Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Melepas Rindu


__ADS_3

...*Disarankan dibaca habis buka. Bisa mengakibatkan efek samping membuat pikiran travelling kemana-mana πŸ€£πŸ€£πŸ™πŸ™πŸ™*...


Jayden terus menatap wajah cantik di hadapannya, namun terlihat masam sejak tadi. Pria itu beberapa kali mengulum senyumnya. Sedang gadis yang ada didepannya itu semakin cemberut saja wajahnya. Mereka sudah ada di kantor Jayden.


"Puas kamu?" tanya Tania keras.


Bukannya takut, Jayden malah semakin tersenyum lebar. Melihat gadis yang sangat dirindukannya itu semakin marah.


"Oh come on Baby. Aku hanya bercanda" kilah Jayden.


"Bercandamu nggak lucu tahu" sungut Tania.


Jayden semakin melebarkan tawanya. Mengingat bagaimana wajah Tania beberapa waktu lalu.


Flashback on


Rey mulai mengikuti arahan dari bos singanya itu.


"Memang bu Tania mau ngomong apa? Kayaknya penting banget" tanya Rey membuat Jayden mengacungkan jempolnya.


"Duh ini kalau bu Tania tahu aku mengerjainya, dia marah nggak ya" batin Rey takut.


"Aku..." Tania ragu mengatakannya.


"Katakan saja, nanti tak sampaikan ke pak bos" pancing Rey membuat Jayden tersenyum. Pandai akting juga asistennya itu.


"Aku mau mengatakan perasaanku yang sebenarnya padanya" ucap Tania.


Mendengar hal itu, jiwa kepo Jayden meronta-ronta. Sementara jantungnya mulai berdetak tidak karuan.


"Memang perasaan ibu ke pak bos bagaimana?"


"Aku cinta dia Rey, aku rindu padanya" ucap Tania lantang.


Membuat Jayden hampir saja melompat saking girangnya. Rey pun ikut tersenyum bersama dengan bos singanya yang sudah cengar cengir dari tadi. Saking senangnya mendengar kalimat sakral itu akhirnya terucap dari bibir Tania.


"Yang ibu katakan bener kan? Tidak bohong?" tanya Rey menegaskan.


"Aku tidak bohong Rey, aku beneran cinta sama dia" jawa Tania yakin sambil menyusut air mata yang terlanjur meluncur di pipinya.


"Lalu kalau pak bos ngajak nikah sekarang. Bu Tania mau?" tanya Rey yang membuat Jayden semakin memuji kemampuan sang asisten.


"Yess, alamat dapat bonus ini" batin Rey sumringah melihat wajah senang bos singanya.


"Tentu saja mau. Tapi kan dia lagi tidak ada di sini" ucap Tania sedih.


"Kata siapa? Aku tidak pergi kemana-mana" jawab satu suara dibelakang Tania.


Membuat Tania reflek menoleh. Wajah Tania langsung berubah cerah melihat Jayden berdiri di belakangnya. Gadis itu langsung menghambur ke pelukan Jayden. Sejenak memeluk erat tubuh pria yang benar-benar dia rindukan beberapa minggu ini.


Sedang Jayden pun tak kalah erat memeluk tubuh Tania. Menghujani pucuk kepala gadis itu dengan ciuman penuh kerinduan. Tak pelak adegan bak drama itu menarik perhatian pengunjung di sana. Apalagi melihat pemerannya yang seperti idol Korea sungguhan.


"Aku juga mencintamu, By. Sangat mencintaimu. Jadi kita bisa langsung menikah hari ini" tanya Jayden dengan seringai misterius di wajahnya.


Mendengar hal itu. Tania mendongak menatap wajah Jayden.


"Kakak mendengarnya" tanya Tania.


Jayden mengangguk sambil tersenyum. Sejenak Tania terdiam. Mencium ada sesuatu yang tidak beres disana.


