Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Bahagia Itu Pilihan


__ADS_3

"Iissh kenapa pakai kuda jingkrak sih?" protes Tania. Melihat mobil Ferarri berwarna merah dihadapannya.


Mereka sudah keluar dari kantor Jayden. Sekarang berada di basement.


"Astaga. Orang lain bangga naik ini. Kamu malah protes. Sudah masuk saja dulu"


Dengan bibir manyun Tania akhirnya terpaksa masuk ke mobil berwarna merah menyala itu. Ferarri F8 Spider



Kredit google.com


"Aku sudah biasa lihat Kak Kai naik Ferarri 458-nya"


"Bukankah terlihat keren?"


"Iya kalau kak Kai yang pakai"


"Kamu mau membuatku cemburu ya?" salak Jayden.


"Makanya tukar" Tania tidak kalah galaknya.


"Astaga, aku cuma ada dua mobil disini. Lainnya aku tinggal di Jakarta dan Seoul. Ini saja yang kemana-mana aku bawa"


"Nanti pakai mobilku. Daripada nganggur. Vera juga lebih suka naik Brio-nya"


"Kamu punya?"


"TRD Sportivo sama Vios"


"TRD-nya tu yang keren. Vios mah mobil cantik"


"Cantiklah, orang kak Natasya kalau dating sukanya pakai Vios daripada kuda jingkrak kayak gini"


"Jadi kamu ikut-ikutan kakakmu yang nggak suka kuda jingkrak"


"Bukan ikut-ikutan. Bukan nggak suka juga. Tapi terlalu mencolok, jadi perhatian orang"


"Woo, kamu belum ketemu Lee Joon. Kemana-mana dia pakai Veyron kalau nggak Audi R8-nya. Mupeng nggak tu"


"Masa sih?"


"Pas lahiran si kembar malah pakai acara mau beli yang La Voiture Noire. Ya ngamuklah istrinya"


"Terus?"


"Terus ya nggak jadi. Padahal dia sudah pesan sama Mark, temannya"


"Kasihan"


"Hampir mau mewek tu kakak gue"


Tania terbahak.


"Nanti suruh orang ambil saja di basement apartement. Bilang sama petugas valletnya. Nanti tunggu sebentar. Biar kuncinya diambilkan Nita di atas"


Jayden mengangguk. Tania mengirim pesan pada Nita. Untuk mengambilkan kunci mobil di lacinya.


Tak lama kuda jingkrak Jayden masuk ke area kantor Tania. Membuat sepasang mata yang sedang berada di sana. Memicingkan matanya.


Jayden dan Tania turun. Dengan Nita yang sudah menunggu di pintu lobi.


"Beuuhh bajunya kompak bener" ledek Nita. Tanpa takut pada Jayden.


"Apaan sih" Tania memanyunkan bibirnya.



Kredit Instagram@eunwooholic



Kredit Pinterest.com


Jayden hanya menatap dingin pada Nita.


"Iiihh jangan galak-galak napa, Pak" Nita beringsut sembunyi di belakang tubuh Tania.


"Ini kuncinya" ucap Nita.

__ADS_1


"Kasih ke dia. Kamu tahu aku nggak nyetir"


"Nih, Pak" Nita mengulurkan kunci dengan takut-takut.


"Iissh jangan serem-serem kenapa?"


"Siapa yang nyeremin. Sudah, aku pergi dulu. Bye" Jayden berlalu setelah mencium sekilas pipi Tania.


"Wah, berita besar ini" teriak Nita dari balik tubuh Tania. Sedang Tania hanya tersenyum. Melihat aksi main sosor ala Jayden.


"Nita...." Jayden membuat gerakan menutup mulutnya. Mengkode agar Nita diam saja.


"Aahhh siap Pak, siap Pak" jawab Nita gelagapan menirukan gerakan tutup mulut ala Jayden.


Mobil Jayden berlalu dari hadapan Tania dan Nita. Yang langsung berbalik. Masuk ke lobi. Naik ke kantor mereka.


"Mbak Tania nggak mau cerita apa gitu ke Nita" ucap Nita manja. Bergelayut di lengan Tania.


"Nggak tu" jawab Tania buat tidak tahu.


"Alah ceritalah. Ceritalah" bujuk Nita.


"Nggak ah" kekeuh Tania.


"Mbak Tania mah begitu" bibir Nita manyun lima senti.


Membuat Tania tersenyum.Melihat tingkah Nita.


"Jadi yang waktu itu dia, bukan Sean. Sudah kuduga bukan Sean. Meski kaya, Sean belum mampu membeli kuda jingkrak seperti yang Jayden Lee miliki" guman Bryan.


Niat hati ingin menemui Vera. Bermaksud meminta maaf atas kejadian di restoran waktu itu. Tapi dia malah diberi kejutan. Melihat kebersamaan Tania, mantannya dan Jayden Lee.


Persis seperti yang Tony ceritakan beberapa waktu lalu. Dan itu membuat hati Bryan panas.


"Si**!!!" umpatnya kesal. Sambil memukul setir mobilnya.


***


"Kamu tahu gosip panas yang sedang beredar di kantor LJ Fashion Magazine" tanya Tony pada Bryan beberapa hari kemudian.


Setelah kejadian Bryan melihat kebersamaan Tania dan Jayden.


"Kata Monica,mantanmu dan CEO LJ Fashion Magazine itu sudah mengadakan foto prewedding"


"Kamu serius?"


