
Rahmat
@ Dek Arif badan Mas sakit semua. Sendi - sendi rasanya linu. Minta tolong kasih resep obat donk dan sekalian belikan ya.. Kalau gak bisa antar pakai ojek juga bisa
Anggi
Penciuman dan perasa gimana Mat?
Rahmat
Sudah hilang Kak, sangat berat untuk makan.
Arif
Harus makan Mas terlebih Mbak Lili sedang hamil. Bayi dalam kandungannya juga butuh gizi. Penciuman juga harus terus dilatih. Cium aroma minyak kayu putih atau freshcar*
Lili
Iya Rif, Mbak sih tetap kuat makannya. Mas Rahmat nih yang mual - mual. Penciuman juga sering dilatih.
Tia
Tia juga waktu kena covid kumat asam lambungnya Mas. Karena vitamin C nya kan dosis tinggi.
Rahmat
Bolehlah dek minta obat asam lambung juga
Arif
Iya nanti diantar ya.. Pernafasan bagaimana?
Rahmat
Gak bisa terlalu capek rasanya nafas sangat pendek.
Arif
Siturasi oksigen bagaimana?
Rahmat
Masih normal
Arif
Pertahankan, InsyaAllah semua bisa dilalui. Kalau ada apa - apa kapanpun hubungi kami
Anggi
Nanti Mas Fadil antar cake marmer yang kamu pinta ya
Rahmat
Alhamdulillah semoga bisa membantu dan diterima mulut dengan baik. Luar biasa covid ini menghantam kepercayaan diri. Jadi suka galau dan melow. Nonton film sedih aja bisa ikutan nangis
Arif
Itu mungkin karena pengaruh Mbak Lili hamil kali Mas rada baper
Lili
Iya Rif, bisa jadi. Mbak biasa aja kok
Rahmat
Benar lho yank..
Anggi
Lho kalian beda kamar tidurnya?
Rahmat
Iya Kak, Lili tidur sama Elda. Aku rada lebih berat dari Lili gejalanya. Badanku sakit semua.
Ya Allah tolong lah adik - adikku. Doaku dalam hati.
Arif
Nanti aku kasih resep obatnya ya Mas
Rahmat
Oke dek, Mas tunggu.
Anggi
Elda gimana keadaannya?
Lili
Alhamdulillah dia baik - baik saja.
__ADS_1
Mas Fadil
Syukurlah.. Elda anak yang kuat ya
Rahmat
Alhamdulillah
Aku langsung masak cake marmer permintaan Rahmat. Dia emang paling doyan makan cake itu. Dari kecil itu memang makanan favoritnya.
Setelah masak aku suruh Mas Fadil mengantarkan nya ke rumah Rahmat.
"Yah tolong antarkan cake nya ya ke rumah Rahmat. Sekalian ini ada jus guava untuk vitamin C alami" ucapku pada Mas Fadil.
"Baik Bun" sambut Mas Fadil dan langsung bergegas untuk pergi ke rumah Rahmat.
Kini hari semakin sore dan menjelang senja. Seperti biasa aku duduk di teras depan rumah sambil menikmati cake marmer yang tadi aku buat.
Ya Allah lindungilah adik - adikku. Hanya keluarga yang aku punya dan penguat hidupku. Doaku dalam hati.
Beberapa hari kemudian.
"Gimana keadaan kalian?" tanyaku pada Rahmat.
"Alhamdulillah sudah lebih baik Kak. Lili penciuman dan perasanya sudah kembali" jawab Rahmat.
"Kamu bagaimana?" tanyaku lagi.
"Aku belum tapi badan sudah semakin lebih baik" jawab Rahmat.
"Kapan kalian swab lagi?" ujarku.
"Tiga hari lagi Kak jadwalnya. Tapi secara keseluruhan kami semua sudah lebih baik. Satu minggu awal yang rasanya lebih berat. Bibirku sariawan semua, sudah gak selera makan, perasa hilang ditambah sariawan. Makanya asam lambung ku kumat" ungkap Rahmat.
"Mbak gak bisa membayangkan kalau seandainya Mbak yang terkena penyakit itu. Mungkin bukan mati karena covid tapi karena panik akhirnya sesak nafas juga" ucapku khawatir.
"Mudah - mudahan jangan ada yang kena lagi ya" balas Rahmat.
"Aamiin" sahutku.
Tiga hari berikutnya.
Rahmat
Alhamdulillah kami semua sudah negatif.
