
"Wa'alaikumsalam Yah, sudah. Rumahnya sudah habis semua" jawabku sambil menangis.
"Lho kok nangis Bun? Udah jangan sedih mungkin kita memang tidak berjodoh dengan rumahnya. Percayalah pasti nanti ada rumah yang cocok. Emangnya tadi apa jawaban mereka?" tanya suamiku.
"Rumahnya penuh tapi kalau ada yang batal pengajuan KPRnya baru kita bisa daftar" jawabku.
"Ya sudah berdoa saja. Kalau jodoh gak akan kemana" ujar suamiku memberi semangat.
"Iya Yah tapi itu artinya kita tidak bisa lagi memilih rumah yang kita inginkan" ungkapku sedih.
"Kan dari awal kita sudah suka rumahnya Bun. Jadi dapat yang mana aja gak masalah kan? Yang penting cocok dan dananya juga cukup" ujar suamiku.
Aku terdiam sesaat.
"Yang penting kita sudah usaha untuk mendapatkan rumah. Kita sudah mencari rumah yang sesuai, gitu ketemu kita langsung tanya sama pihak developernya. Tinggal berdoa ya, semoga kita berjodoh dengan rumah itu" hibur suamiku.
"Iya Yah... " sambutku.
"Ya sudah jangan nangis lagi. Malu kan kalau teman - teman kantor Bunda lihat" sambung suamiku.
"Iya Yah, sudah ya.. Assalamu'alaikum" ucapku.
"Wa'alaikumsalam" balas suamiku.
Aku terdiam menatap layar ponselku. Tiba - tiba ponselku berdering dan tertera nomor Mamaku.
"Assalamu'alaikum Gi" ucap Mama.
"Wa'alaikumsalam Ma" jawabku.
"Gimana sudah jadi telepon pihak developernya?" tanya Mamaku tak sabar.
"Sudah Ma tapi katanya sudah penuh" jawabku sedih.
"Ya Allah sayang banget ya.. padahal dari cerita kamu tadi Mama sudah bayangin pasti rumahnya bagus" sambut Mamaku.
Aku kembali menangis.
"Kenapa ya Ma nasibku begini. Setiap menginginkan sesuatu harus berjuang dulu dan kerja keras untuk mendapatkannya. Tidak ada yang mudah seperti Rahmat dan Arif" ungkapku.
__ADS_1
"Rezeki tiap anak beda - beda Gi. Walaupun kalian lahir dari perut Mama. Jangan pernah berpikir Allah tidak adil. Tapi berpikirlah pasti Allah punya rencana yang lebih indah lagi. Jalani saja nanti pasti akan kamu temukan hikmahnya" nasehat Mama.
Rasanya hatiku menghangat mendengar nasehat Mama.
"Iya Ma" jawabku singkat.
"Kata pihak developernya kalau ada yang gagal pengajuan KPR baru kami bisa gantikan. Tapi itu artinya gak bisa pilih rumah yang aku suka Ma" ungkapku.
"Gak apa - apa Gi, yang penting punya rumah aja dulu. Dari pada ngontrak sayang uangnya terbuang setiap tahunnya" sambung Mamaku.
"Iya Ma" balasku.
"Ya sudah, Mama do'ain semoga ada kabar gembira ya" ucap Mama.
"Iya Ma, terimakasih ya Ma. Do'ain anakmu ini" pintaku.
"Selalu Nak, semua anak - anak Mama selalu Mama sebut di dalam doa setelah selesai shalat. Tidak ada Mama beda - bedakan. Sudah ya, kamu mau kerja kan?" tanya Mama.
"Iya Ma. Ya sudah ya Ma. Assalamu'alaikum" ucapku.
"Wa'alaikumsalam" jawab Mama.
Sekitar jam sepuluh ponselku berdering. Hatiku bergetar ketika melihat layar ponselku. Aku melihat nama marketing perumahan. Aku langsung mengangkatnya.
"Halo" ucapku.
"Ibu yang tadi pagi telepon menanyakan perumahan kan?" tanya pria di seberang sana.
"Iya Mas, gimana ada kabar gembira Mas?" tanyaku tak sabar.
"Kami baru dapat telepon Bu dari pihak Bank kalau ada satu rumah yang di tolak karena tidak memenuhi persyaratan" lapor pria itu.
