
Hari berganti dan setelah semua persiapan yang dilakukan selama beberapa bulan ini. Hari yang dinantikan oleh semua orang akhirnya tiba.
Hari pernikahan Tania dan Jayden. Diadakan di sebuah ball room di salah satu hotel ternama di Jakarta. Semua tampak begitu antusias menyambut pesta pamungkas dari dua keluarga sultan itu.
Meski tidak dipungkiri, pesta itu terasa kurang lengkap karena tidak dihadiri oleh kakek Hadiwinata yang karena kondisi kesehatannya tidak mampu berlama-lama di ruang ruangan.
Saat lamaran, memang kakek Haditama sendiri yang menerimanya tapi kini dia menyerahkan semuanya kepada Kai dan yang lainnya. Dia akan live streaming saja. Holang kaya 🤣🤣
Tania sendiri sudah meminta restu secara pribadi pada kakeknya itu. Bersama Jayden tentunya. Melupakan semua kejadian buruk di masa lalu adalah pilihan yang Tania ambil. Tidak ada gunanya lagi mengingat semua itu. Terlebih lagi disampingnya kini berdiri seorang pria yang rela melakukan apa saja untuknya.
Kakek Hadiwinata menangis tersedu kala Tania dan Jayden, datang berkunjung. Untaian kata maaf tak henti terucap dari bibir rentanya. Dia sungguh menyesal dengan semua yang dia lakukan di masa lalunya. Keegoisannya, keserakahannya. Semua begitu membuatnya merasa bersalah kepada cucu-cucunya.
Meski begitu, kakek Hadiwinata masih bersyukur diberi kesempatan oleh cucunya untuk menebus kesalahannya. Meminta maaf mungkin tidak akan cukup untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Seperti yang Kai katakan, hiduplah dengan baik untuk menebus semua rasa bersalahmu.
Dan itulah yang kini dia lakukan. Menghabiskan sisa umurnya bersama sahabat lamanya, kakek Atmaja. Menikmati kebahagiaan yang kini serasa berlimpah diberikan kepada mereka berdua.
Menerima kabar bahagia yang seolah tak berhenti menyapa keluarga mereka. Semua cucunya mendapatkan pasangan impian mereka. Bahkan kemarin kakek Hadiwinata hampir melompat gembira setelah mendengar Nadya telah melahirkan cicit pertamanya.
"Kau tahu Surya bahkan jika Tuhan memanggilku sekarang, aku rela pergi" ucap kakek Hadiwinata.
"Akupun sama Wira, aku sudah sangat merindukan Savitri" jawab kakek Atmaja.
Keduanya lantas diam. Menikmati senja di mana malam harinya pesta pernikahan cucu bungsunya akan dihelat besar-besaran.
Sehari sebelumnya,
Tania hampir melompat saking senangnya kala Nita, Maura dan suami mereka datang ke kediaman Atmaja. Mereka baru saja sampai. Langsung diantar ke rumah Tania.
"Astaga, hampir kejengkang aku" gerutu Nita.
"Sorry, sorry. Aku seneng banget lihat kalian disini" ucap Tania.
"Untung nggak jantungan kita" Maura ikut menggerutu.
"Ha ha sorrylah, sorry. Maafkan tante ya boys" ucap Tania.
"Kenapa sih dari kemarin kamu nyebut mereka boys" tanya Sean.
"Nggak tahu. Pengen nyebut gitu aja. Lah kamu yang tukang nebak. Apa tebakanmu?" balas Tania.
"Kali ini...no idea...biar USG yang njawab sama realita yang memastikan" jawab Sean diiringi gelak tawa Rey dan yang lainnya.
Mereka duduk di ruang tengah yang sejak kemarin penuh dengan staf yang hilir mudik. Padahal acara sepenuhnya diadakan di hotel. Untuk menghindari keributan di rumah. Karena ada baby Andra, juga Nadya yang baru saja melahirkan. Takutnya baby Andra merasa tidak nyaman karena bising. Meski setiap kamar sudah kedap suara.
Namun nyatanya ada saja yang membuat para staf itu hilir mudik ke rumah mereka.
"Semua aman kan kalian tinggal" tanya Tania.
"Aman terkendali alias mandali" jawab Rey.
"Bagus jadi kalian bisa santai sebentar" tambah Tania lagi.
"Yoi" mereka kompak menjawab.
Mereka mengobrol sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan. Natasya dan Kai sibuk di hotel. Nadya sibuk dengan bayinya.
"Pengantin pria mana?" tanya Sean.
__ADS_1
"Kamu lupa ya. Ada acara pingitan sampai besok" tanya Rey.
"Nggak ingat aku. La aku tidak mengalami. Tahunya ya ketemu Nita pas pemberkatan" jawab Sean.
"Tapi kamu tetap tidak bertemu Nita kan?" tanya Maura.
Sean mengangguk.
"Itu namanya dipingit Bro" jawab Rey.
Sean ber-oo ria.
"Ini rumahmu?" tanya Nita.
"Bukan, ini rumah kakek Atmaja"
***
"Semua sudah siap?" tanya Natasya.
Dia masuk ke kamar dimana sang adik dimake up untuk resepsi pernikahan mereka. Pemberkatan sudah dilakukan petang tadi dengan prosesi sederhana. Hanya keluarga dan teman terdekat saja yang datang.
Sebuah prosesi dimana dia dan Jayden mengucapkan sumpah, janji sehidup semati. Waktu itu tidak ada yang tidak menangis haru. Semua menangis haru. Bahkan Hyun Ae yang terkenal begitu dingin sempat berkaca-kaca kala menyerahkan cincin yang ia bawa untuk dipakaikan kepada pasangan pengantin baru itu.
"Sudah, Kak" jawab Tania.
Dia kembali tersenyum kala mengingat pemberkatannya tadi sore. Dia diantar Kai menuju altar.
"Jangan muntah lo" ancam Tania.
"Berdoa saja semoga ponakanmu bisa diajak bekerja sama" jawab santai Kai.
Kai terkekeh.
"Jangan cemberut nanti make upnya luntur lo" gurau Kai. Tania malah semakin memanyunkan bibirnya.
Mereka masih menunggu pintu aula dibuka. Dengan Lia dan Hyun Ae berada di depan mereka. Lia membawa bunga. Hyun Ae membawa cincin. Sesaat Tania menatap Kai.
"Kenapa?" tanya Kai yang menangkap tatapan tak biasa dari Tania.
"Dulu aku ingin berada di posisi ini dengan dirimu sebagai pasanganku. Tapi semuanya tidak berjalan sesuai keinginanku" ucap Tania masih menatap Kai.
"Apa kau menyesal sekarang?" tanya Kai.
"Sangat menyesal. Kenapa juga aku dulu begitu tergila-gila padamu. Dan kenapa juga, tidak dari dulu aku bertemu casanova mesum itu" ucap Tania menggerutu tapi tersenyum.
Kai terkekeh.
"Itu karena aku begitu tampan. Makanya kamu pun tergila-gila pada Kakak" jawab Kai pede.
"Narsis"
"Kalau sekarang?" goda Kai.
"Sekarang? Kakak mah lewat" jawab Tania.
"Yang benar. Masak aku kalah sama mantan casanova itu"
__ADS_1
"Hei dia adik iparmu sekarang" debat Tania.
"Astaga, dia benar-benar dia memanipulasimu sekarang" gerutu Kai.
"Berisik Om, Tante!" celetuk Hyun Ae yang berada di depan mereka. Bersamaan dengan pintu aula yang dibuka.
"Astaga, kopiannya Lee Joon benar-benar deh" keluh Kai.
Tania terkekeh.
"Sudah siap?" tanya Kai ketika MC mengumumkan kedatangan pengantin wanita.
Tania mengangguk. Semakin mengeratkan pegangannya di lengan kekar Kai. Berusaha tersenyum kala melangkah masuk ke dalam aula pemberkatan.
Meski tertutup veil tapi Kai bisa lihat wajah Tania yang gugup sekaligus bahagia.
Mereka berjalan menuju Jayden yang sudah menunggu di ujung jalan. Dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya. Semuà nampak tersenyum menatap Tania dan Jayden.
"Jaga dia, cintai dia dan jangan sakiti dia" pesan Kai kala menyatukan dua tangan itu menjadi satu.
Jayden mengangguk yakin. Lantas menggenggam erat tangan Tania. Janji suci pernikahan sudah diucapkan. Menandakan kalau keduanya sudah resmi menjadi suami istri.
Jayden mencium lembut kening Tania. Seusai acara tukar cincin selesai. Membuat semua orang menangis haru. Melihat bungsu di masing-masing keluarga itu sudah resmi menikah.
Terlebih Sofia. Dia begitu terharu sang putra bungsu yang begitu ia khawatirkan, karena tabiat buruknya kini sudah menikah. Bersedia memilih satu wanita untuk ia cintai sepanjang hidupnya. Wanita itu tampak beberapa kali masuk ke pelukan sang suami. Berusaha mengurangi isak tangisnya.
"Terima kasih Sayang. Mau menerima putra Mama yang bekas orang banyak ini untuk menjadi suamimu" ucap Sofia di akhir acara pemberkatan.
"Mama..." Jayden protes.
"La memang kenyataannya begitu. Hayo benar tidak kamu bekas orang sedang istrimu dulu masih segelan waktu kamu membobolnya" geram Sofia.
Membuat Jayden kicep seketika. Tania hanya mengulum senyumnya mendengar ibu dan anak itu sering terlibat adu mulut. Meski adu mulut receh dan penuh kasih sayang.
Tania yang kala itu memakai gaun simple berwarna baby pink, berlengan panjang namun slim fit di tubuh langsingnya. Terlihat begitu cantik dan anggun.
Kredit Instagram @ eleanorleeex
Anggota keluarga langsung berkumpul di area private yang disediakan khusus untuk keluarga. Menunggu acara resepsi yang sekiranya akan dihelat dalam tiga jam mendatang. Mereka menunggu pengantin perempuan berganti baju juga dimake up ulang.
Tania sudah selesai dimake up. Dirinya kini menunggu Natasya, Nita dan Maura yang akan menjemputnya untuk menyusul Jayden yang sudah lebih dulu berada di ballroom. Sendirian di kamar pengantinnya.
Ketika ponsel yang ia genggam berbunyi. Satu pesan masuk. Tania membacanya. Matanya membulat sempurna begitu membaca pesan itu. Rasa sesak kembali menyeruak didadanya. Seiring air mata yang mulai mengalir deras di pipinya.
***
Sudah mau tamat ya guys session Jayden sama Tanianya ...
Jadi inget dulu waktu first time ketemu Jayden yang rambutnya warna putih. Yang ini nih,
Kredit Instagram @ dongmin_bless
Beeuuh cucok meong bingit nggak siiihh 😍😍😍
__ADS_1
****