"Serius. Kata Monica banyak yang lihat waktu mereka foto prewedding sama Sebastian Arturo"


"Si**!! Jadi mereka benar-benar serius" batin Bryan kesal.


***


"Pak Bos, Pak Bos" panggil Leo terengah-engah.


"Apa sih?" jawab Kai kesal.


Terpaksa Kai harus menghentikan pekerjaannya.


"Pak Bos harus lihat ini" ucap Leo sambil menerima Ipad dari Leo.


"Apa ini?"


Kai sejenak membaca Ipad yang Leo berikan.


"Ini....


"Mbak Fanny pak Bos. Itu mbak Fanny" teriak Leo tidak sabar melihat reaksi Kai yang dinilai lamban dalam mengenali adiknya itu.


"Iya, aku tahu ini Fanny. Tapi ini dia lagi ngapain" tanya Kai.


"Sepertinya mbak Fanny lagi jadi model. Ini saya dari tuan Lee Joo. Foto ini dirilis oleh majalah fashion mereka yang di Surabaya"


"Hebat sekali Jayden. Mampu membuat Fanny keluar dari ketakutannya akan media"


"Meskipun wajahnya tidak terlalu diekspose dengan jelas. Tapi saya yakin kalau itu mbak Fanny"


"Aku juga yakin kalau ini Fanny. Anna pasti senang jika melihat ini" ucap Kai.


"Hanya tinggal menunggu waktu. Sebentar lagi. Sampai Jayden bisa membuat Tania siap untuk bertemu kami" batin Kai.

__ADS_1


***


"Halo, sayang" sapa Sean pada kekasihnya Nita.


Nita akhirnya menerima Sean sebagai kekasihnya. Setelah Sean getol, pantang menyerah. Terus pedekate pada Nita. Hingga pada akhirnya hati Nita luluh juga. Karena sebenarnya Nita juga menyukai Sean sejak lama.


Membuat Rey yang juga menaruh hati pada Nita harus mundur teratur.Menerima dengan lapang dada keputusan Nita. Toh mereka tetap bisa menjadi teman dan klien. Meski Sean tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Akhirnya tahun ini banyak bunga-bunga cinta bermekaran" ucap Vera puitis.


"Alah ngomongnya sudah kayak pujangga cinta saja. La mboh sana kamu cari bunga cintamu" seloroh Tania.


"Aku?" Vera menunjuk dirinya sendiri.


Tania mengangguk.


"Aku tunggu kamu bahagia dulu. Baru aku cari belahan jiwaku sendiri" jawab Vera.


"Aku sudah bahagia sama si marga Lee itu"


"Belum ya Non. Sampai kamu bisa berdamai dengan dirimu sendiri dan mereka. Baru aku tenang"


"Itu juga kalau aku bisa membuka pintu hatiku. Dan move on dari si brengsek itu" batin Vera.


"Yang itu aku tidak tahu kapan. Vera come on, aku tidak masalah jika kamu mau menikah dulu. Sungguh"


"Masalahnya aku belum punya calonnya. Belum nemu" bohong Vera.


"Cari dong. Apa perlu aku carikan"


"Alah, kayak dia berbakat aja cari pacar" ledek Vera.


"Iya juga ya. Aku saja tidak becus jatuh cinta. Ini sok-sok-an mau nyomblangin orang"


"Tahu tak apa" ucap Vera.


Keduanya tersenyum memandang Sean dan Nita yang tampak tersenyum bahagia. Sean tampak melambaikan tangan sesaat sebelum masuk ke mobilnya. Yang dibalas oleh Vera dan Tania.


"Apa kabar Rey ya" guman Vera.


"Kamu suka Rey?"


"Tidak. Kan kemarin dia juga pedekate sama Nita.Sekarang Nitanya pilih Sean" ucap Vera sendu.


Dia tahu rasa cinta tidak berbalas. Sakit dan sesak didada.


"Dia punya Maura yang akan selalu ada untuknya. Percaya deh sebentar lagi Rey juga akan luluh sama Maura"


"Bagaimana kamu tahu?"


"Aku belajar satu hal. Tidak ada penantian yang sia-sia asal kita melakukannya dengan tulus. Aku tidak bicara soal penantian yang tiada akhir. Hanya saja kita perlu tahu sampai mana batasan yang kita miliki dalam kata "penantian". Jangan sampai kita menyakiti diri sendiri hanya dengan menanti sesuatu yang sudah jelas tidak mungkin kita miliki"jelas Tania panjang lebar.


"*Batasan penantian. Sesuatu yang sudah jelas tidak mungkin kita milki" batin Ve*ra.


"Dan satu lagi yang aku pelajari dari kak Eva" tambah Tania.


"Siapa itu kak Eva?"


"Author favoritku"


"Hmmm novel online lah tu" ucap Vera sambil memutar matanya malas.


"Tapi by the way, apa itu pelajarannya" tanya Vera pada akhirnya penasaran juga.


"Bahagia itu pilihan. Seperti apa kebahagianmu, itu tergantung pilihan apa yang kamu ambil. Sama seperti istilah hidup itu pilihan. Semua tergantung pada pilihan apa yang kita ambil" ucap Tania sambil tersenyum.


"Bahagia itu pilihan"


***


Izin copas kata-katanya ya kak Eva. Terima kasih sebelumnya 🙏🙏🙏



Kredit google.com


Bonus pict Sean yang lagi kencan sama Nita.


****

__ADS_1


__ADS_2