"Kakak mengerjaiku ya?" todong Tania.


"Mana ada?" kilah Jayden.


"Kakak dengar semua yang aku ucapkan?" tanya Tania.

__ADS_1


Jayden mengangguk sambil mengulum senyumnya.


"Ooh ****!! Kalian mengerjaiku. Kalian membuatku malu!" teriak Tania. Melepaskan diri dari pelukan Jayden. Lantas berlari keluar dari bandara itu. Dengan wajah merah padam menahan malu. Karena hampir semua orang menatap dirinya sambil tersenyum.


Sementara di belakangnya, Jayden mengejarnya sambil terus tersenyum. Melihat wajah malu Tania.


Flashback off


"So...." Jayden berucap.


"What..." Tania cepat memotong.


"Kita akan menikah sekarang. Seperti ucapanmu" ucap Jayden sambil tersenyum.


"Siapa juga yang mau menikah denganmu" kesal Tania.


"Masih menyangkal?" ucap Jayden penuh makna. Perlahan meraih ponselnya. Detik berikutnya Tania melebarkan matanya. Mendengar suaranya sendiri dengan lantang mengiyakan ajakan menikah Jayden.


"Kamu...berikan itu padaku!" Tania bergerak maju. Merangsek ke arah Jayden yang langsung mengangkat tinggi-tinggi ponselnya. Menghindari jangkauan tangan Tania.


Melihat hal itu tanpa ragu Tania langsung mendorong tubuh Jayden. Hingga tubuh pria itu langsung jatuh diatas sofa dengan Tania langsung naik ke atas tubuh Jayden.


Hal itu jelas membuat Jayden membulatkan matanya. Bagaimana tidak. Dia sejak tadi menahan diri untuk tidak menerkam Tania gegara melihat bahu mulus Tania, karena gaun model sabrina yang gadis itu pakai mengekspose bahu mulus Tania.


Tapi sekarang, gadis itu malah dengan berani naik ke atas tubuhnya. Membuat dress selutut yang Tania pakai naik menampilkan paha mulusnya.


Ditambah gerakan liar Tania semakin memancing has***nya yang cukup lama tertidur.


"Oh shi***! Apa dia sengaja memancingku?" batin Jayden frustrasi.


"Dapat!" teriak Tania girang. Dengan santai gadis itu langsung duduk diatas perut sixpack Jayden. Asyik mengutak atik ponsel Jayden.


"Selesai!" kembali Tania bersorak. Setelah berhasil menghapus rekaman suaranya.


Tania mengangguk.


"Sudah puas?" tanya Jayden.


Tania kembali mengangguk. Namun tangannya masih asyik mengulik ponsel sang kekasih. Kapan lagi dia bisa mengutak atik ponsel seorang Jayden Lee.


"By..."


"Hemm..."


"Apa kamu pikir aku sebodoh itu tidak memback-up data yang begitu penting untukku?" tanya Jayden masih setia dengan posisi itu. Tidak bergeser sedikitpun.


"Maksud Kakak?" Tania menjawab, masih tidak paham.


"Kamu tahu aku sudah menyimpannya di akun cloud-ku. Dan akun cloud-ku disecure oleh Lee Joon. Dengan kata lain selain "The Guardian From The West" tidak akan ada yang bisa menembus firewall yang kakakku buat" jelas Jayden Lee.


"Maksudnya?" Tania "lalo" saja.


"Maksudnya...


Jayden mulai bangun dari posisi tidurnya, membuat posisi Tania sekarang berada di pangkuan pria itu. Saat itulah Tania baru sadar. Kalau posisinya benar-benar tidak menguntungkan.


"Rekaman itu tidak akan bisa di hapus" bisik Jayden di telinga Tania.


Membuat Tania membulatkan matanya.


"Hai itu curang namanya. Hapus sekarang juga aku bilang" ucap Tania sedikit menjauhkan tubuhnya dari Jayden.


"Tidak mau" jawab Jayden singkat.


Detik berikutnya Tania ingin melompat turun dari pangkuan Jayden. Tapi pria itu menahan pinggang Tania.

__ADS_1


"Eits, mau kemana kau. Kau harus tanggungjawab"


"Tanggungjawab apa?" Tania bingung.


"Kau naik ke tubuhku. Kau pamerkan belahan dadamu. Kau tunjukkan juga paha mulusmu. Membuat dia terbangun" bisik Jayden lagi.


Membuat Tania sontak kembali memundurkan tubuhnya. Menatap ke arah bawah. Dimana benar pahanya terekspose ke mana-mana. Juga dia ingat bajunya, yang kalau dipakai menunduk bisa saja menunjukkan belahan dadanya. Yang memang dengan baju model sabrina. Hanya bisa memakai bra strapless.


"Aaaa" Tania langsung menjerit. Kala mengingat hal itu.


Namun jeritan itu hilang kala Jayden menutup bibir Tania menΔ£gunakan bibirnya sendiri. Melum**nya penuh kerinduan. Demi apapun Tania benar-benar terkejut. Namun tak bisa dipungkiri, jika Tania begitu merindukan ciuman Jayden.


Sejurus kemudian kedua insan itu sudah terhanyut dalam gelombang kerinduan. Yang mendera keduanya. Membuat mereka tidak segan lagi saling membalas ciuman dari lawannya. Saling bertukar saliva kala keduanya memulai French kiss mereka.


Seolah sudah tidak peduli dengan dimana mereka kini berada. Mereka saling memejamkan mata, menikmati kelembutan bibir masing-masing. Juga manisnya rasa cinta bercampur rindu yang menggebu. Membuat api gai*** terpercik seketika.


Tangan Jayden tak lagi menahan tengkuk Tania. Namun mulai merayap ke bahu mulus Tania. Menurunkan baju Tania hingga menampilkan sebagian dada mulus Tania.


"Baby, aku ..." Jayden tidak bisa melanjutkan ucapannya. Karena bibirnya kembali disambar oleh bibir Tania yang kali ini malah lebih agresif menyerang. Sesekali tangan Tania menelusup diantara riap rambut hitam Jayden. Membuat tubuh Jayden memanas.


"Jangan salahkan aku jika kali ini aku tidak bisa menahan diriku. Kamu yang memancingku" batin Jayden.


Sedang diluar ruangan Jayden. Rey dan Maura, tengah menikmati satu kardus oleh-oleh yang Tania bawa. Mereka disuruh mengambilnya di mobil Tania.


"Kalau mereka bertengkar bagaimana?" tanya Maura cemas.


"Biarkan saja" jawab Rey santai sambil memasukkan satu buah bakpia ke dalam mulutnya. Diikuti oleh Maura yang memakan wingko.


Staf yang lain hilir mudik ikut mengambil cemilan yang memang terhidang diatas meja.


"Kalau mereka bertengkar serius" tanya Maura lagi.


"Ya paling-paling, kita bakal punya anak yang sebaya" kembali Rey menjawab enteng.


Plak,


Satu keplakan mendarat di lengan sang suami.


"Aduh,sakit sayang. Kamu lihat nak, mamamu nakal pada papa" adu Rey pada calon anak mereka.


"Hhu mengadulah tu" cebik Maura.


Membuat Rey terbahak. Masih terus memakan cemilan yang banyak diatas meja.


"Mereka sedang melepas rindu. Kayak nggak pernah rindu saja" balas Rey enteng.


Membuat pikiran Maura melayang kemana-mana.


***


Bonus pict babang Jay yang lagi panas-panas sama neng Tania..



Kredit Instagram @ eunwoo_holics


Yang ini neng Tania,



Kredit Instagram @ eleanorleeex


Baca habis buka ya 😁😁😁


****

__ADS_1


__ADS_2