Mama
Alhamdulillah sehat - sehat semua ya anak dan cucuku
Anggi
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Tia
Alhamdulillah
Papa memang gak pernah memakai aplikasi ini. Dia hanya memakai ponsel jadul dan hanya bisa meneleponnya. Untuk ponsel modern dia pusing terlalu banyak fiturnya.
Arif
Bagaimana keadaan semuanya? Apakah semua sudah kembali pulih?
Lili
Alhamdulillah baik Rif dan penciuman serta perasa kami sudah kembali
Rahmat
Hari ini kami semua makan nasi bungkus dari rumah makan padang. Kangen banget rasanya pengen makan rendang.
Anggi
Kok gak bilang kakak biar dimasakin.
Lili
Gak apa - apa kak, gak perlu repot - repot. Cari yang praktis saja tinggal pesan pakai aplikasi.
Anggi
Iya, yang penting semuanya sehat ya..
Aku sangat lega membaca pesan dari adik - adikku. Rasanya hati ini plong, hilang semua ke khawatiran. Pasti Papa dan Mama di kampung lebih senang karena anak - anak mereka sudah sembuh.
Arif
Walau begitu tetap jaga jarak. Pandemi belum berakhir.
Mama
__ADS_1
Iya Nak, kami di sini juga tetap sama kok.
Rahmat
Iya Ma, gak enak banget kena penyakit itu. Kalian sudah tua jangan sampai mengalaminya.
Mama
Iya, salam dari Papa. Dia lega sekali mendengar berita ini.
Anggi
Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah.
Rahmat
Aamiin.
Kini keluarga kami kembali seperti dulu, perlahan - lahan mulai bertemu tapi tetap jaga jarak masing-masing karena tidak ingin saling menularkan.
Kalau ada yang sedang dalam keadaan tidak fit langsung berkabar, minum vitamin dan kalau semakin parah langsung swab.
Pengalaman ini membuat aku dan Mas Fadil semakin berhati - hati karena rasanya berat sekali menjalani hari - hari seperti mereka.
Mereka lebih beruntung perusahaan tempat mereka bekerja memberikan subsidi makanan - makanan sehat. Teman - teman mereka juga banyak yang kasih perhatian.
Biaya perobatan semua ditanggung perusahaan bahkan untuk swab saja perusahaan merek rutin melakukannya setiap dia minggu sekali.
Bagaimana dengan kami? Siapa yang menanggung semuanya kalau sampai kami terkena penyakit itu. Mungkin Allah tau siapa yang sanggup atau tidak menerima cobaan seperti itu.
Hari - hariku di rumah kembali seperti biasa. Kalau sendirian di rumah, Mas Fadil kerja aku hanya membaca novel.
Tiba - tiba tanpa sengaja aku membuka bagian untuk menulis cerita. Muncul ide dalam kepalaku untuk mencoba.
Mengapa tidak, dokter menyarankan aku untuk melakukan aktivitas yang aku suka dengan perasaan senang tanpa ada beban dan paksaan.
Aku teringat keluarga Tante Lizar dan aku ingat anaknya Ayu. Aku menemuku inspirasi untuk membuat cerita.
Novelku berisi kisah Ayu dan harapan - harapan ku untuk Ayu. Dalam novel itu aku menceritakan bagaimana kesabaran Ayu mengurus Mamanya yang sedang sakit.
Hingga akhirnya Mamanya sembuh dan Ayu bisa bekerja kembali. Kemudian Ayu menemukan jodohnya dan menikah.
Iseng - iseng novel aku ini aku kirim ke group keluarga.
Lili
Wah hebat Kak bisa buat novel begini.
Tia
Kisah apa Kak?
Anggi
Cerita roman, tolong bantu dibaca ya dan koreksi. Jangan lupa kasih like, vote. Biar novel kakak ada yang baca
Rahmat
Kak bisa kirimkan linknya?
Arif
Wah Kakak hebat, semangat Kakaaaak
Anggi
Terimakasih adik - adik. Ini linknya Rahmat http.. xxxxx
Rahmat
Tunggu sebentar ya Kak.
Tak lama kemudian tiba - tiba aku lihat novelku sudah mulai bertambah pembacanya.
Rahmat
Gimana Kak sudah bertambah belum pembacanya?
Anggi
Sudah. Bagaimana bisa?
Rahmat
Aku kirim linknya ke seluruh group yang ada di ponselku. Aku bilang kalau Kakak ku sedang ikut lomba membuat novel, mohon bantuannya untuk mampir, jangan lupa like, vote dan kasih komentar.
Anggi
MasyaAllah.. Terimakasih Rahmat.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG