situs yang memuat berita tak senonoh Salwa. Sengaja menunggu kabar itu di terbitkan, detik berita itu tayang di dunia maya detik itu jua beritanya sirna. Dua lelaki yang cukup lihai di bidang ilmu komputer ini beradu skill, berkali Randy meng-upload berkali pula Arjuna me-reset.


Sayangnya Randy bukanlah tandingan Arjuna. Pertarungan di dunia maya berakhir setelah Arjuna membuat laptop Randy mati total. Owh sungguh malang, Randy kehilangan senjata untuk menyerang Salwa.


Di tengah jeritan frustasi Randy karena gagal menghidupkan kembali laptopnya, saat itu juga Arjuna meneleponnya. Memandangi layar ponsel beberapa saat, bahkan hingga panggilan itu menjadi tak terjawab.


Sang gawai kembali berdering.


Arjuna bukan nggak tau Randy sedang kesal kehilangan video dan foto-foto itu, namun Randy belum tau bahwa Arjuna yang telah menyerang laptopnya dengan virus.


Panggilan dari Arjuna membuat Randy berpikir bahwa lawannya adalah lelaki itu, orang yang telah merebut istrinya, begitulah tanggapan Randy.


Baru saja Randy menerima panggilan itu, dia juga belum sempat bicara"Bagaimana? apa laptopmu hang dulu atau langsung mati?."


"Bang*at!! hidupkan lagi laptopku!!."


"Ahahah, maaf" terdengar suara tawa yang lekas di redakan"Aku hanya sempat menciptakan virus itu, sedangkan antivirus nya ku skip. Ku pikir setelah berniat menghancurkan, nggak perlu menciptakan cara untuk memperbaiki lagi."


"Arjuna!! banyak data penting perusahaan ku di dalam laptop itu" Randy menggeram.


"Oh ya? kamu pikir aku peduli?. Aku sudah pernah memperingati mu Randy, tapi sepertinya telingamu tuli. Baru laptop yang ku buat mati kamu sudah kelabakan. Bagaimana kalau bisnismu yang ku buat mati?."


"Brak!!" terdengar benda berat di hempaskan. Laptop itu di tendang dan jatuh ke lantai. Sangat putus asa, dia salah memilih lawan. Teringat dengan foto Salwa yang menghilang secara misterius di lama Instagram miliknya, sekarang Randy menyadari pasti itu ulah Arjuna.


"Jadi kamu yang menghapus foto Salwa dari Instagramku?!."


"Hemmm, aku hanya nggak suka melihat foto istriku di akun orang asing." Penuh penekanan pada kata orang asing, dia sangat pandai membuat hati Randy hangus terbakar.


"Kamu cukup bernyali mengusik wanitaku. Sepertinya aku harus memberikan peringatan yang nyata kepadamu Randy. Mengenai proyek Game Last Key, aku mengantongi kecuranganmu."


Ini mengenai proposal game bernama Last Key yang baru saja di serahkan pihak Randy kepada Naihe Game.Co. Sejak awal Arjuna bukan semata mengawasi pergerakan Randy, dia juga mendalami dan memahami pembuatan game tersebut. Ada seorang mata-mata dengan kemampuan handal, bekerja menjadi developer di perusahaan Randy. Orang ini sengaja di tempatkan Arjuna di sana untuk berjaga-jaga.


"Arjuna, aku nggak menyangka licik sekali dirimu. Katakan siapa mata-matamu!!" jemari Randy menggenggam hingga terdengar suara tulangnya.

__ADS_1


"Ahahaha" lagi-lagi Arjuna tertawa"Ups!! entah mengapa hatiku terasa geli bicara denganmu, hingga terus-terusan tertawa. Sebentar ya, aku pindah tempat dulu."


Randy hanya diam mendengar ocehan Arjuna.


Terdengar langkah kakinya dan suara pintu di tutup"Oho kamu masih di sana?. Sorry ya, tadi aku sedang di kamar menemani istriku yang tertidur nyenyak. Kamu bicara tentang kelicikan ya tadi....."


Sangat jelas Arjuna membicarakan Salwa, Randy langsung menyambar kata-kata sang lawan bicara"Ba*ingan!!. Sombong sekali kamu Arjuna. Kamu seolah bangga memiliki Salwa dan sengaja pamer kepadaku kan!!." Hilang sudah obrolan tentang bisnis dan kelicikan. Mempermainkan emosi Randy ternyata menyenangkan ya, dan lihatlah sekarang deru nafasnya sampai terdengar di telinga Arjuna.


"Kikikiki" sumpah!! Arjuna menyebalkan sekali. Tubuhnya sampai tumbang di atas sofa mentertawakan penderitaan Randy. Dan bodohnya Randy masih bertahan dalam panggilan itu.


"Punya istri cantik, siapa yang enggak bangga."


Andai novel ini adalah kisah di buku komik, author akan membuat kilatan petir dan luapan gunung merapi untuk menggambarkan kekesalan Randy.


Seorang Randy ketika sedang marah, dia akan mengobrak-abrik benda yang ada di dekatnya. Seperti saat ini, setelah laptop yang mendarat sempurna di atas lantai, giliran gelas dan sebotol minuman beralkohol yang meloncat dengan indah ke lantai. Suaranya sangat gaduh di waktu sepertiga malam ini. Mia yang sedang terlelap akhirnya terbangun, dia bergegas menuju ruang kerja Randy dan melihat semuanya nampak berantakan.


"Sayang!! apa ini??."


"Diam kamu!!" sentak Randy, dia semakin kesal atas kehadiran Mia. Wanita ini tak lagi indah di matanya, relung hatinya kembali di penuhi dengan bayangan Salwa.


Kegaduhan di kediaman Randy jelas terdengar Arjuna. Sudah merasa cukup mengacaukan pikiran dan emosi Randy dia pun mengakhiri panggilan. Tak terbayangkan betapa marahnya Randy karena panggilan di putus secara sepihak.


Melempar ponsel ke samping, kepalanya mendongak menatap langit-langit ruang tengah itu"Masalah Salwa telah selesai. Emosi Randy sudah meledak. Dan sepertinya akan terjadi perang dunia di kediamannya. Oh ya Allah ampuni dosa-dosa ku malam ini. Salah dia sendiri mengusik kami yang hampir menikmati malam pertama."


"Hupffhh" usai memanjatkan doa, Arjuna membuang nafas kasar. Hasrat yang sempat bangkit dan tak terselesaikan, rasanya sangat menggangu. Dengan gontai dia pun kembali ke kamar, tubuh indah Salwa sangat menggiurkan, namun wajah tenangnya yang sedang tertidur membuat Arjuna nggak tega untuk membangunkannya. Nggak ada jalan lain, Arjuna mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Biarlah malam pertama ini di lewatkan saja, sebentar lagi waktu subuh akan tiba. Mandi dan bersiap diri untuk menunaikan ibadah rasanya lebih menyenangkan.


Salah satu keinginan Salwa adalah sholat di imami sang suami. Hal ini akhirnya terjadi setelah sekian lama memendam keinginan itu. Dengan khidmat dia menciup punggung tangan Arjuna di akhir sholat, dzikir dan doa mereka.


"Kamu sempat tidur nggak?" sembari menyisir rambut yang masih setengah basah. Hasrat itu tak tersampaikan namun dirinya harus tetap mandi sebelum menunaikan kewajiban dua rakaat.


Menggeleng"Enggak. Mungkin setelan dzuhur aku akan tidur hingga waktu ashar tiba."


"Tidurlah sekarang sebentar, sembari aku menyiapkan sarapan."


Bukannya tidur, Arjuna justru menarik lengan Salwa yang hendak membuka pintu kamar. Pagi yang dingin namun berada dalam pelukan hangat sang suami, hal ini nggak pernah di rasakan Salwa. Dengan erat Arjuna mendekap Salwa dari belakang.

__ADS_1


Ada keraguan saat ingin mengatakan keinginan hati. Arjuna bergumam dulu hingga akhirnya bicara"Mengenai video dan foto itu, aku sudah menyelesaikannya. Aku sampai enggak tidur lho mengerjakannya." Terdengar manja, wajah lelaki ini berada di atas bahu Salwa.


"Heeemmmmm" panjang sekali Arjuna bergumam kembali. Debar di dadanya seolah dapat Salwa rasanya, dan dadanya juga terasa berdebar.


"Kamu apakan video itu?."


"Aku musnahkan."


"Memang kamu bisa?!."


"Sebelum ini, aku sudah pernah menghapus foto kamu dari Instagram Randy. Juga semua foto kamu yang berpakaian terbuka di mesin pencarian otomatis."


Segera Salwa membalikan badan, hingga mereka saling berhadapan"Jadi kamu yang melakukan hal itu dulu?."


Mengangguk dengan senyuman. Matanya seperti bulan sabit dan Salwa menyukai senyuman ini.


"Terimakasih."


"Sudah seharusnya" seraya mengusap kening sang istri, merapikan anak rambut yang sedikit berantakan. Pundak Salwa spontan terangkat merasakan jemari Arjuna menyelipkan rambut ke daun telinga. Ada desiran aneh yang menjalar di dalam hati.


Bermula dari menyelipkan rambut, telapak tangan itu berhenti di pipi sang istri. Perlahan menyusup ke tengkuk dan wajah mereka semakin mendekat. Terjadi ciuman selamat pagi yang perlahan menjadi panas. Sangat mendominasi, terlihat jelas Salwa adalah pemain pro dalam hal bercinta.


Sejatinya hal yang seharusnya terjadi di malam hari akhirnya terjadi pagi ini. Melihat tirai depan kediaman Arjuna yang belum di singkap, Syailendra menyenggol lengan Fateena saat mereka sedang jalan pagi.


"Sayang, gimana kalau kita mampir ke sini. Bantuin Arjuna dan Salwa bukain tirai jendela mereka."


"Heiishh!! Mas kayak nggak mengerti saja. Bilang saja mau gangguin pengantin baru."


Syailendra yang sedang berjalan sedikit di depan Fateena berbalik dan tertawa, lelaki ini berjalan mundur. Sungguh tawa meledek Syailendra terlihat lucu bagi Fateena, dia pun ikut mentertawakan sang pengantin baru.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo

__ADS_1


__ADS_2