"Oh ya, boleh saya tau blok berapa?" tanyaku penasaran.
"Rumah tunggal di Blok B -09 Bu" jawab pria itu
Seeer... jantungku berdesir, bulu kudukku seketika berdiri. Aku langsung teringat rumah yang aku lihat kemarin. Aku tidak tau nomor rumah itu tapi saat aku berdiri di terasnya aku melihat rumah yang berada tepat di depannya. Aku melihat ada tulisan B - 08 di jendela kaca.
Itu artinya rumah yang aku inginkan itu nomor B - 09. Karena hanya ada dua rumah tunggal di sekitar itu.
__ADS_1
Ya Allah berarti rumah yang memang aku mau. Alhamdulillah ya Allah... ternyata inilah rencana indahMU. Benar kata Mama ada niat Allah dibalik ini semua. Batinku.
"Ba.. baik Mas. Kapan kami bisa datang ke kantor?" tanyaku sigap.
"Siang ini Ibu boleh datang ke kantor. Nanti kami akan berikan informasi syarat - syarat untuk mengambil perumahan ini" jawab pria itu.
"Baik Mas, jam istirahat kantor saya dan suami akan langsung ke kantor Mas. Terimakasih atas informasinya ya Mas" ucapku senang.
"Sama - sama Bu" balas pria itu.
Begitu telepon terputus aku langsung sujud syukur.
Terimakasih ya Allah... terimakasih.. ucapku dalam hati.
Aku langsung menghubungi suamiku dan mengabarkannya kabar gembira yang baru aku terima. Karena suamiku bekerja di lapangan jadi siang ini kami bisa langsung datang ke kantor marketingnya.
Setelah menghubungi suamiku aku langsung hubungi Mama. Mama juga sangat senang mendengar kabar gembira ini. Dan mendoakan semoga semuanya lancar.
Istirahat siang aku langsung permisi sama atasanku dan pergi ke kantor developer untuk meminta syarat - syarat pengajuan pengambilan perumahan subsidi.
Alhamdulillah pihak marketingnya ramah dan mau membantu kami. Mereka juga mengajari kami trik - trik dan langkah - langkah yang benar agar pengajuan kami nanti di terima.
Karena rumah subsidi mempunyai banyak persyaratan akhirnya aku dan suami memutuskan rumah kami atas nama suami. Mengingat gajiku lebih besar dari gaji suami dan melebihi persyaratan perumahan subsidi.
Keesokan harinya suami langsung mengurus semua persyaratan untuk pengajuan KPR. Tapi karena syaratnya banyak tidak bisa selesai satu hari.
Seminggu kemudian kami dipertemukan dengan orang pertama yang mengajukan KPR rumah yang kami inginkan. Ternyata DP mereka sudah masuk dan mereka tidak mau terkena potongan.
Pihak developer bersedia membantu dan meminta kami untuk mengganti DP orang pertama. Karena ada kelebihan tanah yang sementara dihitung sehingga DP yang harus kami bayar sekitar 11 juta.
Aku dan suami langsung berjanji akan membayar DP tersebut jika semua surat - surat kami sudah selesai. Dan akhirnya kata mufakat didapatkan.
Seminggu kemudian kami membayar DP perumahan dan proses pengajuan KPR berlanjut. Aku tak henti - hentinya bersyukur dan berdoa.
Semoga semuanya lancar dan berjalan dengan cepat. Mengingat kontrakan rumah dua bulan lagi harus dibayar satu tahun. Rasanya sayang banget kalau harus buang - buang uang lagi untuk bayar rumah kontrakan.
Tapi sampai dua bulan kami belum juga mendapat kabar dari pihak developer. Sementara rumah kontrakan harus dibayar.
"Kak kami akan pindah ke rumah yang baru. Rumah kontrakan kami masih ada sekitar delapan bulan lagi. Kalian saja yang lanjutkan gak usah dibayar. Lumayan kan uangnya bisa disimpan. Mudah - mudahan dalam delapan bulan ini proses KPR kalian selesai dan kalian bisa pindah ke rumah baru" ucap Adikku lewat telepon.
__ADS_1
Alhamdulillah ya Allah.. didalam kesempitan KAU masih memberikan kesempatan dan keringanan. Padahal aku sudah stres memikirkan semuanya. Tiba - tiba saja bantuan Allah melalui adikku datang.