
Habis manis sepah di buang. Judul artikel terbaru tentang rumah tangga Salwa. Alih-alih Pram, kini para pengejar berita hampir setiap hari memberitakan kehidupan Salwa, Randy, dan Mia. Di ketahui, Mia kini semakin berkuasa di kantor. Wanita seksi itulah yang kini menemani Randy kemana saja. Tanpa rasa malu Randy memperkenalkan Mia sebagai istrinya, padahal mereka belum ijab Kabul. Saat keberadaan Salwa di pertanyakan, dengan mudahnya Randy berkata"Wanita gendut itu telah di gantikan dengan Mia" seraya menarap mesra Mia"Dialah wanita yang sebenarnya ku cari-cari selama ini."
Sudut bibir Mia terangkat naik, merasa bangga usai di terbangkan ke langit nan tinggi. Sekarang giliran mu Mia, entah esok atau lusa bisa saja kamu juga akan di hempaskan ke bumi kalau sudah nggak lagi menarik seperti Salwa.
Sangat di sayangkan, kecantikan paras Mia menarik dukungan para netizen. Mereka yang semula mengasihani Salwa, kini mendukung hubungan Mia dan Randy. Bahkan nggak sedikit yang menyarankan mereka untuk segera melangkah ke jenjang pernikahan.
"Ya, sebentar lagi kami akan menikah" di depan awak media, Randy mengumumkan rencana pernikahan mereka.
Pernyataan resmi Randy di rekam jelas kamera para pemburu berita, hingga dengan cepat berita tersebut tersebar di laman gosip. Bahkan, foto Randy terpampang nyata pada sampul majalah bisnis, namun sarat akan berita asmaranya saja.
Salwa yang dahulu di elu-elukan kini di tinggalkan. Wanita ini terjun ke dalam jurang duka, sendirian.
"Sudahlah Salwa, bukankah memang ini yang kamu mau?" seraya mengemasi pakaian, Salwa berniat kembali ke desanya. Wanita ini kerap bicara sendiri, sekedar untuk menghibur diri sendiri. Mungkin kalau orang lain yang melihatnya Salwa akan di sangka gila karena bicara sendiri.
"Mas, terimakasih atas segala kebaikan kamu selama ini. Aku akan pulang ke desa."
Randy hanya diam di ujung telepon, sejujurnya hatinya nggak sepenuhnya merelakan kepergian Salwa. Tapi, untuk apa mempertahankan Salwa yang sudah nggak bisa lagi memberikan apa yang dia mau? hal itu hanya akan membuang waktu saja.
"Mas..." panggil Salwa pelan.
"Aku sudah mengirimkan sejumlah uang ke rekening mu." Sahut Randy akhirnya.
"Ya, aku sudah menerimanya. Terimakasih, setidaknya kamu sudah menyelamatkan orang tuaku dari jerat hutang. Apa perlu ku ganti uang yang sudah kamu berikan kepada mereka?."
"Nggak perlu. Anggap saja itu uang bayaran atas kerja keras kamu saat mendampingi ku." Salwa mengerti, uang itu seperti upahnya.
__ADS_1
"Oh, jadi sekarang kita benar-benar nggak ada urusan lagi?."
"Iya Salwa. Aku nggak akan menahanmu. Dan maaf, aku nggak bisa mengantarkan kamu kembali kepada orang tuamu. Aku masih banyak pekerjaan." Hei!! bahkan untuk mengantarnya pulang Randy nggak bisa, di saat terakhir sekalipun!!.
Dinding hati itu kembali retak, dirinya benar-benar nggak berharga lagi. Akh sudahlah, setelah ini dia akan bebas, semoga kehidupan di masa mendatang lebih baik lagi"Nggak apa-apa Mas. Aku nggak lupa jalan pulang kok."
Ada rasa ngilu di hati, mendengar Salwa berkata seperti itu. Dan inilah percakapan terakhir mereka.
...****************...
Berbicara dari hati ke hati, namun ini bukan Yasmine dan Syailendra. Sesaat sebelum pulang ke kediamannya, Abi Khair dan Ayah Agam bertemu orang tua angkat Yasmine di panti asuhan.
"Kalau Nak Yasmine berkenan, Syailendra masih mau meminangnya" ujar Abi Khair. Hal ini spontan Abi Khair lakukan tanpa bicara dulu dengan sang putra. Setelah berdiskusi sebentar dengan Agam, mereka memutuskan menyampaikan kembali niat sang putra. Bagaimana tidak, hanya Yasmine yang selalu Syailendra bicarakan, hanya Yasmine yang dia tunggu. Bocah itu bahkan sudah berani mengikuti langkah Arjuna, mendoakan Yasmine untuk berpaling kepadanya. Ckckckkc, langkah ini nggak patut untuk di tiru!!.
"Langit di sepertiga malam menjadi saksi, bagaimana doa-doa mereka saling beradu hingga akhirnya doa Syailendra yang berhasil masuk ke langit ke tujuh" Agam terkekeh sebelum mereka berdua menjumpai kedua orang tua angkat Yasmine.
Kembali pada pertemuan para orang tua, kedua orang tua angkat Yasmine merasa terharu. Setelah mendapat penolakan, pemuda itu masih setia menunggu sang putri. Datang dari keluarga terpandang, memiliki bisnis yang mapan, dan pasti mencintai putrinya, mereka nggak berniat menolak lamaran itu lagi. Namun....
"Kami akan membicarakan hal ini bersama Yasmine dahulu."
"Ya, tentu itu sebuah keharusan. Sebab yang akan menjalani pernikahan itu adalah Yasmine. Kalau kami sih, sudah sangat yakin bahkan putra kami begitu menginginkan putri kalian" ucap Khair sedikit bercanda.
Terdengar tawa dari ruang tamu panti asuhan, roman kebahagiaan tersirat dari ruangan itu. "Semoga saja ini awal dari segala kebaikan" lirih Ibu kepala panti.
...****************...
__ADS_1
Srak!!! sebuah majalah bisnis teronggok di atas lantai, usai di buang begitu saja oleh Arjuna. Pemuda ini meraih sang gawai di atas meja kerja, kemudian menghubungi seseorang.
"Kakek, pekerja di kantor berita milik Kakek nggak bagus dalam bekerja. Bukankah orang-orang yang masuk ke dalam majalah itu pengusaha dengan segudang prestasi, kenapa sampul bulan ini hanya berisi manusia dengan segudang kontroversi?."
Kakek Salman, Adik dari sang Nenek Arabella kini menjadi sasaran kekesalan Arjuna. Sang Kakek adalah pemilik perusahaan penerbit Will, itulah perusahaan yang menaungi sang Ibunda. Beberapa tahun yang lalu Kakek Salman mengakusisi sebuah perusahaan majalah bisnis yang kini cukup terkenal di negara ini.
"Hemmm, beritanya terlalu menarik. Sayang untuk di lewatkan cucuku sayang" seloronya.
"Kakek, jangan bercanda. Randy memang pengusaha sukses, namun belakangan bukan prestasi di bidang bisnis yang dia raih, tapi gosip rumah tangga. Seharusnya kabar ini nggak merambah ke majalah bisnis."
Salman mengambil duduk, saat Arjuna menelepon dia sedang meminta kopi kepada salah satu Ob, dan kini kopi tersebut sudah tersedia di atas meja rooftop"Arjuna, kamu terdengar nggak suka dengan Randy. Apa kalian ada masalah?."
"Hanya sedikit terusik Kakek. Dia berniat menyogok Bae untuk membocorkan rahasia perangkat lunak yang sedang ku kembangkan. Ternyata, dia diam-diam menyelidiki perusahaan game milik Ar dan Bae. Mengetahui ada pemilik lain di balik Bae, dia berniat meracuni pikiran Bae."
Randy semakin penasaran dengan sosok misterius pemilik perusahaan game tersebut. Pasalnya, populasi perusahaan game milik Bae dan Arjuna kini melampaui perusahaan yang telah lama di rintisnya. Menurut pemikiran Randy, akan sangat bagus kalau dua perusahaan itu bergabung, minimal menjalin kerjasama. Namun sayang, sampai detik ini nggak pernah ada perjanjian bisnis yang terjadi. Lelah membujuk Bae, ternyata ada sosok lain yang lebih berkuasa di balik pemuda blesteran Korea tersebut.
"Pasti dia yang selalu menolak ku" gumam Randy, saat memikirkan dengan cara apa lagi untuk membangun kerja sama dengan mereka. Tawanan kerja sama bernilai miliaran pun mereka tolak, sehebat apa sosok di balik Bae sampai menolak keuntungan yang menggiurkan itu.
"Terus cari tau siapa rekan Bae Charlotte."
"Siapa pak" ujar orang suruhan Randy.
To be continued...
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
__ADS_1
Salam anak Borneo.