Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Ingin Melupakanmu


__ADS_3

Tania menatap pemandangan kota Surabaya dari jendela ruangannya. Dia sama sekali tidak bisa fokus bekerja. Kepalanya dipenuhi soal kejadian pagi menjelang siang tadi.



Kredit google.com


Apa yang sebenarnya terjadi. Masak dia dan Jayden semalam bercin..ta lagi. Ha...tidak mungkin kan. Dia menggerakkan kakinya. Tidak sakit. Dia ingat betul. Dulu dia hampir tidak bisa berjalan ketika Jayden membobol miliknya untuk pertama kalinya.


Jangankan berjalan. Bergerak sedikit saja, rasanya perih dan sakit. Dia sendiri tidak ingat berapa kali pria itu menyatukan diri dengannya. Dia mabuk berat kala itu.


Tadi kejadian tadi? Melihat Jayden hanya memakai handuk dipinggangnya. Membuatnya seolah baru saja melakukan sesuatu. Apalagi ketika dia tanya apa yang sudah terjadi. Pria itu menjawab ambigu apa kamu tidak ingat kejadian semalam.


Tania menjambak rambutnya frustrasi. Eh tunggu dulu..tunggu dulu. Ketika bangun tadi, dia ingat dengan jelas kalau dia masih berpakaian lengkap. Pakaian dalamnya juga masih lengkap. Tidak, pasti tidak terjadi apa-apa. Tania meyakinkan dirinya.


***


"Halo Bryan, what's up Bro? Long time no see" tanya Tony teman hangout Bryan.


"Yeah" jawab Bryan malas.


"Something happen?"


Bryan hanya menatap malas pada Tony. Temannya itu salah satu model diagensinya. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama di klub malam langganan mereka.


"Well, gue punya kabar soal mantanmu. You know, Monica, my girlfriend kerja di LJ Fashion Magazine. Dia dengar rumor kalau bosnya sedang ada hubungan dengan seorang wanita. Dan gosipnya wanita itu adalah mantanmu" info Tony.


Bryan sedikit terkejut dengan hal itu. Siapa sih yang tidak kenal dengan majalah fashion yang lagi hype saat ini. Yang reader nyata dan online-nya bejibun saking banyaknya. Ya, Jayden merilis majalahnya dalam dua versi. Versi cetak dan online.


Banyak model dan agensi yang berlomba untuk bisa bergabung dengan majalah itu. Karena majalah fashion Jayden dikenal sangat profesional dan sering mengadakan photoshoot dengan fotografer ternama dari berbagai negara. Sehingga jika mereka bisa bergabung dengan majalah fashion Jayden, bisa dipastikan jika karier para model itu akan langsung melejit layaknya roket. Dan boom!!


"Lo serius?"


Tony mengangguk.


"Monica pernah beberapa kali melihat mantanmu ketemu bosnya. Tapi gosip paling baru mereka baru saja liburan bersama. What the fact Bryan? Lo kalah telak. Sudah elu gagal bawa dia ke kasur elu. Dan pacarnya sekarang, beuuuhhh bikin para cewek auto ngiler jika melihatnya"


Bryan panas dibuatnya.


"Berarti cewek lo juga ngiler dong kalau lihat bosnya"


"Nope. Bosnya dingin banget kayak es batu. Selama Monica kerja di sana. Gosipnya, belum pernah ada yang berhasil bawa bosnya naik ke ranjang siapapun. Jangankan naik ranjang. Lihat jalan berdua sama cewek juga belum pernah. Lagipula cuma gue yang bisa bikin Monica klepek-klepek dan ketagihan sama permainan gue di ranjang" sombong Tony.


Bryan mencebik kesal mendengar ucapan Tony.


"Baru gosip belum tentu benar"


"Terserah elu mau percaya atau tidak. Tapi Monica pernah melihat mereka jalan berdua di mall beberapa minggu yang lalu"


"Oh sh**" umpat Bryan.


****


Vera baru saja selesai meeting dengan seorang kliennya di salah satu restoran di Pakuwon Mall. Masih merapikan berkas-berkasnya. Lantas memandang keluar dari jendela ruang VVIP restoran tempatnya bertemu klien.


__ADS_1



Kredit google.com


Vera menarik nafasnya panjang. Baru saja akan berbalik ketika tiba-tiba seseorang menarik tubuhnya. Langsung menghimpitnya ke tembok restoran.


"Bryan?!! Kamu apa-apaan sih?" ucap Vera setengah berteriak.


Namun Bryan tidak menjawab. Matanya menatap tajam pada Vera.


"Lepaskan Bry" ucap Vera karena lagi-lagi Bryan memenjarakan dirinya dalam kurungan dua lengan kekarnya.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau Tania punya hubungan dengan bos LJ Fashion Magazine?" tanya Bryan.


Membuat Vera membulatkan matanya.


"Kamu cemburu?" tanya Vera tidak percaya.


Setelah beberapa waktu lalu, pria itu menciumnya dan mengatakan menginginkan dirinya. Bisa-bisanya dia masih cemburu soal Tania.


"Aku bertanya. Jadi jawab saja"


Vera menatap wajah Bryan. Pria itu sedang marah.


"Iya, mereka sedang dekat. Kamu mau apa?" pancing Vera.


Wajah Bryan bertambah merah menahan amarah.


"Brengsek!" umpat Bryan tepat didepan wajah Vera. Membuat Vera langsung memejamkan matanya.


"Kalian sudah putus. Jadi semuanya yang Tania lakukan tidak ada hubungannya lagi denganmu" ucap Vera semakin menambah emosi Bryan.


Hingga satu tangan tiba-tiba menarik tubuh Bryan. Dan "buuuggghhhh" sebuah pukulan menghantan rahang kokoh milik Bryan. Membuat Bryan langsung tersungkur di lantai. Sedang Vera langsung terduduk lemas dengan jantung berdebar begitu kencang.


"Apa yang kau lakukan, Brengsek!" teriak Sean.


Ya, Sean datang untuk mengembalikan mobil Vera. Lalu menyusul Vera ke restoran itu setelah mendapat info dari Nita. Tapi apa yang dia lihat begitu dia masuk ke ruang VVIP itu, langsung membuat emosinya meledak. Bagaimana tidak, dia melihat Bryan yang tengah mencium paksa Vera. Sedang Vera terus berusaha melepaskan diri dari jeratan Bryan.


Bryan menatap marah pada Sean. Berani-beraninya mengganggu aksinya. Juga memukulnya. Pria itu bangun. Mengelap sudut bibirnya yang berdarah. Lantas meludah kasar di lantai.


"Brengsek kau, Sean!" maki Bryan.


"Kau yang brengsek!" Sean memaki balik.


Pria itu sudah membantu Vera berdiri. Vera masih bersandar pada tubuh Sean. Tubuhnya terasa lemas. Dan pemandangan itu sukses membuat hati Bryan panas. Entah mengapa. Dia begitu tidak suka melihat Vera berada dalam dekapan Sean. Padahal pada Tania dulu, dia tidak seposesif ini. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Sean pada Vera.


Vera menggeleng. Menatap sedih pada Bryan. Melihat sorot mata Vera. Emosi Bryan hilang seketika. Tidak tahu kenapa. Dia jadi merasa bersalah pada Vera.


"Vera aku...."


"Apa maumu sebenarnya ha?" potong Sean.


Bryan diam.

__ADS_1


"Kau menyakiti Tania dengan bermain dengan banyak perempuan di belakangnya. Dan sekarang kau mau melakukannya pada Vera jugà. What the f*** are you!!!" umpat Sean terang-terangan.


"Bukan urusanmu! Minggir aku perlu bicara dengan Vera" ucap Bryan dengan nada tinggi.


"Tentu saja urusanku. Mereka berdua ada dalam kawalanku. Kau mengerti. Jangan harap kau bisa menyentuh keduanya" Sean memperingatkan.


Bryan mengepalkan tangannya. Menahan amarah mendengar ucapan Sean.


"Jauhi Tania dan juga Vera. Tania akan mendapat pria yang lebih baik darimu. Juga Vera. Dengarkan itu. Ayo Ra, kita pergi" ucap Sean.


Membawa Vera pergi dari sana. Setelah meraih tas dan tas kerja Vera di atas meja. Meninggalkan Bryan yang menatap kepergian Vera dengan tatapan penuh permintaan maaf. Sedang Vera langsung memalingkan wajahnya. Tidak ingin melihat wajah Bryan.


***


"Are you okay?" tanya Sean.


Mereka berhenti di sebuah kedai street food di pinggir jalan. Sean pikir tidak mungkin membawa Vera kembali ke kantor dengan keadaan shock seperti ini.Tania akan mengorek apapun tentang hal ini. Dan bisa berakhir dengan Tania mendatangi Bryan. Sean tidak ingin itu terjadi. Tania tidak boleh bertemu Bryan lagi, apapun alasannya


Vera menggeleng sambil meminum green tea yang dibeli Sean. Ahhh rasanya begitu menenangkan. Aroma grean tea juga langsung merilekskan otaknya. Vera menarik nafasnya lega.


"Lebih baik?" tanya Sean lagi setelah beberapa waktu berlalu. Setelah Vera membuka matanya. Dari menikmati aroma grean tea-nya.


Kali ini Vera mengangguk.


"Apa yang sebenarnya si brengsek itu inginkan?" tanya Sean geram.


"Entahlah. Dia datang, bertanya apa Tania punya hubungan dengan Jayden Lee" akhirnya Vera bersuara.


"Apa dia masih menginginkan Tania?" tanya Sean.


Vera mengedikkan bahunya. Tidak tahu.


"Aku menginginkanmu, Ra"


Vera berkaca-kaca mengingat ucapan Bryan terakhir kali dia datang ke kantor.


"Ternyata anganku terlalu tinggi. Aku pikir ucapanmu benar kala itu. Tapi nyatanya kamu masih begitu cemburu mendengar Tania dekat dengan Jayden" batin Vera perih.


Tidak bisa Vera pungkiri. Dia memang mencintai Bryan. Angannya melambung begitu tinggi ketika Bryan beberapa kali mencarinya. Tapi ternyata dia harus menelan rasa kecewanya. Bryan masih menginginkan kembali dengan Tania.


"Jangan menemui si brengsek itu lagi" ucap Sean membuyarkan pikiran Vera.


"Ya?"


"Jangan temui Bryan lagi. Meski dia datang ke kantor. Aku takut dia melakukan hal-hal yang tidak benar kepadamu dan Tania" Sean memperingatkan.


Vera mengangguk. Bertekad untuk melupakan Bryan. Tidak ingin membiarkan perasaannya tumbuh semakin besar dan menyakiti hatinya sendiri. Melihat Tania bahagia saja sudah cukup bagi Vera.


"Akan aku bunuh perasaanku padamu, Bryan Aditama" batin Tania penuh keyakinan.


***



Kredit Pinterest.com

__ADS_1


Bonus pict Sean Huang waktu main di drama yang itu. Imutnya nggak ketulungan 😍😍😍


****


__ADS_2